24.4 C
Kediri
Sunday, October 2, 2022

Tiga ASN Rugi Ratusan Juta

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kerugian yang dialami tiga aparatur sipil negara (ASN) yang menjadi korban calon pegawai negeri sipil (CPNS) mencapai ratusan juta rupiah. Hal ini karena Yantie Dwi Astutik, Suhendro, dan Endang Siswi Antimala menyetor uang puluhan juta hingga ratusan juta rupiah agar anggota keluarganya diterima menjadi CPNS. Suhendro menyetor Rp 280 juta dan Yantie Rp 90 juta. “Bu Endang juga tertipu puluhan juta rupiah,” ujar Siti Ainul Farida, kuasa hukum ketiga korban calo CPNS.

Endang dkk sudah melaporkan penipuan calo CPNS tersebut ke Polres Nganjuk. Terlapornya adalah Hariyanti, salah satu ASN di Pemkab Nganjuk. Karena Hariyanti dianggap menjadi perantara ketiga ASN tersebut kepada pria berinisial J yang mengaku sebagai pegawai Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia.

Baca Juga :  Sektor Leasing Dominasi Sengketa Konsumen Kediri

Siti mengatakan, Yantie menyerahkan uang pelicin Rp 90 juta anggota keluarganya menjadi CPNS kepada pria berinisial J pada tahun 2015. Kemudian, Suhendro memberikan uang Rp 280 juta pada tahun 2016. Lalu, Endang memberikan uang puluhan juta kepada J pada tahun 2017. Namun demikian, anggota keluarga dari ketiga ASN itu tidak lolos dalam seleksi penerimaan CPNS. Sehingga, mereka meminta uang yang disetor untuk dikembalikan. Beberapa kali mediasi dilakukan. Namun, J dan Hariyanti tidak mau mengembalikan uang. “Akhirnya kami menempuh jalur hukum ini,” tandasnya.

Siti berharap, Polres Nganjuk segera menindaklanjuti laporan kliennya. Sehingga, siapa yang terlibat dalam kasus penipuan calo CPNS ini mendapatkan hukuman yang setimpal. “Semoga segera ditangani laporan kami,” harapnya.

Baca Juga :  Tidak Boleh Terlambat

Sayang, Hariyanti belum bisa dimintai komentarnya. Saat wartawan koran ini mendatangi kantornya, dia tidak ada di tempat. Menurut pegawai di sana, Hariyanto sedang berada di luar. “Tidak ada di kantor. Sedang dinas luar,” ujar pegawai di sana yang enggan namanya disebutkan.

- Advertisement -

Sedangkan, Kasi Humas Polres Nganjuk Iptu Supriyanto mengatakan, jika kasus dugaan penipuan oleh calo CPNS ini masih dalam tahap penyelidikan. Laporan itu akan ditindaklanjuti. “Kami akan panggil saksi-saksi untuk mengkroscek kebenaran laporannya dulu,” pungkasnya.






Reporter: Karen Wibi
- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kerugian yang dialami tiga aparatur sipil negara (ASN) yang menjadi korban calon pegawai negeri sipil (CPNS) mencapai ratusan juta rupiah. Hal ini karena Yantie Dwi Astutik, Suhendro, dan Endang Siswi Antimala menyetor uang puluhan juta hingga ratusan juta rupiah agar anggota keluarganya diterima menjadi CPNS. Suhendro menyetor Rp 280 juta dan Yantie Rp 90 juta. “Bu Endang juga tertipu puluhan juta rupiah,” ujar Siti Ainul Farida, kuasa hukum ketiga korban calo CPNS.

Endang dkk sudah melaporkan penipuan calo CPNS tersebut ke Polres Nganjuk. Terlapornya adalah Hariyanti, salah satu ASN di Pemkab Nganjuk. Karena Hariyanti dianggap menjadi perantara ketiga ASN tersebut kepada pria berinisial J yang mengaku sebagai pegawai Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia.

Baca Juga :  Persik Kediri Berburu Asa di Kalimantan

Siti mengatakan, Yantie menyerahkan uang pelicin Rp 90 juta anggota keluarganya menjadi CPNS kepada pria berinisial J pada tahun 2015. Kemudian, Suhendro memberikan uang Rp 280 juta pada tahun 2016. Lalu, Endang memberikan uang puluhan juta kepada J pada tahun 2017. Namun demikian, anggota keluarga dari ketiga ASN itu tidak lolos dalam seleksi penerimaan CPNS. Sehingga, mereka meminta uang yang disetor untuk dikembalikan. Beberapa kali mediasi dilakukan. Namun, J dan Hariyanti tidak mau mengembalikan uang. “Akhirnya kami menempuh jalur hukum ini,” tandasnya.

Siti berharap, Polres Nganjuk segera menindaklanjuti laporan kliennya. Sehingga, siapa yang terlibat dalam kasus penipuan calo CPNS ini mendapatkan hukuman yang setimpal. “Semoga segera ditangani laporan kami,” harapnya.

Baca Juga :  Hari Ini Peresmian Jembatan Cepoko di Kecamatan Berbek

Sayang, Hariyanti belum bisa dimintai komentarnya. Saat wartawan koran ini mendatangi kantornya, dia tidak ada di tempat. Menurut pegawai di sana, Hariyanto sedang berada di luar. “Tidak ada di kantor. Sedang dinas luar,” ujar pegawai di sana yang enggan namanya disebutkan.

Sedangkan, Kasi Humas Polres Nganjuk Iptu Supriyanto mengatakan, jika kasus dugaan penipuan oleh calo CPNS ini masih dalam tahap penyelidikan. Laporan itu akan ditindaklanjuti. “Kami akan panggil saksi-saksi untuk mengkroscek kebenaran laporannya dulu,” pungkasnya.






Reporter: Karen Wibi

Artikel Terkait

Most Read

Ampas Kopi Itu Bisa Jadi Uang

Megengan Pandemi

Tiga Makam di Puncak Bukit Maskumambang


Artikel Terbaru

/