JP Radar Kediri – Peringatan darurat dengan lambang garuda kembali viral di media sosial. Namun bukan berlatar warna biru, tagar peringatan darurat kini justru bewarna hitam.
Fenomena tagar #PeringatanDarurat dan #IndonesiaGelap juga trending utamanya di media sosial X pada 4 Februari 2025.
Hingga artikel ini ditulis, kata kunci #peringatandarurat itu sudah berjumlah 28,7 postingan.
Sontak hal ini menjadi perhatian publik. Munculnya tagar #PeringatanDarurat Indonesia Gelap di media sosial bukanlah tanpa sebab.
Berbagai permasalahan sosial, ekonomi, dan politik jadi pemicu utama meluasnya protes ini.
Hal tersebut seperti kelangkaan gas LPG 3 Kg di pasar, Tunjangan Kinerja dosen yang belum dibayarkan, hingga program Makan Bergizi Gratis yang menimbulkan berbagai masalah.
Total ada enam tuntutan yang disampaikan. tuntutan tersebut disingkat dengan P.E.N.T.O.L.
Berikut Isi tuntutannya:
(P) Polisi Diberesin
Tuntutan ini mendesak pemerintah untuk mereformasi Polri dan menghapus impunitas dan menindak dengan tegas polisi yang korup.
(E) Energi Buat Rakyat
Tuntuttan ini merespon kebijakan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia yang melarang penjualan eceran gas LPG 3 Kg.
(N) Naikkan Taraf Hidup Rakyat
Tuntutan ini meminta pemerintah untuk tidak memotong anggaran pendidikan, kesehatan, dan transportasi umum.
(T) Tunaikan Tukin Dosen, Guru, dan ASN
Tuntutan ini meminta negara untuk segera memberikan hak para pendidik dan penjaga masa depan bangsa.
(O) Output MBG Diperbaiki
Tuntutan ini mengkritisi kebijakan Makan Begizi Gratis (MBG)dan mendorong agar program dijalankan secara realistis dan tepat guna.
(L) Lawan Mafia Tanah dan Lengserkan Pejabat Tolol
Tuntutan ini mendesak pemerintah unutk memberantas mafia tanah dan memecat pejabat inkompeten.
Hingga berita ini diterbitkan, kedua tagar tersebut telah disebarkan oleh lebih dari 26 Ribu lebih pengguna Twitter dan Instagram.
Dari fenomena ini, terlihat bahwa peringatan darurat kali ini tidak hanya sekadar simbol, tetapi juga manifestasi kekecewaan masyarakat terhadap kondisi politik dan ekonomi di Indonesia.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah