Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Musuh Petani Berambang di Kecamatan Bagor selain Suket Teki

Ilmidza Amalia Nadzira • Selasa, 18 Juli 2023 | 17:56 WIB

Photo
Photo

Gulma yang menjadi pengganggu bawang merah tidak hanya suket teki. Para petani di Desa Sugihwaras, Bagor, mengeluh tumbuhnya rumput meniran. Jika tumbuhan itu tidak dibersihkan, meniran ini bisa menyebabkan terganggunya pertumbuhan bawang merah.

Naningsih, 60, petani asal Desa Sugihwaras, Bagor harus mantun (mencabut) rumput meniran setiap dua hari sekali. “Mulai tumbuh ketika bawang merah berusia tiga bulan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Keberadaan rumput meniran dianggap lebih ganas dari suket teki. Ganas karena tumbuh dengan cepat dan bisa mengahambat pertumbuhan bawang merah. Untuk mencegah agar meniran ini tidak cepat menyebar dan mengganggu bawang merah, nenek empat cucu itu harus rajin mencabutnya.

Baca Juga: Persik Kediri Incar Mantan Kiper Madura United dan Persebaya

“Meskipun sudah dicabut kadang tumbuh lagi, apalagi bawang merah ini disirat setiap hari pagi-pagi itu. Jadi kalau ada akar meniran yang belum kecabut seutuhnya, pasti tumbuh lagi,” terang Naning.

Di usianya tidak lagi muda, Naning punya segudang pengalaman menanam bawang merah. Dia menggarap pertanian bawang merah yang luasnya mencapai 60 ru bersama suaminya. Tidak hanya mantun meniran, Naning juga ikut memupuk, ndangir, hingga melakukan sirat.

Dia melakukan itu agar pekerjaan suaminya lebih ringan. Selain itu, bisa lebih hemat pengeluaran untuk mengupah buruh tani. Karena digarap sendiri maka pengeluarannya tidak akan membengkak. “Tadi pagi suami saya sudah sirat, sekarang giliran saya matun karena menirannya sudah mulai panjang-panjang,” keluhnya saat ditemui di lahan sawah miliknya kemarin (17/7).

Baca Juga: Kelompok Terbang 33 Jemaah Haji Kabupaten Nganjuk Dijadwalkan Pulang Hari Ini

Selama ini, rumput meniran itu tumbuh bersamaan dengan rumput grinting. Dia mampu membersihkan sendiri rumput meniran itu karena akar rumputnya tidak terlalu kuat. Apalagi tanahnya baru saja didangir dua hari lalu. Naning pun bisa mencabuti rumput pengganggu itu dengan enteng.

Sialnya, rumput meniran itu tidak bisa mati 100 persen meski sudah menggunakan obat. Naning mengatakan, rumput berbeda dengan hama ulat. Biasanya hama ulat di bawang merah ini dibasmi dengan obat-obatan. Apa yang dilakukan Naning juga dikerjakan petani lain seperti Ponidi, 57, asal Desa Sugihwaras, Bagor.

Ponidi yang baru pertama kali menanam bawang merah tersebut, hanya mengikuti kebiasaan yang dilakukan petani bawang di desanya. “Ini tadi habis sirat terus lanjut matun, kalau saat kedelai dulu hanya suket teki saja, ini ada bawang merah juga tumbuh meniran,” tandasnya. Ia mencontoh petani bawang merah di Kecamatan Bagor lainnya agar bawang merah yang dia tanam bisa tumbuh dengan baik.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#petani #brambang nganjuk #petani brambang #brambang