Petani brambang di Sukomoro memiliki banyak senjata untuk membasmi organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Untuk mengalahkan ulat tentara, petani mengunakan semprotan pestisida dan cap jempol. Sedangkan, untuk menangkap grandong, petani menggunakan lampu perangkap atau lamp trap.
Ulat tentara dan grandong sama-sama menjadi lawan berat petani brambang. Jika ulat tentara bisa dibasmi pada siang hari, tidak demikian dengan grandong. Karena grandong atau yang memiliki nama ilmiah Liriomyza atau lalat penggorok daun ini tidak akan terlihat saat pagi hingga sore hari. “Sama seperti Grandong di film Mak Lampir (cucu Mak Lampir di film Misteri Gunung Merapi, Red), dia munculnya malam hari,” ungkap Jamin, 51, salah satu petani brambang asal Desa Pehserut, Kecamatan Sukomoro.
Ketika menyerang, grandong sangat ganas sekali. Sama seperti Grandong di film Mak Lampir yang membunuh manusia tidak berdosa. Hama itu bisa saja menghabiskan satu petak lahan brambang hanya dalam waktu semalam.
Berbeda dengan hama ulat grayak atau ulat tentara yang bisa dilenyapkan dengan cara petan setiap hari. Hama grandong tidak bisa dilenyapkan dengan obat cap jempol. “Sulit ditangkap karena dia bisa terbang,” tambah Jamin.
Apalagi, grandong muncul malam hari. Otomatis, petani kesulitan melihatnya. Karena itu, petani menggunakan lampu perangkap untuk menangkap grandong.
Saat melihat ada lampu, grandong yang merupakan serangga akan tertarik. Mereka berbondong-bondong menuju lampu yang digantung di sawah. Tanpa disadarai itu adalah perangkap. Karena di bawah lampu ada tempayan yang sudah diisi air. Karena asyik bermandikan cahaya lampu, grandong akhirnya terjatuh ke tempayan yang berisi air. Akibatnya, dia tidak bisa terbang. Saat pagi hari, mereka akan ditemukan petani. “Ada yang sudah mati dan ada yang belum,” ujar Jamin.
Lampu perangkap ini dianggap petani dan dinas pertanian cara yang ampuh untuk mengendalikan hama grandong. “Light trap ini efektif dan ramah lingkungan untuk menangkap grandong,” sambung Kepala Dinas Pertanian Muslim Harsoyo melalui Kabid Perizinan Usaha Pertanian Agus Sulistiyono.
Lelaki yang juga dipanggil Mbahe Brambang ini mengatakan, light trap harus ditempatkan di tempat yang tepat. Yaitu, di sepanjang tepi lahan. Sehingga, grandong tidak sampai menuju ke tanaman brambang. Dia akan terjebak ke perangkap lampu tersebut. “Menangkap grandong ini sama seperti menangkap laron di rumah,” ujarnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah