Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Keindahan Masjid Ridho Ilahi di Kecamatan Wilangan

Iqbal Syahroni • Senin, 21 Agustus 2023 | 20:44 WIB

Photo
Photo

Masjid Ridho Ilahi
menjadi magnet pengguna jalan di Jalan Raya Nganjuk-Solo. Masjid yang berada di Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan memiliki bangunan yang megah dan indah. Sehingga banyak pengguna jalan yang belum melaksanakan salat tergoda untuk mampir. Mereka bisa melaksanakan salat dengan khusyuk dan beristirahat di sana.

Masjid yang berada di dekat perbatasan Kecamatan Wilangan dan Kecamatan Bagor itu diberi nama Ridho Ilahi. Warga setempat menyebutnya dengan nama masjid depan SPBU atau masjid klasik dekat rel kereta api Bagor. Dibangun sejak 2019 lalu, masjid yang dihibahkan untuk Pondok Pesantren Lirboyo tersebut baru saja diresmikan pada Minggu (23/7) lalu.

Takmir Masjid Azam Rifai mengatakan, sejak masjid tersebut diresmikan, banyak wisatawan yang singgah ke sana. Takmir masjid menerima semua pengunjung dengan tangan terbuka. Meskipun mereka datang hanya untuk swafoto, pengurus masjid tidak pernah melarangnya.

“Namanya fasilitas umum. Selama mereka datang tidak mengganggu orang yang salat dan berisik ketika ada yang salat, mereka bisa leyeh-leyeh di masjid,” ujar Azam diamini temannya sesama takmir yakni Syahrul Munir. Lelaki asal Mojokerto itu menambahkan, masjid yang megah itu dikelola Pondok Lirboyo, Kediri.

Baca Juga: Petani Berambang di Nganjuk Pakai Feeling untuk Mendapatkan Harga Tinggi

Azam lalu mengingatkan, tujuan awal masjid itu dibangun untuk menerima hamba Allah yang ingin beribadah. Sasarannya, selain warga setempat adalah pengguna jalan nasional. Bangunan masjidnya sangat strategis karena berada di tepi jalan nasional dan punya tempat parkir yang luas.

“Saya rasa dulu niat membuat masjid ini bukan untuk tempat destinasi wisata. Tapi sekarang, yang banyak datang ke masjid ini pakai bus pariwisata,” ungkapnya takmir yang lulus dari Ponpes Lirboyo pada 2022 lalu. Karena banyak wisatawan yang singgah, pedagang-pedagang makanan ringan pun mulai berdatang. Mereka ikut meramaikan lokasi di sekitar masjid.

Selain dikunjungi wisatawan, masjid yang megah itu rupanya menjadi daya tarik untuk membuat video klip. Permintaan itu diterima pada awal Agustus lalu. Yang bikin video klip adalah ibu-ibu. Mereka menyanyikan lagu-lagu islami. Termasuk juga salawatan. “Mereka sudah meminta izin. Enggak apa-apa, asal tidak rusuh dan bikin kotor,” imbuh Azam.

Bukan hanya itu, masjid itu pun kini banyak dikunjungi musafir. Para musafir itu datang untuk sekadar menumpang istirahat. “Asal tidak digunakan untuk kegiatan negatif, Insya Allah masjid selalu terbuka untuk seluruh masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Sempat Lapor Polres Nganjuk Kehilangan Bayi, Ibu Ini Kembali Bisa Temui Anaknya, Begini Kronologinya

Ketertarikan untuk beribadah di Masjid Ridho Ilahi itu dirasakan Yunus Saputra, 29, warga Kabupaten Purwokerto, Jawa Tengah. Ia mengaku, penasaran dengan kemegahan bangunan masjid yang dijumpainya beberapa tahun lalu.

“Pas waktu itu, saya ke Kediri naik kereta lihat ada bangunan masjid besar yang masih baru,” kenangnya. Rasa penasarannya pun terobati ketika Jumat (18/8) malam lalu, dia melintas di Desa Ngudikan, Wilangan. Saat itu, Yunus mengendarai sepeda motor hendak ke Pare, Kabupaten Kediri.

“Alhamdulillah, bisa mampir. Masjidnya bagus,” ucapnya kagum. Yunus pun tidak menyiakan kesempatan itu. Usai salat Isya, dia menyempatkan berswafoto di sana. Dia memuji lokasi masjid yang asri dan banyak spot fotonya. 

Photo
Photo


Sediakan Ruang Khusus untuk Musafir Menginap
Konsep Masjid Ridho Ilahi sangat ramah dengan musafir. Punya bangunan yang megah, pengurus masjid juga menyediakan satu ruangan khusus bagi para musafir. Mereka yang sedang melakukan perjalanan jauh bisa menginap di sana. Tidak perlu membayar.

“Syaratnya, musafir harus menjaga kebersihan dan tidak gaduh saat salat,” ucap Takmir Masjid Ridho Ilahi Azam Rifai. Ruangan untuk musafir itu seperti aula. Luasnya sekitar 100 meter persegi di lantai dua. Tempatnya di sebelah timur masjid.

“Untuk lantai satu, rencananya akan dibangun kantin,” ujar Azam. Sekarang tempat untuk kantin itu sedang direnovasi. Bagi Azam, sasaran awal jemaah Masjid Ridho Ilahi itu selain warga setempat juga untuk para musafir. Karena itu, dia menganggap ruangan yang disediakan untuk musafir itu sudah tepat. Sebab, orang yang sedang perjalanan jauh bisa istirahat di Rumah Allah.

Azam  menjelaskan alasan ruangan musafir itu diletakan di lantai atas agar kondisi di dalam serambi masjid bisa steril. Jika ada orang yang ingin beribadah, mereka tidak akan terganggu oleh musafir yang sedang istirahat.

Baca Juga: Kerja Keras Tekan Stunting, Kundariana Raih Penghargaan

“Intinya agar sama-sama tidak mengganggu. Kadang kan ada orang yang sungkan membangunkan orang tidur. Jadi ya sekalian, disiapkan tempat untuk tidur dan beristirahat,” ungkapnya.

Adanya musafir yang menginap membuat penjaga masjid tidak merasa sepi. “Biasanya para musafir juga beli makanan dan minuman di warung. Alhamdulillah, kalau ada musafir warga sekitar sini juga dapat berkahnya,” ungkap Sukadi, marbot masjid asal Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan.

Lelaki 56 tahun itu mengatakan, dia terbantu dengan adanya masjid baru tersebut. Saat proses pembangunan, ia dan warga lainnya terlibat sebagai pekerja.
Sekarang, setelah masjid itu selesai dibangun, ia mendapatkan pekerjaan tetap di masjid tersebut. Tidak hanya dirinya, keberadaan masjid  itu menjadi berkah bagi warga setempat dan para musafir.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#masjid ridho ilahi #tempat ibadah #keindahan masjid #ibadah