JP Radar Kediri - Teka-teki mengenai pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026 mulai menemui titik terang. Meski jadwal resmi belum dirilis, pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) memberikan sinyal kuat mengenai pergeseran fokus rekrutmen di masa mendatang.
Menteri PANRB, Rini Widyantini, menegaskan bahwa setelah penataan tenaga honorer (non-ASN) tuntas, pemerintah berencana membuka pintu lebih lebar bagi pelamar umum, khususnya lulusan baru (fresh graduate).
"Ke depannya, kami berharap bisa fokus memberikan kesempatan bagi para fresh graduate untuk ikut serta dalam seleksi ASN," ujar Rini. Pernyataan ini menjadi angin segar bagi talenta muda yang telah lama menantikan kesempatan mengabdi di instansi pemerintah.
Kementerian Keuangan Siapkan Strategi Rekrutmen
Selain arah kebijakan nasional, kepastian rekrutmen juga terlihat dari rencana strategis instansi pusat. Salah satu yang paling siap adalah Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Rencana penambahan pegawai ini tertuang secara rinci dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kemenkeu Tahun 2025-2029. Dalam aturan tersebut, Kemenkeu tidak hanya mengandalkan jalur CPNS umum, tetapi juga memaksimalkan rekrutmen melalui Sekolah Kedinasan (PKN STAN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Bahkan, Kemenkeu tengah mengkaji penerapan sistem rekrutmen ASN yang lebih fleksibel guna menyesuaikan dengan kebutuhan organisasi yang dinamis.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat mengungkapkan bahwa pihaknya akan membuka pendaftaran CPNS 2026.
Namun, pendaftarannya terbatas atau hanya terbuka pada lulusan Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) dan sekolah menengah atas (SMA).
Hal ini dikarenakan Kemenkeu telah membuka pendaftaran CPNS untuk jalur umum pada rekrutmen sebelumnya.
Kemenkeu sendiri berencana menyerap 279 lulusan STAN pada pendaftaran CPNS tahun depan.
Bahkan, Kemenkeu juga akan membuka lowongan bagi 300 pekerja lulusan SMA di seluruh Indonesia sebagai petugas lapangan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Membuka Pendaftaran
Kepala BRIN, Arif Satria telah memberikan sinyal bahwa lembaganya akan membuka pendaftaran CPNS 2026 dengan formasi periset sebagai siasat atas minimnya jumlah periset di Indonesia.
Beberapa bidang yang diprioritaskan diantaranya,
- pemuliaan tanaman,
- nanoteknologi,
- genomics,
- antariksa,
- sains material,
- dan bidang teknologi keberlanjutan.
Menurutnya, jumlah periset Indonesia saat ini sendiri masih berada di angka 300 orang per satu juta penduduk.
Hal ini jauh berbeda dengan kondisi di negara maju, yang memiliki sekitar 4.000 periset per satu juta penduduk.
Syarat pendaftaran CPNS 2026
1. Berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) dan memenuhi persyaratan administrasi yang ditetapkan oleh instansi terkait, termasuk ketentuan batas usia.
2. Berusia paling rendah 18 tahun dan paling tinggi 35 tahun. Batas usia dapat diperpanjang hingga 40 tahun untuk jabatan tertentu, seperti dokter, dokter gigi, dokter pendidik klinis, dosen, peneliti, dan perekayasa.
3. Memiliki kondisi kesehatan fisik dan mental yang layak sesuai dengan persyaratan jabatan.
4. Tidak pernah dijatuhi hukuman pidana dengan ancaman atau vonis penjara paling singkat dua tahun.
5. Tidak memiliki riwayat pemberhentian tidak hormat sebagai PNS, prajurit TNI, anggota Polri, maupun pegawai swasta.
6. Tidak sedang berstatus sebagai CPNS, PNS, prajurit TNI, atau anggota Polri.
7. Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik serta tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis.
8. Memiliki kualifikasi pendidikan yang sesuai dengan formasi atau jabatan yang dilamar.
9. Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan jabatan.
10. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia
Formasi CPNS 2026
Formasi-formasi yang diprioritaskan kemungkinan besar akan mencakup sektor-sektor strategis yang menjadi fokus pembangunan nasional. Ini termasuk:
- Tenaga Pendidikan:
Formasi guru untuk jenjang pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.
- Tenaga Kesehatan:
Dokter, perawat, apoteker, dan tenaga medis lainnya.
- Tenaga Teknis:
Formasi ini akan mencakup berbagai posisi yang dibutuhkan di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, termasuk di bidang teknologi informasi, analisis kebijakan, dan pelayanan publik.
Selain itu, ada harapan besar pendaftaran CPNS 2026 bagi lulusan SMA SMK.
Diharapkan pemerintah melalui BKN juga akan mengakomodasi lulusan dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk lulusan SMA/SMK.
Formasi CPNS untuk lulusan SMA SMK biasanya tersedia di instansi yang membutuhkan tenaga pelaksana, seperti di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM atau Kejaksaan.
Baca Juga: Update Terbaru Rekrutmen CPNS 2026, BKN Minta Instansi Harus Realistis Ajukan Kebutuhan Formasi
Seleksi sekolah kedinasan 2025
Seleksi ini menyediakan 3.252 formasi dari tujuh kementerian/lembaga, di antaranya:
STMKG (BMKG): 350 formasi
STIS (BPS): 400 formasi
PSSN (BSSN): 50 formasi
IPDN: 1.061 formasi
STIN (BIN): 100 formasi PKN
STAN: 500 formasi
SIPENCATAR (Kemenhub): 791 formasi Tahapan seleksi telah berlangsung sejak 28 Juni 2025, dengan pelaksanaan SKD pada 11–26 Agustus 2025.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil