24.4 C
Kediri
Saturday, August 13, 2022

Lansia Asal Kaloran Curi Tabung Elpiji

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Lansia asal Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot nyaris diamuk massa. Dia adalah Kajat. Kakek berusia 60 tahun ini tertangkap basah mencuri tiga tabung elpiji 3 kilogram di toko kelontong milik Paido, 68, warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Prambon pada Selasa dinihari (19/7).

Menurut Kasi Humas Polres Nganjuk Iptu Supriyanto, sekitar pukul 02.00 WIB, Paidi mendengar suara mencurigakan di tokonya. Karena toko sudah tutup. Namun, ada suara besi terbentur besi. “Ting… Ting…Ting…”

Hal ini membuat Paidi curiga. Dia akhirnya keluar rumah untuk mengecek tokonya. Ternyata ada dua orang sedang membawa tiga elpiji. Melihat hal itu, Paidi langsung berteriak. “Maling… Maling… Maling..,” teriaknya.

Baca Juga :  Dewi Fortuna Tak Berpihak

Sontak, Kayat dan temannya ketakutan. Teman Kayat yang kabarnya bernama Pomo segera berlari. Sepeda motor Yamaha Vega bernopol L 4886 EM milik tersangka ditinggal.

Dalam sekejap, warga berdatangan. Kayat langsung dibekuk. Dia nyaris diamuk massa. Beruntung, aksi warga berhasil diredam. Sehingga, Kayat tidak terluka. Dia diamankan dan digelandang ke Mapolsek Prambon. Barang bukti yang diamankan tiga tabung elpiji 3 kilogram, sepeda motor Yamaha Vega, karung dan gembok yang sudah rusak.

- Advertisement -

Supriyanto mengatakan, saat ini, polisi masih memburu Pomo. Identitas tersangka sudah dikantongi petugas. Sayang, saat digerebek di rumahnya, Pomo tidak ada.

Menurut Kasi Humas Polres Nganjuk asal Bojonegoro ini, Kayat dan Pomo membobol toko dengan cara merusak gembok toko kelontong. Setelah gembok terbuka, mereka dengan leluasa masuk. Beruntung, sebelum membawa kabur barang curiannya, pemilik toko memergoki.

Baca Juga :  Puluhan Perempuan Jadi ODGJ karena Cerai

Saat ini, kata Supriyanto, polisi masih mengembangkan kasus ini. Karena ada dugaan, Kayat tidak hanya sekali beraksi. Ada kemungkinan, dia dan Pomo telah menjalankan aksinya di berbagai daerah di Kota Angin. “Kami masih melakukan penyelidikan untuk pengembangan kasus ini,” pungkasnya.

 






Reporter: Karen Wibi
- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Lansia asal Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot nyaris diamuk massa. Dia adalah Kajat. Kakek berusia 60 tahun ini tertangkap basah mencuri tiga tabung elpiji 3 kilogram di toko kelontong milik Paido, 68, warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Prambon pada Selasa dinihari (19/7).

Menurut Kasi Humas Polres Nganjuk Iptu Supriyanto, sekitar pukul 02.00 WIB, Paidi mendengar suara mencurigakan di tokonya. Karena toko sudah tutup. Namun, ada suara besi terbentur besi. “Ting… Ting…Ting…”

Hal ini membuat Paidi curiga. Dia akhirnya keluar rumah untuk mengecek tokonya. Ternyata ada dua orang sedang membawa tiga elpiji. Melihat hal itu, Paidi langsung berteriak. “Maling… Maling… Maling..,” teriaknya.

Baca Juga :  Pedagang Kambing Banting Harga

Sontak, Kayat dan temannya ketakutan. Teman Kayat yang kabarnya bernama Pomo segera berlari. Sepeda motor Yamaha Vega bernopol L 4886 EM milik tersangka ditinggal.

Dalam sekejap, warga berdatangan. Kayat langsung dibekuk. Dia nyaris diamuk massa. Beruntung, aksi warga berhasil diredam. Sehingga, Kayat tidak terluka. Dia diamankan dan digelandang ke Mapolsek Prambon. Barang bukti yang diamankan tiga tabung elpiji 3 kilogram, sepeda motor Yamaha Vega, karung dan gembok yang sudah rusak.

Supriyanto mengatakan, saat ini, polisi masih memburu Pomo. Identitas tersangka sudah dikantongi petugas. Sayang, saat digerebek di rumahnya, Pomo tidak ada.

Menurut Kasi Humas Polres Nganjuk asal Bojonegoro ini, Kayat dan Pomo membobol toko dengan cara merusak gembok toko kelontong. Setelah gembok terbuka, mereka dengan leluasa masuk. Beruntung, sebelum membawa kabur barang curiannya, pemilik toko memergoki.

Baca Juga :  Plt Bupati Marhaen Djumadi Buka Wokshop Barber Battle

Saat ini, kata Supriyanto, polisi masih mengembangkan kasus ini. Karena ada dugaan, Kayat tidak hanya sekali beraksi. Ada kemungkinan, dia dan Pomo telah menjalankan aksinya di berbagai daerah di Kota Angin. “Kami masih melakukan penyelidikan untuk pengembangan kasus ini,” pungkasnya.

 






Reporter: Karen Wibi

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/