Untuk itu, solusi yang bisa dilakukan pemkab adalah dengan membongkar jembatan tersebut. Kemudian, menggantinya dengan jembatan modern. Artinya, jembatan nanti tidak lagi menggunakan tiang penyangga di tengah sungai. Sehingga, sampah tidak lagi nyangkut di tiang jembatan. “Kami akan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk renovasi Jembatan Kecubung,” ujar Gunawan.
Saat ini, mantan kepala disporabudpar ini mengatakan, sebagai solusi awal adalah dengan melakukan normalisasi di sungai. Harapannya, air Sungai Bodor bisa lancar. Sehingga, tidak meluap saat hujan deras terjadi.
Selain itu, Gunawan mengatakan, pembersihan sampah atau bambu yang menyangkut di tiang jembatan akan dilakukan. Ini juga sebagai upaya agar jembatan tidak roboh. Karena jika dibiarkan menumpuk di tiang maka bisa membuat tiang penyangga ambruk.
Sementara itu Heri, 35, salah seorang warga setempat berharap, rencana pemkab untuk membongkar Jembatan Kecubung dan menggantinya menjadi modern segera diwujudkan. Karena saat ini, kondisi jembatan juga memprihatinkan. Selain menjadi penyebab banjir, jembatan tersebut ambles. Sehingga, kendaraan berat dilarang melintas di sana. “Truk dilarang melintas jembatan ini,” ujarnya.
Heri mengatakan, jika Jembatan Kecubung diperbaiki maka pengguna jalan tidak akan bingung lagi. Warga juga tidak perlu berjaga untuk mengatur lalu lintas. Editor : Anwar Bahar Basalamah