JP Radar Kediri - Lebaran 2025 diprediksi akan menjadi momen yang berbeda bagi banyak masyarakat Indonesia. Kementerian Perhubungan, Dudy Purwagandhi memperkirakan potensi pergerakan masyarakat mencapai 146,48 juta orang atau sekitar 52% dari total penduduk Indonesia. Tahun 2024 lalu, jumlah pemudik mencapai 242 juta orang.
Ekonom dan Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad, mengungkapkan bahwa perputaran ekonomi Indonesia sebelum Ramadan 2025 menunjukkan tanda-tanda kelesuan.
Hal ini ditunjukkan oleh deflasi yang terjadi selama dua bulan berturut-turut pada Januari dan Februari 2025, yang mencerminkan rendahnya daya beli masyarakat . Rendahnya daya beli masyarakat terdampak dari efisiensi anggaran pemerintah & maraknya PHK.
Selain itu, anjloknya penerimaan pajak juga menggambarkan kondisi perekonomian yang lesu. Kenaikan inflasi yang tidak diimbangi dengan peningkatan penghasilan menyebabkan konsumsi rumah tangga menurun, sehingga berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini .
Meskipun ada prediksi jumlah pemudik yang tinggi, kondisi ekonomi yang kurang kondusif dapat membuat sebagian masyarakat menunda atau bahkan membatalkan rencana mudik mereka. Kenaikan harga barang dan jasa, termasuk biaya transportasi, dapat menjadi beban tambahan bagi masyarakat yang penghasilannya tidak mengalami peningkatan signifikan.
Baca Juga: Perjalanan Mudik Lebih Nyaman, Bayar Tol Pakai BRIZZI!
Selain itu, pembayaran cicilan utang yang meningkat juga dapat mengurangi kemampuan finansial masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik .
Penulis: Aurellsya Jessica Putri Editya, Mahasiswa Magang Universitas Dian Nuswantoro Kediri
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira