Ia mengaku sangat keberatan dengan narasi yang berkembang di publik yang seolah-olah menggambarkan dirinya sebagai sosok yang berpikiran keji.
Roby menegaskan, apabila cerita yang disampaikan Aurelie dalam buku Broken Strings memang benar dan dirinya disebut sebagai pelaku, ia meminta agar hal tersebut dibuktikan secara hukum.
Ia juga menyatakan tidak takut apabila persoalan tersebut dibawa ke ranah pidana.
"Bukan hanya membantah tuduhan kekerasan atau apa pun itu. Untuk masalah hukum, saya tidak mau jadi orang yang apa terlalu tahu ya. Saya tidak belajar hukum. Saya ada konsultasi sama teman saya yang memang kuliah S2 hukum," kata Roby Tremonti, dikutip dari Jawapos, (14/1).
Ia juga mengingatkan agar tidak sembarangan menuduh seseorang melakukan perbuatan yang tidak baik.
Menurutnya, tuduhan yang tidak dapat dibuktikan berpotensi menimbulkan persoalan hukum bagi pihak yang melontarkannya.
"Dia (teman) menyampaikan kepada saya dengan menuduh seseorang, misalkan dia memukul saya, si pelapor yang menyebarkan informasi ada yang mukul dia, tapi yang ngomong ini tidak bisa membuktikan dengan bukti petunjuk, dengan saksi, dan kronologi," katanya.
Roby Tremonti kembali menantang Aurelie Moeremans untuk membuktikan tudingan tersebut apabila dirinya memang dianggap telah melakukan kekerasan.
"Buktikanlah adanya kekerasan itu dengan bukti bukti. Buktinya mana? Kenapa nggak lapor polisi? Kenapa lapornya seperti ini sampai kalian jam segini saja masih di sini," ungkap Roby Tremonti.
Sebelumnya diberitakan, buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans ramai diperbincangkan publik setelah artis yang kini tengah mengandung itu mengungkap pengalaman kelam berupa kekerasan yang dialaminya semasa remaja.
Pengakuan tersebut dituangkan dalam buku setebal 220 halaman dan disebut sebagai bagian dari proses penyembuhan diri, sehingga menuai perhatian serta simpati luas dari pembaca.
Meski tidak secara gamblang menyebut sosok pelaku, warganet menduga tokoh yang dimaksud dalam cerita tersebut adalah aktor Roby Tremonti.
Seiring kisah child grooming itu kembali viral di media sosial, perhatian publik pun tertuju pada Roby, memicu diskusi luas terkait isu kekerasan terhadap anak.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian