JP Radar Kediri - Pendaftaran dibukanya CPNS 2026 merupakan hal amat dinanti para jutaan pencari kerja di seluruh penjuru tanah air.
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengungkapkan,sekitar 160 ribu hingga 166 ribu aparatur sipil negara (ASN) tiap tahunnya pensiun, termasuk sepanjang tahun lalu hingga 2026.
Sehingga, untuk memenuhi kekosongan posisi dari ASN yang pensiun itu, maka pemerintah berencana menggelar proses rekrutmen calon aparatur sipil negara alias CASN, termasuk untuk formasi CPNS ataupun PPPK.
Akan tetapi proses ini tentu berlangsung lama, karena masih dalam tahap pembahasan antara Kementerian PANRB dengan Kementerian Keuangan, terutama terkait dengan proses penganggarannya.
"Setiap tahun ya sekitar 160.000-166.000 lah yang pensiun, termasuk juga yang di tahun 2025 kemarin. Nah, itu berarti kalau kita menggunakan prinsip zero growth, ya berarti yang 160.000 itulah yang akan kami rekrut," kata Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB, Jumat (13/03/2026).
Ia mengatakan perlu adanya kebijakan bukan hanya dari Kementerian PANRB, tapi juga membutuhkan pertimbangan dari menteri keuangan, termasuk juga ketersediaan anggaran.
Kendati begitu, Aba menekankan sebetulnya pemerintah saat ini memiliki kelebihan stok ASN dari proses rekrutmen pada 2024 silam. Ia mengatakan, jumlah ASN saat ini sekitar 6,5 juta orang, termasuk 1,2 juta ASN yang direkrut untuk formasi pada 2024.
Namun, ia mengakui, dari jumlah ASN yang ada saat ini, kebutuhan utama masih terletak pada guru maupun tenaga pendidik, hingga tenaga kesehatan. Sebab, masih ada sekolah dan unit pelayanan kesehatan yang kebutuhan guru serta tenaga kesehatannya belum terpenuhi.
"Dan yang lebih penting kita harus memberikan ruang kepada talenta-talenta baru untuk bisa bergabung menjadi aparatur sipil negara apabila memang lowongannya dimungkinkan di tahun 2026," paparnya.
Dalam keterangannya pada awal Maret 2026, Rini menyebutkan ada sekitar 160.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah memasuki masa purnatugas pada 2025. Jumlah yang sangat besar ini tentu harus segera ditutupi agar pelayanan publik tidak terhambat.
"Kami sangat concern terhadap para fresh graduate untuk bisa ikut serta membantu birokrasi ini," ucapnya. Ia menegaskan bahwa saat ini Kementerian PANRB masih meminta setiap kementerian dan lembaga memetakan kebutuhan, termasuk kompetensi yang dibutuhkan di setiap instansi.
Di tengah rencana pengisian kursi kosong tersebut, pemerintah menaruh harapan besar pada tenaga-tenaga muda. Rini menegaskan bahwa kementeriannya sangat menaruh perhatian pada lulusan baru (fresh graduate) agar bisa bergabung dan membawa inovasi ke dalam sistem birokrasi pemerintahan.
Pemerintah Berupaya Membuka Seleksi CPNS 2026
Rini mengatakan pemerintah berupaya untuk bisa membuka seleksi CPNS 2026. Ia memperkirakan kebutuhan sumber daya pegawai baru pada tahun ini mencapai 160 ribu orang, selaras dengan jumlah ASN yang pensiun pada 2025.
Namun, kata dia, kuota yang akan dibuka nanti belum tentu sesuai dengan jumlah tersebut. Rini berujar semua bergantung pada ketersediaan anggaran.
“Kita perlu 160 ribu tapi misal yang lolos cuma 30 ribu, tentu kita harus memikirkan bagaimana cara mengisi 120 ribu sisanya, kan.”
Kementerian Keuangan Siapkan Strategi Rekrutmen
Selain arah kebijakan nasional, kepastian rekrutmen juga terlihat dari rencana strategis instansi pusat. Salah satu yang paling siap adalah Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Rencana penambahan pegawai ini tertuang secara rinci dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kemenkeu Tahun 2025-2029. Dalam aturan tersebut, Kemenkeu tidak hanya mengandalkan jalur CPNS umum, tetapi juga memaksimalkan rekrutmen melalui Sekolah Kedinasan (PKN STAN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Bahkan, Kemenkeu tengah mengkaji penerapan sistem rekrutmen ASN yang lebih fleksibel guna menyesuaikan dengan kebutuhan organisasi yang dinamis.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat mengungkapkan bahwa pihaknya akan membuka pendaftaran CPNS 2026.
Namun, pendaftarannya terbatas atau hanya terbuka pada lulusan Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) dan sekolah menengah atas (SMA).
Hal ini dikarenakan Kemenkeu telah membuka pendaftaran CPNS untuk jalur umum pada rekrutmen sebelumnya.
Kemenkeu sendiri berencana menyerap 279 lulusan STAN pada pendaftaran CPNS tahun depan.
Bahkan, Kemenkeu juga akan membuka lowongan bagi 300 pekerja lulusan SMA di seluruh Indonesia sebagai petugas lapangan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil