Menurut Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk Abdul Wakid, laporan Faqih tenggelam di Sungai Widas baru diterima pada Rabu malam (12/4). “Sekitar pukul 23.00 WIB, kami baru terima laporan,” ujarnya kemarin.
Sebenarnya, Faqih sudah menghilang sejak Selasa sore (12/4). Namun, keluarga korban tidak segera melapor. Mereka menduga Faqih sedang bermain di sekitar rumah atau di rumah temannya. Karena Faqih biasa pulang sore hari.
Namun, setelah salat Magrib, Faqih tak kunjung pulang, keluarga korban mulai waswas. Apalagi, tetangga dan teman Faqih juga tidak ada yang tahu. Akhirnya, warga mencari Faqih di segala penjuru. Keluarga korban langsung lapor ke Polsek Baron. Kemudian, tetangga juga membantu dengan melaporkan Faqih hilang di media sosial (medsos). Sayang, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Faqih seperti hilang ditelan bumi.
Saat di tepi Sungai Widas, warga menemukan kaus Faqih. Hal itu yang membuat dugaan Faqih tenggelam di Sungai Widas menguat. “Kami langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) setelah mendapat laporan,” ujar Wakid.
Perahu karet dibawa. Tim BPBD segera menyusuri Sungai Widas untuk menemukan Faqih kemarin sekitar pukul 12.00 WIB. Sayang, upaya tersebut hingga kemarin sore, belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Padahal, penyisiran telah dilakukan dengan jarak sekitar 300 meter dari lokasi kaus ditemukan. “Sekarang kami masih melakukan pencarian,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Supriyanto mengatakan, setelah ada laporan bocah hilang ke Polsek Baron, polisi juga terjun ke lokasi. Bersama dengan petugas BPBD Kabupaten Nganjuk, pihaknya juga masih melakukan pencarian di sekitar lokasi ditemukannya pakaian korban. “Kami masih ikut mencari korban,” ujarnya.
Dari catatan wartawan Jawa Pos Radar Nganjuk, kasus bocah tenggelam di sungai ini sudah ada tiga kasus. Dua korban meninggal dunia tenggelam pada
22 dan 25 Maret 2023. Kejadian pertama merenggut nyawa Muzaki, 15 yang tenggelam di sungai Desa Sekarputih, Kecamatan Bagor. Kemudian, Sakti, 8, yang tenggelam di sungai Desa Bareng, Kecamatan Sawahan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah