JP Radar Kediri – Informasi terkait pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026 sangat dinantikan jutaan masyarakat tanah air. Terbukti, kini media sosial ramai dengan konten CPNS mulai dari formasi hingga Latihan soal tahun-tahun sebelumnya.
Tak hanya itu, pemerintah nampaknya juga akan memberikan perhatian khusus untuk lulusan baru (fresh graduate). Terlebih Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Rini Widyantini, buka suara mengenai besarnya kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di tahun ini.
Baca Juga: MenPAN RB Sebut 160.000 PNS Pensiun, Sinyal Formasi Diisi Lewat CPNS 2026
160 Ribu PNS Pensiun, Peluang Emas CPNS 2026?
Menteri Rini mengungkapkan fakta menarik, dimana sepanjang tahun 2025, tercatat ada sekitar 160.000 ASN yang telah memasuki masa purnatugas (pensiun).
Kekosongan kursi dalam jumlah masif ini tentu harus segera diisi agar roda pelayanan publik dan pemerintahan tidak pincang.
"Kami kan sudah menyediakan sekitar 160.000 pensiun yang memang harus diisi. Mudah-mudahan (di 2026 ada tes CPNS)," ungkap Rini, pada Senin (2/3/2026).
Meski telah memberikan “lampu hijau”, Rini menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memastikan jadwal pasti kapan pendaftaran CPNS 2026 akan resmi dibuka.
Baca Juga: Nasib Seleksi CPNS 2026, Menteri PANRB Beri Sinyal Kuat Seiring 160 Ribu PNS Pensiun
Rekrutmen Tak Instan, Bergantung pada Kantong Negara
Banyak yang bertanya mengapa jadwal seleksi belum juga diketok palu. Menpan-RB menjelaskan bahwa perencanaan rekrutmen ASN memerlukan proses birokrasi dan kalkulasi yang sangat panjang, terutama terkait ketersediaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Prosesnya sangat panjang ya, kesiapan anggarannya. Misalnya ada 160.000 (yang pensiun), tapi anggarannya belum bisa seluruhnya kita isi (penuhi sekaligus)," jelas Rini. Artinya, kuota formasi yang akan dibuka sangat bergantung pada kemampuan fiskal negara saat ini.
Fresh Graduate Dapat Perhatian Lebih
Di tengah proses hitung-hitungan anggaran tersebut, pemerintah memastikan akan memberikan porsi perhatian yang besar bagi para fresh graduate. Tenaga-tenaga muda ini dinilai sangat krusial untuk membantu mempercepat modernisasi dan adaptasi birokrasi pemerintahan.
Saat ini, Kementerian PAN-RB tengah menginstruksikan seluruh instansi pusat dan daerah untuk memetakan kebutuhan pegawai mereka secara mendetail, bukan hanya soal jumlah, tetapi spesifik pada kompetensi teknis yang relevan dengan tantangan zaman.
Jurusan Paling Dicari: Digital dan Infrastruktur Jadi Primadona
Sembari menunggu pengumuman resmi, calon pelamar D3 hingga S1 bisa menjadikan tren formasi CPNS sebelumnya (2024/2025) sebagai kompas persiapan. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara (BKN), pemerintah pusat maupun daerah sedang gencar memburu dua kelompok keahlian utama:
Talenta Digital (IT): Sejalan dengan masifnya program Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), lulusan dari jurusan Teknik Informatika dan Sistem Informasi diprediksi akan kembali kebanjiran lowongan.
Ahli Infrastruktur: Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan proyek strategis nasional lainnya membuat tenaga teknis sangat dibutuhkan. Lulusan Teknik Sipil dan Arsitektur dipastikan akan tetap menjadi "anak emas" dalam rekrutmen mendatang.
Bagi kamu yang memiliki latar belakang pendidikan di atas, ini adalah momen yang tepat untuk mulai mencicil persiapan belajar tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dari sekarang!
BKN Sebut Belum Ada Pengumuman Resmi
Di tempat terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakhrulloh, meminta masyarakat untuk bersabar dan tidak mudah terpancing isu simpang siur. Hingga saat ini, BKN memastikan belum merilis jadwal resmi pendaftaran CPNS 2026.
Sistem rekrutmen ASN harus melalui serangkaian tahapan birokrasi, mulai dari penetapan kebutuhan nasional, persetujuan formasi, hingga akhirnya diumumkan secara resmi kepada publik.
Zudan mengingatkan bahwa seluruh proses pendaftaran CPNS nantinya hanya akan dilakukan satu pintu melalui portal resmi SSCASN yang dikelola oleh BKN.
"Pendaftaran tidak pernah dilakukan melalui tautan (link) pribadi atau situs web yang tidak dikenal. BKN menjamin proses rekrutmen ini berjalan transparan dan bebas dari unsur penipuan," tegas Zudan melalui keterangan resmi di laman BKN.
Baca Juga: Prediksi Formasi CPNS 2026, Dapat Sinyal Positif dari Kementerian Keuangan Hingga BRIN
Awas Video Hoaks Berteknologi Deepfake
Seiring tingginya antusiasme masyarakat menyambut CPNS 2026, BKN menemukan adanya peredaran video palsu di media sosial yang mengatasnamakan lembaga tersebut. Video itu mengarahkan masyarakat ke tautan pendaftaran fiktif yang berpotensi menjadi jebakan kejahatan siber (phishing).
Lebih parahnya, video penipuan itu dibuat menggunakan teknologi rekayasa kecerdasan buatan (AI) atau deepfake, sehingga wajah dan suara di dalam video tersebut sangat menyerupai Kepala BKN, Zudan Arif Fakhrulloh.
Berdasarkan hasil uji forensik digital yang dilakukan tim BKN, video tersebut dipastikan 100 persen hoaks.
"Hasil analisis menunjukkan video itu tidak autentik. Baik dari segi visual, suara, perilaku wajah, pencahayaan, hingga jejak digitalnya adalah hasil manipulasi. Oleh karena itu, video tersebut jangan dijadikan rujukan informasi apa pun," imbau Zudan.
Masyarakat diimbau untuk selalu memperbarui informasi terkait CPNS 2026 hanya melalui situs web dan akun media sosial resmi milik BKN maupun Kementerian PANRB.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil