26 C
Kediri
Tuesday, August 9, 2022

Pemkab Nganjuk Dapat Tambahan 3 Ribu Dosis PMK

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Dinas Pertanian (Disperta) Nganjuk terus menggenjot vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kota Angin. Disperta mengklaim bahwa capaian vaksinasi ini telah mencapai 72 persen. “Kami masih terus melakukan vaksinasi di lapangan sekarang,” ujar Kepala Disperta Nganjuk Judi Ernanto kepada Jawa Pos Radar Nganjuk kemarin.

Pemkab Nganjuk awalnya hanya mendapatkan vaksin PMK sebanyak 2.100 dosis. Lalu, mendapatkan tambahan lagi sebanyak 3.000 dosis. Semuanya untuk keperluan vaksinasi PMK tahap pertama. “Sasarannya masih sama. Kami fokuskan untuk sapi-sapi yang sehat,” ujarnya.

Namun begitu, jumlah dropping vaksin PMK yang didapatkan tersebut masih jauh dari kebutuhan di lapangan. Pasalnya, populasi sapi di Kota Angin tercatat mencapai 100 ribu ekor. Sedangkan vaksinasi dosis pertama ini baru mendapat 5.100 dosis saja. Artinya, masih sekitar 5 persen saja dari populasi yang ada.

Baca Juga :  Tradisi Khas Ponpes Sepanjang Ramadan (10-Habis)

Kondisi ini  tidak hanya dialami Kabupaten Nganjuk. Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah juga mengakui jika vaksin yang didistribusikan dengan kebutuhan jomplang. Sehingga, peternak diminta harus bersabar.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, peluncuran program vaksinasi ini diluncurkan langsung oleh Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. Yang mana dilakukan di salah satu kandang di Desa/Kecamatan Loceret pada Selasa (28/6). “Vaksinasi kami prioritaskan di zona hijau PMK,” ujarMarhaen.

Program vaksinasi PMK ini merupakan ikhtiar untuk menanggulangi PMK. Harapannya, dengan vaksinasi yang dilakukan ini kasus PMK dapat ditekan. Sementara itu Muhaimin, 30, salah seorang peternak sapi di Desa Sonoageng, Prambon mengaku bahwa vaksinasi PMK sangat dibutuhkan warga. Harapannya, agar sapi-sapi warga yang sehat menjadi kebal. Sehingga, potensi tertular PMK menjadi semakin kecil. “Sekarang vaksinasi yang paling penting,” ujarnya.

Baca Juga :  Komisi III Gelar Rapat Kerja dengan DPRKPP dan ULP





Reporter: Andhika Attar Anindita
- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Dinas Pertanian (Disperta) Nganjuk terus menggenjot vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kota Angin. Disperta mengklaim bahwa capaian vaksinasi ini telah mencapai 72 persen. “Kami masih terus melakukan vaksinasi di lapangan sekarang,” ujar Kepala Disperta Nganjuk Judi Ernanto kepada Jawa Pos Radar Nganjuk kemarin.

Pemkab Nganjuk awalnya hanya mendapatkan vaksin PMK sebanyak 2.100 dosis. Lalu, mendapatkan tambahan lagi sebanyak 3.000 dosis. Semuanya untuk keperluan vaksinasi PMK tahap pertama. “Sasarannya masih sama. Kami fokuskan untuk sapi-sapi yang sehat,” ujarnya.

Namun begitu, jumlah dropping vaksin PMK yang didapatkan tersebut masih jauh dari kebutuhan di lapangan. Pasalnya, populasi sapi di Kota Angin tercatat mencapai 100 ribu ekor. Sedangkan vaksinasi dosis pertama ini baru mendapat 5.100 dosis saja. Artinya, masih sekitar 5 persen saja dari populasi yang ada.

Baca Juga :  Bupati Novi Pimpin Ritual Boyongan

Kondisi ini  tidak hanya dialami Kabupaten Nganjuk. Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah juga mengakui jika vaksin yang didistribusikan dengan kebutuhan jomplang. Sehingga, peternak diminta harus bersabar.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, peluncuran program vaksinasi ini diluncurkan langsung oleh Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. Yang mana dilakukan di salah satu kandang di Desa/Kecamatan Loceret pada Selasa (28/6). “Vaksinasi kami prioritaskan di zona hijau PMK,” ujarMarhaen.

Program vaksinasi PMK ini merupakan ikhtiar untuk menanggulangi PMK. Harapannya, dengan vaksinasi yang dilakukan ini kasus PMK dapat ditekan. Sementara itu Muhaimin, 30, salah seorang peternak sapi di Desa Sonoageng, Prambon mengaku bahwa vaksinasi PMK sangat dibutuhkan warga. Harapannya, agar sapi-sapi warga yang sehat menjadi kebal. Sehingga, potensi tertular PMK menjadi semakin kecil. “Sekarang vaksinasi yang paling penting,” ujarnya.

Baca Juga :  Empat Warga Baron Tewas





Reporter: Andhika Attar Anindita

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/