KEDIRI, JP Radar Kediri - Kebiasaan membakar petasan ternyata menjadi kebiasaan yang dilakukan sebagian warga Desa Karangtengah. Terutama ketika Ramadan seperti sekarang ini. Namun, kejadian bubuk petasan meledak ini merupakan kali pertama terjadi.
Karena itulah, insiden tersebut sontak membuat warga heboh. Banyak warga yang didera ketakutan. Terutama yang rumahnya dekat dengan lokasi.
Seorang warga yang rumahnya juga berdekatan dengan lokasi kejadian mengaku mendengar ledakan sebanyak dua kali. Yang kedua suaranya lebih menggelegar, lebih keras dibanding yang pertama.
Karena itulah wanita ini sempat ketakutan. Apalagi rumahnya hanya 40-an meter dari lokasi ledakan. Sayang, ketika ditanya lebih jauh, dia enggan menjawab. Termasuk ketika ditanya nama.
“Nggak tahu apa-apa,” elaknya ketika ditanya Jawa Pos Radar Kediri.
Dahsyatnya ledakan juga bisa dilihat dari kerasnya suara yang diakibatkan. Bahkan terdengar hingga dusun lain. Seperti yang didengar oleh Munif Kurniawan, yang tinggal di Dusun Kedungrejo.
Dia mengaku mendengar ledakan. Namun, dia mengira suara itu berasal dari mercon yang sengaja diledakkan. Pasalnya, saat momen Ramadan, sebagian warga memang memiliki kebiasaan menyalakan mercon.
"Rumah saya sekitar setengah kilometer (500 meter, Red). Kedengarannya ya kayak mercon biasa, hari-hari kan, setiap malam kan ada bunyi mercon," akunya sembari menyebut dirinya memang masih terjaga saat mendengar dua bunyi ledakan tersebut.
Terpisah, Kepala Desa Karangtengah Sukarmanto menyebut insiden ledakan seperti ini baru pertamakali terjadi di wilayahnya. Hanya saja, dia tidak menampik jika sebagian warganya masih memiliki kebiasaan menyalakan mercon.
"Merconan itu tiap tahun, tetapi yang kejadian semacam ini baru kali ini," akunya. (em/fud)
Editor : Andhika Attar Anindita