24.4 C
Kediri
Saturday, October 1, 2022

Satlantas Polres Nganjuk Tilang Ratusan Pelajar

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Satlantas Polres Nganjuk terus melakukan razia untuk menindak pengendara sepeda motor yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) C dan motornya tidak standar. Ratusan pengendara motor ditilang sejak 5 Agustus hingga kemarin. Kemudian, motor yang tidak standar diamankan ke Mapolres Nganjuk, Satlantas Polres Nganjuk dan mapolsek. “Sampai hari keempat Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) Jayastamba, total ada 462 pengendara yang ditilang. Kemudian, 325 sepeda motor tidak standar kami amankan,” ujar Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Dini Annisa Rahmat kemarin.

Dalam razia KRYD itu, Satlantas Polres Nganjuk melakukan di berbagai titik di wilayah Kota Angin. Mayoritas yang terjaring razia adalah pelajar. Mereka tidak memiliki SIM C dan sepeda motornya menggunakan knalpot brong. “Razia ini untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya,” ujar Dini.

Baca Juga :  Pasangan Bukan Pasutri Terjaring

Untuk sepeda motor yang diamankan, mantan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Barito Selatan ini mengatakan, pemilik boleh mengambil setelah mengembalikan kondisi motor ke standar. Kemudian, mereka membayar denda tilang. Lalu, pemilik membuat surat keterangan tidak

mengulangi lagi perbuatannya. “Surat keterangan tidak mengulangi perbuatan wajib ada tanda tangan dari kapolsek, danramil, dan kades setempat,” tambahnya.

Selain itu, Dini mengatakan, KRYD juga bertujuan mencegah balap liar menjadi sasaran KRYD Jayastamba. Karena remaja di Kota Angin sering melakukan balap liar. Padahal, balap liar sangat berbahaya. Bisa menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa joki dan penonton.

- Advertisement -

Meski demikian, kasatlantas perempuan ini mengatakan, satlantas tidak hanya menilang. Namun, pihaknya juga terus sosialisasi ke pelajar di Kota Angin. Harapannya, sosialisasi tersebut bisa mencegah kenakalan remaja.

Baca Juga :  Berharap Semantok Jadi Magnet Wisatawan





Reporter: Karen Wibi
- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Satlantas Polres Nganjuk terus melakukan razia untuk menindak pengendara sepeda motor yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) C dan motornya tidak standar. Ratusan pengendara motor ditilang sejak 5 Agustus hingga kemarin. Kemudian, motor yang tidak standar diamankan ke Mapolres Nganjuk, Satlantas Polres Nganjuk dan mapolsek. “Sampai hari keempat Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) Jayastamba, total ada 462 pengendara yang ditilang. Kemudian, 325 sepeda motor tidak standar kami amankan,” ujar Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Dini Annisa Rahmat kemarin.

Dalam razia KRYD itu, Satlantas Polres Nganjuk melakukan di berbagai titik di wilayah Kota Angin. Mayoritas yang terjaring razia adalah pelajar. Mereka tidak memiliki SIM C dan sepeda motornya menggunakan knalpot brong. “Razia ini untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya,” ujar Dini.

Baca Juga :  Kisah Pemuda Desa Gebangkerep, Baron Mendirikan Teras Baca BKS

Untuk sepeda motor yang diamankan, mantan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Barito Selatan ini mengatakan, pemilik boleh mengambil setelah mengembalikan kondisi motor ke standar. Kemudian, mereka membayar denda tilang. Lalu, pemilik membuat surat keterangan tidak

mengulangi lagi perbuatannya. “Surat keterangan tidak mengulangi perbuatan wajib ada tanda tangan dari kapolsek, danramil, dan kades setempat,” tambahnya.

Selain itu, Dini mengatakan, KRYD juga bertujuan mencegah balap liar menjadi sasaran KRYD Jayastamba. Karena remaja di Kota Angin sering melakukan balap liar. Padahal, balap liar sangat berbahaya. Bisa menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa joki dan penonton.

Meski demikian, kasatlantas perempuan ini mengatakan, satlantas tidak hanya menilang. Namun, pihaknya juga terus sosialisasi ke pelajar di Kota Angin. Harapannya, sosialisasi tersebut bisa mencegah kenakalan remaja.

Baca Juga :  Bocah Pemerkosa Siswi MI Tidak Disel





Reporter: Karen Wibi

Artikel Terkait

Most Read

Ampas Kopi Itu Bisa Jadi Uang

Megengan Pandemi

Tiga Makam di Puncak Bukit Maskumambang


Artikel Terbaru

/