Karena itu, ia mengingatkan seluruh awardee LPDP agar tetap menjaga sikap dan etika, termasuk dalam menyampaikan pendapat di ruang publik, mengingat mereka merupakan penerima pendanaan dari negara.
“Saya harapkan ke depan, teman-teman yang mendapatkan pinjaman LPDP, kalau tidak senang ya tidak senang. Tapi jangan menghina-hina negara lah, jangan begitu,” kata Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTA di Jakarta, Senin (23/2), dikutip dari Jawapos.
Ia menekankan bahwa sanksi yang disiapkan bukan hanya sebatas peringatan. Penerima LPDP yang terbukti menghina negara akan dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) dan tidak diperkenankan berkarier di lingkungan pemerintahan.
“Nanti akan saya blacklist dia, di seluruh pemerintahan enggak akan bisa masuk. Nanti akan kita lihat blacklist-nya seperti apa, jadi jangan menghina negara Anda sendiri,” tegasnya.
Menurutnya, boleh saja jika penerima melayangkan kritik terhadap negara, namun tetap harus dalam koridor yang santun dan bertanggung jawab. Purbaya menilai, kritik berbeda dengan tindakan menghina negara.
Menurutnya, para penerima beasiswa tetap diperbolehkan menyampaikan kritik terhadap negara. Namun, kritik tersebut harus disampaikan secara santun dan penuh tanggung jawab.
Purbaya menegaskan bahwa menyampaikan kritik tentu berbeda dengan tindakan yang bersifat menghina negara.
“Kalau enggak patriotis enggak apa-apa, tapi jangan menghina negara deh. Dan saya ingatkan kepada teman-teman yang lain dari LPDP, dan saya pastikan yang ini akan di-blacklist betulan dengan serius,” tandasnya.
Sebagai informasi, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) merupakan program beasiswa yang dikelola pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, baik melalui studi di dalam maupun luar negeri. Program tersebut didanai melalui dana abadi pendidikan yang bersumber dari APBN.
Pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencuat setelah seorang alumnus LPDP berinisial DS menjadi sorotan di media sosial.
Ia viral usai mengunggah pernyataan “Cukup saya WNI, anak jangan” sembari memperlihatkan paket dari Home Office Inggris yang berisi dokumen kewarganegaraan anaknya sebagai warga negara Inggris.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : rekian