Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengenal Inovasi Singapura dalam Pengelolaan Sampah

Redaksi Radar Kediri • Jumat, 28 Maret 2025 | 17:30 WIB

 

Singapura
Singapura

JP Radar Kediri - Singapura, sebagai negara maju dengan wilayah yang terbatas, menghadapi tantangan besar dalam menjaga keseimbangan lingkungan di tengah pesatnya aktivitas ekonomi dan urbanisasi. Dengan lahan hijau yang terbatas dan jumlah penduduk yang padat, negara ini sangat rentan terhadap dampak negatif perubahan iklim serta aktivitas warganya sendiri. 

Oleh karena itu, pemerintah Singapura memberikan perhatian serius terhadap isu lingkungan demi menjaga keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan penduduknya. Salah satu langkah strategis yang diterapkan adalah inisiatif Zero Waste Nation, yang bertujuan mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir (TPA) dengan metode pengelolaan sampah yang lebih modern dan efisien. 

Singapura sendiri hanya memiliki satu TPA Semakau, yang diprediksi akan penuh pada 2035, sehingga diperlukan upaya signifikan untuk menekan jumlah sampah yang masuk, yang bisa mencapai 2.000 ton per tahun. 

Di beberapa kawasan seperti Marina Bay dan Punggol, sampah tidak lagi diangkut menggunakan truk, melainkan langsung disedot melalui jaringan pipa bawah tanah menuju pusat pengolahan. Di pusat ini, sampah dipilah sebelum dikirim ke fasilitas pembakaran modern.

Sampah kemudian dibakar pada suhu tinggi hingga 1000 derajat Celcius selama 24 jam nonstop, mengurangi volumenya hingga 90%, sementara 10% sisanya menjadi abu. Panas hasil pembakaran ini dikonversi menjadi energi listrik yang disalurkan ke rumah-rumah warga. Untuk memastikan proses ini tetap ramah lingkungan, asap pembakaran disaring secara ketat sebelum dilepaskan ke udara, sementara abu sisa pembakaran diendapkan di danau buatan yang jauh dari permukiman.

Selain pengelolaan sampah umum, Singapura juga menerapkan sistem khusus untuk pengelolaan limbah elektronik (e-waste management), mengingat e-waste merupakan salah satu sumber pencemaran lingkungan terbesar. Menurut National Environment Agency (NEA), e-waste mencakup perangkat seperti telepon, komputer, peralatan rumah tangga, dan alat elektronik lainnya yang mengandung plastik, logam berat, serta zat kimia berbahaya seperti merkuri, lithium, dan tembaga.

Dengan produksi 60.000 ton e-waste per tahun, Singapura hanya mampu mendaur ulang 20% atau sekitar 8,9 ribu ton. Untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan e-waste, NEA meluncurkan Extended Producer Responsibility (EPR) System for E-Waste Management pada Juli 2021. 

Program ini memungkinkan masyarakat menyalurkan limbah elektronik mereka ke pusat pengolahan khusus, sehingga tidak perlu dibakar atau dibuang di tempat pembuangan umum yang dapat mencemari lingkungan. Sebagai bagian dari program ini, NEA bekerja sama dengan ALBA Group, sebuah perusahaan di bidang lingkungan, untuk menyediakan 300 unit tempat sampah khusus e-waste di berbagai lokasi strategis sejak 1 Juli 2021. 

Sistem pengumpulan ini dirancang agar mudah digunakan oleh masyarakat, dengan kategori pemilahan seperti peralatan elektronik kecil (printer, keyboard, tablet, dll.), baterai, serta bohlam lampu. Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, program ini juga memberikan insentif berupa uang melalui aplikasi ALBA Step Up, di mana pengguna bisa memindai kode QR pada tempat sampah setelah membuang e-waste mereka. 

Limbah yang terkumpul kemudian disalurkan ke fasilitas pengolahan khusus di dalam negeri, seperti Cimelia, yang memilah, membongkar, serta mengklasifikasikan limbah berdasarkan komposisinya. Proses ini dilakukan secara teliti agar material yang masih bernilai dapat diekstraksi dan digunakan kembali di berbagai industri, seperti teknologi, otomotif, konstruksi, hingga produksi barang mewah.

Melalui penerapan sistem pengelolaan sampah yang terencana dan berbasis teknologi canggih, Singapura berhasil mengurangi pencemaran lingkungan secara signifikan. Dari pengumpulan sampah hingga pemanfaatan kembali energi dan konservasi lingkungan, negara ini memastikan bahwa setiap tahap pengelolaan sampah dilakukan dengan efektif, efisien, dan ramah lingkungan.

Author : Nawal Aulia

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#Inovasi #plastik #limbah #pengelolaan sampah #pembakaran #singapura #energi #sampah #elektronik