Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Begini Cara Melawan Hama Ulat Tentara di Brambang Nganjuk

Anwar Bahar Basalamah • Jumat, 9 Juni 2023 | 17:35 WIB
(Foto: Oktavia Rahajeng)
(Foto: Oktavia Rahajeng)
Ulat tentara menjadi musuh petani brambang di Kecamatan Sukomoro. Hama ini sulit dibasmi. Meski petani sudah menyemprot dengan pestisida tetapi ulat tentara berhasil menghindarinya. Mereka berhasil bersembunyi di balik daun brambang.

“Obat paling ampuh membasmi ulat tentara itu adalah obat cap jempol,” ungkap Jamin, 51, petani brambang asal Pehserut, Kecamatan Sukomoro. Cap Jempol ini bukan nama merek. Namun, makna yang sebenarnya. Jadi, setelah disemprot disinfektan, petani petan daun brambang. Daun brambang yang dicurigai jadi tempat persembunyian ulat tentara dibuka. Saat ditemukan, jempol petani langsung mites. Tak ayal, ulat tentara itu langsung mati.

“Tak hanya ulat, telurnya juga mati jika kena obat cap jempol,” tandas Jamin. Karena itulah, petani brambang harus rutin petan daun brambang. Telur ulat tentara akan banyak dijumpai. Tanpa perlu pikir panjang. Jempol petani akan mites telur dan ulatnya. Beruntung, ulat tentara ini tidak membuat gatal jika tersentuh kulit. Sehingga, petani tidak perlu takut bentol-bentol.

Petan daun brambang untuk membasmi ulat tentara ini menjadi ritual setiap hari bagi petani. Semua petani harus mulai petan saat tanaman brambang berusia 10 hari. Karena jika daun sudah tumbuh maka ulat tentara akan menyerang. Cara yang paling ampuh sejauh ini adalah menggunakan jempol untuk membunuhnya. Sedangkan, semprotan pestisida  yang disemprot hanya bisa membunuh ulat tentara yang gagal bersembunyi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk Muslim Harsoyo melalui Kabid Perizinan Usaha Pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk Agus Sulistiyono  meminta petani brambang tidak menyemprot brambang dengan pestisida terlalu banyak untuk membasmi ulat tentara. Karena jika over akan mengganggu tanaman brambang itu sendiri. Organisme pengganggu tumbuhan (OPT) juga bisa kebal. “Harus sesuai dozis yang telah ditentukan,” ujarnya.

Selain itu, pengendalian ulat tentara dengan cara petan dan cap jempol dianggap lebih mujarab. Ini karena cara tersebut tidak menggunakan bahan kimia. Kemudian, telur-telur ulat tentara juga bisa dibasmi. Sehingga, ulat tentara tidak bisa bertambah banyak.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#brambang nganjuk #petani brambang #harga brambang #brambang #radar nganjuk