Alih-alih meredam perdebatan, unggahan tersebut justru memantik beragam tanggapan warganet. Sebagian pihak menilai kontribusi yang disampaikan belum sepadan dengan nilai beasiswa negara yang mencapai miliaran rupiah.
Lewat akun Instagram pribadinya, @tasyakamila, pada Selasa, (24/2), mantan artis cilik itu menjabarkan sejumlah kegiatan dan peran yang ia klaim telah dijalankan usai menuntaskan studi Master of Public Administration di Columbia University, Amerika Serikat.
Pendidikan jenjang magister itu ditempuhnya melalui program beasiswa LPDP pada kurun 2016 hingga 2018.
“Terima kasih @lpdp_ri atas kepercayaannya. Alhamdulillah telah selesai masa bakti. Bismillah, jangan lelah mencintai negeri. Kita semua punya tempat untuk berkontribusi,” tulis Tasya.
Meski begitu, sejumlah warganet melontarkan kritik dan mempertanyakan dampak nyata dari program-program yang dipaparkan.
Mereka menilai aktivitas yang disebutkan tidak jauh berbeda dengan kegiatan pengabdian skala kecil seperti program kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa atau aktivitas komunitas lokal.
Beberapa komentar netizen bahkan membandingkan kontribusi tersebut dengan kegiatan organisasi kampus atau program tanggung jawab sosial perusahaan.
“Mba, kok dampaknya tidak terasa sebesar dana yang digunakan ya? Ini lebih mirip program kerja BEM, CSR perusahaan, atau kegiatan sosial lingkungan,” tulis salah satu akun. Ada pula yang menyebut bahwa program yang dijalankan terlihat seperti agenda kerja mahasiswa.
Komentar lain menyoroti penggunaan dana negara untuk membiayai pendidikan tinggi dengan harapan menghasilkan dampak sosial yang lebih luas.
Beberapa warganet menilai bahwa tanpa beasiswa LPDP, aktivitas serupa sebenarnya juga bisa dilakukan oleh banyak mahasiswa atau komunitas lokal. Kritik tersebut pun memperlihatkan masih beragamnya pandangan publik terhadap bentuk kontribusi para penerima beasiswa negara.
Sebagian warganet juga membandingkan kiprah yang disampaikan dengan gerakan komunitas lingkungan seperti Pandawara Group.
Mereka menilai aksi komunitas tersebut dianggap memberikan dampak langsung bagi lingkungan dan masyarakat, meskipun tidak didukung oleh program beasiswa negara seperti LPDP.
“Pandawara enggak pakai LPDP tetep jadi inspirasi dan berdampak besar buat negara dan rakyat love @pandawaragroup,” ujar netizen lainnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian