24.4 C
Kediri
Saturday, October 1, 2022

Bocah Tega Perkosa Siswi MI asal Kecamatan Baron

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Mengenaskan. Itulah yang dialami Lara (bukan nama sebenarnya, Red) siswi madrasah ibtidaiyah (MI) asal Kecamatan Baron. Dia diperkosa oleh temannya di kampung.

Menurut informasi yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Nganjuk, peristiwa itu terjadi pada Selasa (20/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, Lara yang masih berusia tujuh tahun bermain dengan dua temannya di lapangan desa. Lara perempuan sendiri. Dia memakai daster dan celana legging. Sedangkan, dua temannya adalah laki-laki. Saat di lapangan itu, teman Lara diminta untuk pergi mengambil air minum.

Ternyata itu adalah strategi dari pelaku. Saat Lara sendirian di lapangan. Dan, dia duduk jongkok, tiba-tiba pelaku menendang belakang kepala korban. Ironisnya, tendangan itu dilakukan tidak hanay sekali. Namun, sebanyak dua kali. Tak ayal, korban menjadi hilang kesadaran.

Baca Juga :  BSI Nganjuk A Yani Beri Mobil dan Bantu Rehab Aula Kemenag

Saat pingsan itu, pelaku yang juga masih anak-anak itu tega memperkosa korban. Beberapa menit kemudian, Lara mulai sadar. Mengetahui korbannya sadar, pelaku ketakutan. Dia memutuskan melarikan diri dan meninggalkan Lara sendirian di lapangan. Lara yang merasakan sakit di kepala dan alat kelaminnya segera pulang. Dia melaporkan apa yang baru saja dialami kepada  orang tuanya.

Bak disambar petir, kedua orang tua kaget. Lara juga mengatakan jika sandal, celana legging, dan celana dalamnya tertinggal di lapangan. Kemudian, mereka kembali ke lapangan. Di sana, celana dalam, celana legging, dan sandal korban ditemukan. Alat kelamin korban juga terluka.

- Advertisement -

Tidak terima dengan perbuatan pelaku, orang tua korban memutuskan melapor ke Polsek Baron. “Kasus ini sudah kami tangani,” ujar Kasi Humas Polres Nganjuk Iptu Supriyanto.

Baca Juga :  Salam Rp 0 untuk Kurangi Pengangguran di Kota Angin

Karena korban adalah perempuan dan anak-anak maka kasus ini diambil alih Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Nganjuk. Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk divisum. Hasilnya, ditemukan luka di alat vitalnya. “Barang bukti yang kami amankan adalah celana dalam, celana legging, daster, dan sandal milik korban,” ujar Supriyanto.

Untuk identitas pelaku, Kasi Humas Polres Nganjuk ini mengaku sudah dikantongi petugas. Karena korban mengenalinya.






Reporter: Karen Wibi
- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Mengenaskan. Itulah yang dialami Lara (bukan nama sebenarnya, Red) siswi madrasah ibtidaiyah (MI) asal Kecamatan Baron. Dia diperkosa oleh temannya di kampung.

Menurut informasi yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Nganjuk, peristiwa itu terjadi pada Selasa (20/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, Lara yang masih berusia tujuh tahun bermain dengan dua temannya di lapangan desa. Lara perempuan sendiri. Dia memakai daster dan celana legging. Sedangkan, dua temannya adalah laki-laki. Saat di lapangan itu, teman Lara diminta untuk pergi mengambil air minum.

Ternyata itu adalah strategi dari pelaku. Saat Lara sendirian di lapangan. Dan, dia duduk jongkok, tiba-tiba pelaku menendang belakang kepala korban. Ironisnya, tendangan itu dilakukan tidak hanay sekali. Namun, sebanyak dua kali. Tak ayal, korban menjadi hilang kesadaran.

Baca Juga :  MIN 1 Nganjuk di Desa Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom Terbakar

Saat pingsan itu, pelaku yang juga masih anak-anak itu tega memperkosa korban. Beberapa menit kemudian, Lara mulai sadar. Mengetahui korbannya sadar, pelaku ketakutan. Dia memutuskan melarikan diri dan meninggalkan Lara sendirian di lapangan. Lara yang merasakan sakit di kepala dan alat kelaminnya segera pulang. Dia melaporkan apa yang baru saja dialami kepada  orang tuanya.

Bak disambar petir, kedua orang tua kaget. Lara juga mengatakan jika sandal, celana legging, dan celana dalamnya tertinggal di lapangan. Kemudian, mereka kembali ke lapangan. Di sana, celana dalam, celana legging, dan sandal korban ditemukan. Alat kelamin korban juga terluka.

Tidak terima dengan perbuatan pelaku, orang tua korban memutuskan melapor ke Polsek Baron. “Kasus ini sudah kami tangani,” ujar Kasi Humas Polres Nganjuk Iptu Supriyanto.

Baca Juga :  Tiga ASN Rugi Ratusan Juta

Karena korban adalah perempuan dan anak-anak maka kasus ini diambil alih Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Nganjuk. Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk divisum. Hasilnya, ditemukan luka di alat vitalnya. “Barang bukti yang kami amankan adalah celana dalam, celana legging, daster, dan sandal milik korban,” ujar Supriyanto.

Untuk identitas pelaku, Kasi Humas Polres Nganjuk ini mengaku sudah dikantongi petugas. Karena korban mengenalinya.






Reporter: Karen Wibi

Artikel Terkait

Most Read

Ampas Kopi Itu Bisa Jadi Uang

Megengan Pandemi

Tiga Makam di Puncak Bukit Maskumambang


Artikel Terbaru

/