Sistem kerja tukang cemplong atau membuat kalenan di lahan brambang tidak harian. Namun, borongan. Karena itu, upahnya tidak sama dengan buruh tandur bibit brambang yang mayoritas harian. "Lahan 100 Ru (1 Ru=14 meter persegi), upah tukang cemplongnya Rp 1,1 juta," ujar Witono, Sekretaris Kelompok Tani Mardirahayu, Kelurahan/Kecamatan Sukomoro.
Biasanya lahan 100 Ru itu dikerjakan empat tukang cemplong. Otomatis, uang Rp 1,1 juta. Mereka akan bekerja selama enam jam. Yaitu, pukul 06.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Meski upahnya borongan tetapi pemilik lahan juga memberi makan dan minum. "Tidak tega kalau tidak memberi makan dan minum karena tukang cemplong itu juga tetangga," ujar Witono.
Beruntung, tenaga tukang cemplong di Kecamatan Sukomoro mencukupi. Selama ini, mereka tidak perlu mengimpor tukang cemplong dari luar kecamatan untuk membuat kalenan di lahan brambang. Sehingga, petani brambang tidak pusing tujuh keliling. "Tukang cemplong adalah laki-laki. Jadi, banyak yang minat. Beda dengan tukang tandur yang mayoritas perempuan," terang Witono.
Selain membutuhkan tukang cemplong untuk membuat kalenan, petani brambang juga harus menyiapkan lahan untuk bibit brambang baru. Lahan bekas tanaman brambang harus digemburkan dengan cara dibalik. Ini bisa dilakukan secara manual atau memakai mesin. "Biasanya untuk urusan membongkar lahan itu juga urusan tukang cemplong," sambung Jarwo, 40, petani brambang asal Kelurahan Sukomoro.
Dengan ada tugas tambahan, upah tukang cemplong juga bertambah. Karena untuk membalik tanah itu juga butuh waktu. Lahan seluas 100 Ru, butuh waktu sekitar 3 hari jika harus membuat kalenan dan membalik tanah. "Biaya totalnya Rp 3 juta," ujar Jarwo.
Pengeluaran jutaan rupiah itulah yang membuat petani kecil sering pergi ke bank atau koperasi simpan pinjam (KSP) setiap musim tanam. Mereka akan pinjam uang untuk modal tanam. "BPKB sepeda motor dan sertifikat rumah atau sawah 'sekolah' lagi," ujar Jarwo sambil tertawa.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah