JP Radar Kediri - Bantuan sosial (bansos) tidak kunjung cair padahal sebelumnya rutin menerima? Jawabannya mungkin terletak pada angka desil.
Dalam mekanisme terbaru yang berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), angka desil menjadi indikator utama untuk mengukur tingkat kesejahteraan sebuah keluarga.
Sesuai aturan terbaru, hanya masyarakat yang berada di kelompok desil tertentu yang diprioritaskan mendapat bantuan seperti PKH dan BPNT.
Apa Itu Desil dalam Bansos?
Sebelum mengecek, masyarakat perlu memahami bahwa desil adalah pengelompokan rumah tangga berdasarkan tingkat kesejahteraan. Terdapat 10 kelompok masyarakat dari paling rentan hingga paling mampu sebagai berikut.
| Desil 1 | Sangat Miskin |
| Desil 2 | Miskin |
| Desil 3 | Hampir Miskin |
| Desil 4 | Rentan Miskin |
| Desil 5 | Menengah ke Bawah |
| Desil 6-10 | Menengah ke Atas |
Pemerintah umumnya memprioritaskan bantuan untuk masyarakat yang berada di desil 1 hingga 4. Jika angka desil seseorang naik ke angka 5 atau lebih, sistem secara otomatis akan menganggapnya telah "naik kelas" dan bantuan bisa dihentikan.
Cara Cek Angka Desil Secara Mandiri
Pengecekan desil kini terintegrasi dengan pengecekan kepesertaan bansos. Berikut langkah-langkahnya.
- Melalui Situs Resmi Cek Bansos
- Buka situs https://cekbansos.kemensos.go.id.
- Masukkan NIK sesuai KTP
- Ketik kode huruf yang tertera dalam kotak
- Klik tombol “Cari Data”
- Melalui Aplikasi Cek Bansos
- Unduh aplikasi Cek Bansos melalui Play Store atau App Store
- Buat akun baru dengan mengunggah foto KTP dan swafoto bersama KTP
- Login menggunakan akun yang sudah terverifikasi
- Pilih menu "Profil"
- Konfirmasi ke Pendamping Sosial
- Cara paling akurat untuk mengetahui angka desil spesifik adalah melalui pendamping atau petugas operator SIKS-NG di kantor desa atau kelurahan. Mereka memiliki akses ke data back-end yang menampilkan posisi desil secara mendetail.
Baca Juga: Bansos Lebaran 2026 oleh Kemensos Dipercepat, Bantuan Rp3-5 Juta Ditargetkan Selesai 15 Maret
Kenapa Angka Desil Bisa Berubah?
Karena sistem DTSEN bersifat dinamis, angka desil bisa berubah setiap tiga bulan sekali. Hal ini dipengaruhi oleh hasil verifikasi lapangan dan sinkronisasi data tunggal.
Biasanya petugas menemukan adanya peningkatan aset atau pendapatan rumah tangga. Selain itu, pengolahan data matang oleh BPS yang membandingkan kondisi ekonomi dengan standar terbaru nasional juga bisa menjadi faktor angka desil berubah.
Bagi warga Kediri, sangat disarankan untuk memastikan data kependudukan selalu update. Jika merasa posisi desil tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan, misalnya ekonomi menurun tapi desil naik, masyarakat bisa mengajukan keberatan atau usul baru melalui mekanisme musyawarah desa (Musdes).
Baca Juga: Cair! Bansos PKH BPNT 5 Maret 2026 Masuk Rekening Bank Rp600 Ribu, Cek Penerimanya
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil