23.4 C
Kediri
Wednesday, August 17, 2022

Copot Police Line, Sunardi Bersihkan Bekas Kebakaran

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Sunardi harus menanggung kerugian besar karena tiga mobil, 12 motor, emas, rumah dan surat berharga terbakar. Karena barang-barang tersebut tidak diasuransikan. Sehingga, tidak akan ada yang akan memberikan ganti rugi akibat kebakaran pada Senin malam (25/7).
Kemarin, police line di bengkel sudah dilepas. Bapak dua anak ini dan belasan orang membersihkan puing-puing reruntuhan dan barang-barang yang terbakar. Mobil sedan Honda Accord Vigor bernopol W 991 BM dan pikap Mitsubishi bernopol DA 8797 ZK yang hanya tersisa rangkanya diangkut ke bengkel di Desa Putren, Kecamatan Sukomoro. Bengkel itu juga milik Sunardi. Sedangkan, Toyota Avanza bernopol Z 1690 VW masih ada di bengkel Kelurahan Payaman.
Sedangkan, 12 sepeda motor tersebut adalah Honda CBR, Yamaha Nmax, Kawasaki Ninja 4 tak, Yamaha Jupiter Z, Honda CB 100, Vespa, Happy, Yamaha Vixion, dan Honda Grand serta tiga sepeda motor masih berupa rangka juga dibawa ke bengkel di Desa Putren. “Eman kalau dijual ke rosokan. Biar saya simpan saja di bengkel,” ujar Sunardi kemarin.
Sedangkan, untuk barang-barang lain yang tidak dimanfaatkan, Sunardi memilih menjual ke tukang rosok. Ini dilakukan agar bengkel dan rumah segera bersih. “Dari pagi sudah mulai bersih-bersih. Dibantu sama teman-teman,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Nganjuk Iptu Supriyanto menegaskan, tidak ditemukan adanya orang yang sengaja membakar bengkel tersebut. Dalam penyelidikan, polisi menduga kebakaran karena korsleting listrik. Api cepat berkobar karena Sunardi sekeluarga tidak ada di rumah. Sehingga, akhirnya bengkel beserta isinya terbakar.
Untuk diketahui, bengkel milik Sunardi di Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk terbakar Senin malam (25/7). Akibat kebakaran tersebut, bengkel beserta isinya terbakar. Api juga merembet ke rumah ibu korban.

Baca Juga :  Disnaker Gunakan DBHCHT untuk Kurangi Pengangguran





Reporter: Karen Wibi
- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Sunardi harus menanggung kerugian besar karena tiga mobil, 12 motor, emas, rumah dan surat berharga terbakar. Karena barang-barang tersebut tidak diasuransikan. Sehingga, tidak akan ada yang akan memberikan ganti rugi akibat kebakaran pada Senin malam (25/7).
Kemarin, police line di bengkel sudah dilepas. Bapak dua anak ini dan belasan orang membersihkan puing-puing reruntuhan dan barang-barang yang terbakar. Mobil sedan Honda Accord Vigor bernopol W 991 BM dan pikap Mitsubishi bernopol DA 8797 ZK yang hanya tersisa rangkanya diangkut ke bengkel di Desa Putren, Kecamatan Sukomoro. Bengkel itu juga milik Sunardi. Sedangkan, Toyota Avanza bernopol Z 1690 VW masih ada di bengkel Kelurahan Payaman.
Sedangkan, 12 sepeda motor tersebut adalah Honda CBR, Yamaha Nmax, Kawasaki Ninja 4 tak, Yamaha Jupiter Z, Honda CB 100, Vespa, Happy, Yamaha Vixion, dan Honda Grand serta tiga sepeda motor masih berupa rangka juga dibawa ke bengkel di Desa Putren. “Eman kalau dijual ke rosokan. Biar saya simpan saja di bengkel,” ujar Sunardi kemarin.
Sedangkan, untuk barang-barang lain yang tidak dimanfaatkan, Sunardi memilih menjual ke tukang rosok. Ini dilakukan agar bengkel dan rumah segera bersih. “Dari pagi sudah mulai bersih-bersih. Dibantu sama teman-teman,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Nganjuk Iptu Supriyanto menegaskan, tidak ditemukan adanya orang yang sengaja membakar bengkel tersebut. Dalam penyelidikan, polisi menduga kebakaran karena korsleting listrik. Api cepat berkobar karena Sunardi sekeluarga tidak ada di rumah. Sehingga, akhirnya bengkel beserta isinya terbakar.
Untuk diketahui, bengkel milik Sunardi di Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk terbakar Senin malam (25/7). Akibat kebakaran tersebut, bengkel beserta isinya terbakar. Api juga merembet ke rumah ibu korban.

Baca Juga :  Semalam Damkarmat Kabupaten Nganjuk Evakuasi Dua Sarang Tawon





Reporter: Karen Wibi

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/