Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mau Daftar CPNS Pakai Ijazah SMA? Pikir Ulang Dulu, Ini 4 Hal yang Perlu Kamu Pertimbangkan

Ilmidza Amalia Nadzira • Selasa, 27 Mei 2025 | 22:41 WIB
Siswa SMA.
Siswa SMA.

JP Radar Kediri - Bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berniat mendaftar seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), sebaiknya tidak terburu-buru mengambil keputusan.

Meskipun pemerintah masih membuka peluang bagi lulusan SMA untuk ikut dalam rekrutmen ASN, ada sejumlah pertimbangan serius yang perlu dipikirkan secara matang sebelum benar-benar melangkah ke proses seleksi.

Memang, menjadi PNS adalah impian banyak orang karena dianggap memiliki jenjang karier yang stabil, penghasilan tetap, dan berbagai fasilitas lainnya.

Namun, bagi pendaftar yang hanya mengandalkan ijazah SMA, ada beberapa konsekuensi yang harus disadari sejak awal.

Tanpa pemahaman yang cukup, keputusan ini bisa berdampak panjang terhadap perjalanan karier ke depannya.

Baca Juga: Bukan Gara-Gara Efisiensi Anggaran! Pemerintah Ungkap Alasan Seleksi CPNS dan PPPK Tahun 2025 Ditiadakan

Berikut ini empat alasan utama mengapa calon pelamar CPNS lulusan SMA perlu berpikir ulang sebelum melangkah lebih jauh:

  1. Masuk Golongan Rendah, Gaji Pokok Juga Kecil
    Lulusan SMA yang lolos seleksi CPNS secara otomatis akan ditempatkan di golongan IIa, yang merupakan tingkatan awal dalam struktur kepegawaian ASN.

    Gaji pokok di golongan ini tentu jauh lebih rendah dibandingkan mereka yang mendaftar dengan ijazah sarjana (S1) yang langsung masuk ke golongan IIIa.

    Perbedaan nominal ini cukup signifikan dan akan berdampak jangka panjang, terutama jika dikaitkan dengan penghasilan tambahan seperti tunjangan kinerja.

  2. Naik Pangkat Butuh Waktu Panjang dan Proses Bertahap
    Tidak seperti lulusan sarjana yang bisa langsung meniti karier dari tingkat menengah, lulusan SMA harus melalui proses panjang jika ingin naik golongan.

    Dari IIa, mereka harus melewati tahapan ke IIb, IIc, lalu IId sebelum akhirnya bisa masuk ke golongan IIIa.

    Setiap kenaikan membutuhkan waktu, kinerja baik, dan kelengkapan administrasi. Artinya, proses ini bisa memakan waktu bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, tergantung dari kinerja dan kebijakan instansi.

  3. Sulit Masuk Jabatan Strategis atau Struktural
    Salah satu kendala besar lainnya adalah keterbatasan akses terhadap jabatan struktural atau posisi manajerial di lingkungan pemerintahan.

    Banyak posisi strategis yang mensyaratkan golongan minimal IIIa dan latar belakang pendidikan minimal S1.

    Hal ini membuat peluang lulusan SMA untuk meniti karier hingga ke puncak birokrasi menjadi jauh lebih kecil, kecuali mereka melanjutkan pendidikan di tengah masa pengabdian.

  4. Persaingan Ketat, Peluang Terbatas
    Meski ada formasi untuk lulusan SMA, kuotanya tidak sebanyak lulusan D3 atau S1. Di sisi lain, banyak pelamar dengan latar pendidikan lebih tinggi yang juga mengincar posisi sama. Artinya, persaingan di jalur SMA tetap sengit, dan tanpa keunggulan khusus, peluang untuk lolos menjadi lebih kecil.

Dengan mempertimbangkan keempat poin tersebut, calon pelamar CPNS lulusan SMA diharapkan tidak hanya melihat sisi menarik dari status ASN, tetapi juga memikirkan realita jangka panjang.

Jika memungkinkan, melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi bisa menjadi pilihan cerdas sebelum kembali mencoba peruntungan di seleksi CPNS berikutnya.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#cpns dibatalkan #CPNS 2025 tapi lulusan SMA atau SMK saja #CPNS lulusan SMA SMK