27.2 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Senin Pembunuh Bobby Akan Disidang

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Yogi, pembunuh Bobby Yong akan disidang di Pengadilan Negeri Kabupaten Nganjuk pada Senin (13/6). Tiga jaksa disiapkan Kejaksaan Negeri Nganjuk untuk menangani kasus Yogi. Mereka adalah Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Nganjuk Roy Ardiyan, Kasubsi Pidum Liya Listiana dan Kasubsi Pidsus Halim Irmanda. “Kami akan membuktikan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan membunuh Bobby,” ujar Roy.

Jadwal persidangan Yogi ini telah dikeluarkan Pengadilan Negeri Nganjuk. Agendanya adalah pembacaan dakwaan darim tim JPU. Karena itu, tim JPU mempersiapkan dakwaan dengan baik agar tidak dianggap kabur atau tidak jelas.

Roy menjelaskan, kejaksaan menyiapkan tiga jaksa untuk menangani kasus Yogi ini karena kasus pembunuhan tersebut cukup rumit dan menjadi perhatian publik. Sehingga, butuh tim untuk membuktikan jika Yogi benar-benar melakukan pembunuhan seperti yang didakwakan.

Baca Juga :  Hajatan di Banaran Tak Berizin

Untuk pelimpahan tersangka dan barang bukti (BB), Roy mengatakan, Yogi telah dilimpahkan pada Jumat (3/6). Pelimpahan berlangsung lancar.

Untuk diketahui, Yogi Sumardi, 28, warga Kota Malang membunuh Bobby di tempat persewaan garasi, Jalan Dr Soetomo, Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk pada 4 Februari 2022. Dia membunuh Bobby dengan menggunakan parang yang dibeli secara online. Akibatnya, Bobby mengalami 15 luka di tubuhnya. Paling parah adalah bacokan di lehernya.

Setelah buron selama 16,5 jam, Yogi berhasil diringkus Satreskrim Polres Nganjuk di rumah kos, Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom. Dia ditembak kaki kirinya.

Atas perbuatannya, Yogi dijerat pasal berlapis. Yaitu, Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Ancaman hukumannya maksimal adalah hukuman mati. Selain itu, penyidik juga menyiapkan pasal 338 KUHP tentang Tidak Pidana Pembunuhan yang Disengaja.

Baca Juga :  Temukan Belasan Makam Suku Kalang di Dekat Candi Lor Nganjuk

Ancaman hukumannya adalah 15 tahun penjara. Lalu, pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Ancaman hukumannya sembilan tahun penjara. Karena selain menghabisi Bobby, tersangka juga mencuri barang-barang berharga milik korban. Yaitu, pikap, laptop merek Lenovo, Nintendo Switch, dua smartphone merek OPPO dan Sony serta uang Rp 400 ribu di dompet korban.






Reporter: Karen Wibi
- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Yogi, pembunuh Bobby Yong akan disidang di Pengadilan Negeri Kabupaten Nganjuk pada Senin (13/6). Tiga jaksa disiapkan Kejaksaan Negeri Nganjuk untuk menangani kasus Yogi. Mereka adalah Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Nganjuk Roy Ardiyan, Kasubsi Pidum Liya Listiana dan Kasubsi Pidsus Halim Irmanda. “Kami akan membuktikan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan membunuh Bobby,” ujar Roy.

Jadwal persidangan Yogi ini telah dikeluarkan Pengadilan Negeri Nganjuk. Agendanya adalah pembacaan dakwaan darim tim JPU. Karena itu, tim JPU mempersiapkan dakwaan dengan baik agar tidak dianggap kabur atau tidak jelas.

Roy menjelaskan, kejaksaan menyiapkan tiga jaksa untuk menangani kasus Yogi ini karena kasus pembunuhan tersebut cukup rumit dan menjadi perhatian publik. Sehingga, butuh tim untuk membuktikan jika Yogi benar-benar melakukan pembunuhan seperti yang didakwakan.

Baca Juga :  Puluhan Umat Hindu Sembahyang Galungan

Untuk pelimpahan tersangka dan barang bukti (BB), Roy mengatakan, Yogi telah dilimpahkan pada Jumat (3/6). Pelimpahan berlangsung lancar.

Untuk diketahui, Yogi Sumardi, 28, warga Kota Malang membunuh Bobby di tempat persewaan garasi, Jalan Dr Soetomo, Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk pada 4 Februari 2022. Dia membunuh Bobby dengan menggunakan parang yang dibeli secara online. Akibatnya, Bobby mengalami 15 luka di tubuhnya. Paling parah adalah bacokan di lehernya.

Setelah buron selama 16,5 jam, Yogi berhasil diringkus Satreskrim Polres Nganjuk di rumah kos, Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom. Dia ditembak kaki kirinya.

Atas perbuatannya, Yogi dijerat pasal berlapis. Yaitu, Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Ancaman hukumannya maksimal adalah hukuman mati. Selain itu, penyidik juga menyiapkan pasal 338 KUHP tentang Tidak Pidana Pembunuhan yang Disengaja.

Baca Juga :  Pemkab Kepras Semua Usulan OPD

Ancaman hukumannya adalah 15 tahun penjara. Lalu, pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Ancaman hukumannya sembilan tahun penjara. Karena selain menghabisi Bobby, tersangka juga mencuri barang-barang berharga milik korban. Yaitu, pikap, laptop merek Lenovo, Nintendo Switch, dua smartphone merek OPPO dan Sony serta uang Rp 400 ribu di dompet korban.






Reporter: Karen Wibi

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/