29.2 C
Kediri
Thursday, March 23, 2023

Ahli Waris Pedagang Terima Santunan BPJAMSOSTEK

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nganjuk kembali menyerahkan santunan klaim Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris peserta kategori Bukan Penerima Upah (BPU). Nominalnya yaitu Rp 42 juta.

 

Yang menerima santunan adalah Andik Kusworo. Andik sendiri merupakan suami sekaligus ahli waris dari Muryani. Warga Dusun Takat, Desa Kampungbaru, Tanjunganom.

 

Semasa hidup almarhumah Muryani merupakan peserta BPJAMSOSTEK. Almarhumah terdaftar sebagai peserta BPU. Karena semasa hidup, almarhum bekerja sebagai pedagang di sekitar rumahnya.

- Advertisement -

 

Almarhumah Muryani sendiri meninggal dunia pada bulan November tahun lalu. Karena ia terdaftar sebagai peserta BPU BPJAMSOSTEK, maka ahli waris almarhumah berhak mendapat klaim program JKM.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Kediri Gandeng IIK Bhakti Wiyata Kediri

 

Penyerahan santunan klaim JKM berlangsung di kediaman Andik Kusworo. Yang menyerahkan santunan adalah petugas BPJAMSOTEK Cabang Nganjuk. Suasana penyerahan santunan berlangsung penuh haru. Karena Andik masih dalam masa suasana berduka. “Terima kasih BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Andik saat menerima santunan.

 

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kediri Suharno Abidin menjelaskan, para pekerja kategori BPU bisa bergabung menjadi peserta BPJAMSOSTEK. Adapun BPU sendiri adalah bagi pekerja informal yang tidak menerima upah atau gaji bulanan. Misalnya petani, pedagang, ojek daring, dan sebagainya.

 

Suharno menjelaskan, iuran menjadi peserta BPJAMSOSTEK cukup murah. Namun banyak manfaatnya. Serta juga terdaftar dalam berbagai program. Antara lain Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), dan JKM. “Cukup iuran mulai Rp 36.800 saja. Dengan iuran yang ringan, namun manfaatnya sangat besar,” jelasnya.

Baca Juga :  Sekertaris Daerah Yasin Diganti Fadjar

 

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nganjuk Bisri Yusmadi menambahkan, jika terjadi risiko meninggal dunia karena kecelakaan kerja, ahli waris dari peserta akan mendapat santunan JKK. Jumlahnya 48 kali upah terakhir yang dilaporkan. Selain itu, apabila meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja, santunan yang diterima ahli waris Rp 42 juta. “Anak dari peserta juga akan mendapat beasiswa hingga perguruan tinggi untuk dua orang anak dengan maksimal nilai manfaat Rp 174 juta,” jelas Bisri.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nganjuk kembali menyerahkan santunan klaim Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris peserta kategori Bukan Penerima Upah (BPU). Nominalnya yaitu Rp 42 juta.

 

Yang menerima santunan adalah Andik Kusworo. Andik sendiri merupakan suami sekaligus ahli waris dari Muryani. Warga Dusun Takat, Desa Kampungbaru, Tanjunganom.

 

Semasa hidup almarhumah Muryani merupakan peserta BPJAMSOSTEK. Almarhumah terdaftar sebagai peserta BPU. Karena semasa hidup, almarhum bekerja sebagai pedagang di sekitar rumahnya.

 

Almarhumah Muryani sendiri meninggal dunia pada bulan November tahun lalu. Karena ia terdaftar sebagai peserta BPU BPJAMSOSTEK, maka ahli waris almarhumah berhak mendapat klaim program JKM.

Baca Juga :  Baru Setengah Tahun, BRI Cetak Laba Rp 24,88 T

 

Penyerahan santunan klaim JKM berlangsung di kediaman Andik Kusworo. Yang menyerahkan santunan adalah petugas BPJAMSOTEK Cabang Nganjuk. Suasana penyerahan santunan berlangsung penuh haru. Karena Andik masih dalam masa suasana berduka. “Terima kasih BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Andik saat menerima santunan.

 

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kediri Suharno Abidin menjelaskan, para pekerja kategori BPU bisa bergabung menjadi peserta BPJAMSOSTEK. Adapun BPU sendiri adalah bagi pekerja informal yang tidak menerima upah atau gaji bulanan. Misalnya petani, pedagang, ojek daring, dan sebagainya.

 

Suharno menjelaskan, iuran menjadi peserta BPJAMSOSTEK cukup murah. Namun banyak manfaatnya. Serta juga terdaftar dalam berbagai program. Antara lain Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), dan JKM. “Cukup iuran mulai Rp 36.800 saja. Dengan iuran yang ringan, namun manfaatnya sangat besar,” jelasnya.

Baca Juga :  Jadi Kadinkes dan Tangani RSD Kertosono

 

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nganjuk Bisri Yusmadi menambahkan, jika terjadi risiko meninggal dunia karena kecelakaan kerja, ahli waris dari peserta akan mendapat santunan JKK. Jumlahnya 48 kali upah terakhir yang dilaporkan. Selain itu, apabila meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja, santunan yang diterima ahli waris Rp 42 juta. “Anak dari peserta juga akan mendapat beasiswa hingga perguruan tinggi untuk dua orang anak dengan maksimal nilai manfaat Rp 174 juta,” jelas Bisri.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/