26.2 C
Kediri
Tuesday, July 5, 2022

Pengusaha Dermawan Itu Berpulang

Ribuan Orang Antar Pak Haji Mukhayat ke Pemakaman

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Kabupaten Nganjuk berduka kemarin. Pengusaha dermawan Kota Angin Imam Mukhayat Syah meninggal dunia. Salah satu tokoh Kota Angin ini mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit (RS) Siloam Surabaya pukul 10.00 WIB.

Kabar meninggalnya Pak Haji-panggilan akrab Imam Mukhayat Syah langsung menyebar lewat WhatsApp (WA) group dan status WA. Warga dan pejabat Pemkab Nganjuk yang mendengar kabar duka itu segera melakukan kroscek ke keluarga Presiden Komisaris PT Tunas Jaya Raya Abadi Group tersebut.

Setelah kabar tersebut dipastikan kebenarannya, warga dan pejabat mulai berdatangan ke rumah duka di Jalan Anjuk Ladang, Kelurahan Ploso, Kecamatan Nganjuk. Puluhan karangan bunga ucapan berbelasungkawa pun berdatangan. Tampak hadir, Plt Bupati Marhaen Djumadi, Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono, Sekda M. Yasin dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Nganjuk.

Karena Pak Haji meninggal dunia di RS Siloam Surabaya, petakziah harus menunggu beberapa jam. Jenazah baru datang ke rumah duka sekitar pukul 15.00 WIB. Ribuan orang segera mengangkat jenazah dari ambulans. Kemudian, jenazah dimandikan. Salat jenazah pun dilakukan. KH Abdul Wachid Badrus atau yang akrab disapa Gus Wachid yang memimpin salat jenazah tersebut.

Baca Juga :  Puluhan Umat Hindu Sembahyang Galungan

Selanjutnya, jenazah dibawa ke Masjid Alhasani Jalan Dermojoyo, Kelurahan Payaman, Nganjuk. Di masjid tersebut salat jenazah kembali dilaksanakan. Warga dan karyawan KSPPS TAM Syariah juga ikut salat jenazah. Kemudian, Pak Haji dimakamkan ke pemakaman keluarga di Dusun Gendis, Desa Purwotengah, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri.

Gus Wachid sebagai perwakilan keluarga Pak Haji mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran ribuan warga. “Saya mewakili keluarga dan atas nama Beliau (Imam Mukhayat Syah), memohonkan maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya.

Mantan wakil Bupati Nganjuk ini mengatakan, Pak Haji merupakan sosok yang baik. Banyak bantuan dan sumbangsih yang telah diberikan almarhum untuk kegiatan sosial di Kota Angin semasa hidupnya.

Baca Juga :  Pihak Ketiga Harus Tanggung Kerusakan Jalan

Sebelum meninggal dunia, Pak Haji juga telah menggelar mancing ikan lele 1,5 ton gratis di Sungai Ploso pada 12 Juni 2022. Mancing gratis sebagai bentuk hiburan bagi masyarakat itu juga sebagai wujud syukur ulang tahun Pak Haji yang ke-70. “Semoga amal ibadah Beliau (Imam Mukhayat Syah) diterima Allah SWT,” sambung Plt Bupati Marhaen Djumadi.

Menurut Marhaen, Pak Haji telah banyak memberikan bantuan kepada warga di Kabupaten Nganjuk dan ikut membangkitkan perekonomian masyarakat. Karena itu, kepergian pengusaha dermawan ini merupakan kehilangan besar bagi Kota Angin.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit mengaku, sangat kehilangan dan berduka dengan berpulangnya Pak Haji Khayat. Karena selama ini, Pak Haji adalah tokoh di Kota Angin yang memiliki kepedulian tinggi. “Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” pungkasnya.






Reporter: Andhika Attar Anindita
- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Kabupaten Nganjuk berduka kemarin. Pengusaha dermawan Kota Angin Imam Mukhayat Syah meninggal dunia. Salah satu tokoh Kota Angin ini mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit (RS) Siloam Surabaya pukul 10.00 WIB.

Kabar meninggalnya Pak Haji-panggilan akrab Imam Mukhayat Syah langsung menyebar lewat WhatsApp (WA) group dan status WA. Warga dan pejabat Pemkab Nganjuk yang mendengar kabar duka itu segera melakukan kroscek ke keluarga Presiden Komisaris PT Tunas Jaya Raya Abadi Group tersebut.

Setelah kabar tersebut dipastikan kebenarannya, warga dan pejabat mulai berdatangan ke rumah duka di Jalan Anjuk Ladang, Kelurahan Ploso, Kecamatan Nganjuk. Puluhan karangan bunga ucapan berbelasungkawa pun berdatangan. Tampak hadir, Plt Bupati Marhaen Djumadi, Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono, Sekda M. Yasin dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Nganjuk.

Karena Pak Haji meninggal dunia di RS Siloam Surabaya, petakziah harus menunggu beberapa jam. Jenazah baru datang ke rumah duka sekitar pukul 15.00 WIB. Ribuan orang segera mengangkat jenazah dari ambulans. Kemudian, jenazah dimandikan. Salat jenazah pun dilakukan. KH Abdul Wachid Badrus atau yang akrab disapa Gus Wachid yang memimpin salat jenazah tersebut.

Baca Juga :  Muda-Mudi asal Trenggalek dan Nganjuk Terjaring saat Berduaan di Kos 

Selanjutnya, jenazah dibawa ke Masjid Alhasani Jalan Dermojoyo, Kelurahan Payaman, Nganjuk. Di masjid tersebut salat jenazah kembali dilaksanakan. Warga dan karyawan KSPPS TAM Syariah juga ikut salat jenazah. Kemudian, Pak Haji dimakamkan ke pemakaman keluarga di Dusun Gendis, Desa Purwotengah, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri.

Gus Wachid sebagai perwakilan keluarga Pak Haji mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran ribuan warga. “Saya mewakili keluarga dan atas nama Beliau (Imam Mukhayat Syah), memohonkan maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya.

Mantan wakil Bupati Nganjuk ini mengatakan, Pak Haji merupakan sosok yang baik. Banyak bantuan dan sumbangsih yang telah diberikan almarhum untuk kegiatan sosial di Kota Angin semasa hidupnya.

Baca Juga :  Seragam SMA Lebih Mahal

Sebelum meninggal dunia, Pak Haji juga telah menggelar mancing ikan lele 1,5 ton gratis di Sungai Ploso pada 12 Juni 2022. Mancing gratis sebagai bentuk hiburan bagi masyarakat itu juga sebagai wujud syukur ulang tahun Pak Haji yang ke-70. “Semoga amal ibadah Beliau (Imam Mukhayat Syah) diterima Allah SWT,” sambung Plt Bupati Marhaen Djumadi.

Menurut Marhaen, Pak Haji telah banyak memberikan bantuan kepada warga di Kabupaten Nganjuk dan ikut membangkitkan perekonomian masyarakat. Karena itu, kepergian pengusaha dermawan ini merupakan kehilangan besar bagi Kota Angin.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit mengaku, sangat kehilangan dan berduka dengan berpulangnya Pak Haji Khayat. Karena selama ini, Pak Haji adalah tokoh di Kota Angin yang memiliki kepedulian tinggi. “Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” pungkasnya.






Reporter: Andhika Attar Anindita

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/