Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

ABK Tuna Netra Kesulitan Matematika

adi nugroho • Senin, 7 Mei 2018 | 03:11 WIB
abk-tuna-netra-kesulitan-matematika
abk-tuna-netra-kesulitan-matematika


NGANJUK – Selain sekolah umum, siswa penyandang disabilitas atau anak berkebutuhan khsusus (ABK) juga mengikuti ujian sekolah berstandar nasional (USBN). Kemarin, ada empat siswa yang mengerjakan mata pelajaran IPA di SDLB Santhi Kosala Mastrip, Nganjuk.


Kepala SDLB Santhi Kosala Mastrip Nganjuk Siti Zulaichah mengatakan, empat siswa berasal dari dua lembaga. Rinciannya, tiga anak berasal dari Santhi Kosala. Sedangkan satu peserta lagi dari SDLB Tunas Mulia Kecamatan Rejoso. “Sekolahnya menggabung ke sini,” kata Zulaichah kepada Jawa Pos Radar Nganjuk, kemarin.


Dari empat siswa tersebut, tiga anak merupakan penyandang tuna rungu. Dua anak dari Santhi Kosala, dan satu anak dari Tunas Mulia. Sementara satu anak merupakan penyandang tuna netra dari SD Santhi Kosala.


Zulaichah melanjutkan, USBN di sekolahnya dibagi menjadi dua ruangan. Untuk penyandang tuna rungu, mereka menempati ruangan barat. Adapun tuna netra berada di ruangan sebelah timur. “Jadi kami kelompokkan berdasar ketunaanya. Bukan asal sekolah,” ungkap perempuan berkerudung ini.


Sama seperti di sekolah umum, kata Zulaichah, USBN di SDLB juga diawasi oleh dua pengawas. Dengan menggunakan sistem silang, mereka yang mengawasi ujian berasal dari sekolah lain.


Lebih jauh Zulaichah mengatakan, USBN sebenarnya berlangsung selama tiga hari. Tapi karena jadwalnya dibarengkan dengan ujian sekolah (US), sehingga jadwalnya selama lima hari. “Selasa (8/5) baru selesai ujiannya,” ungkap Zulaichah.


Karena itu, per harinya ada dua mata pelajaran (mapel) yang diujikan. Untuk hari pertama, Kamis (3/5), siswa mengerjakan soal bahasa Indonesia dan pendidikan agama dan budi pekerti. Sedangkan pada Jumat (4/5), mapel yang diujikan adalah matematika dan seni budaya.


Untuk kemarin, mapel IPA dan PPKn. Adapun Senin besok (7/5) untuk mapel IPS dan pendidikan jasmani. Terakhir, hari Selasa (8/5), mapel muatan lokak (mulok) dan sistem bahasa isyarat Indonesia (SIBI).


Berbeda dengan sekolah umum, lanjut Zulaichah, ada guru pendamping untuk peserta ujian tuna netra. Terutama ketika mereka kesulitan memahami soal dari huruf braille. Meski demikian, pendampingan itu dilakukan bila siswa benar-benar kesulitan. “Tapi peserta sudah lancer membaca braille,” katanya.


Ulung Permata Putri, peserta USBN tuna netra mengaku, mapel yang paling sulit adalah matematika. Pasalnya, ada soal cerita yang perlu dipahami lebih dulu. “Yang lain lumayan,” kata siswi asal Kelurahan Jatirejo, Nganjuk, usai ujian kemarin.


Sementara itu, Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan (Disdik) Nganjuk Hadi Sukamto mengakui, ujian USBN SD relatif lancer selama tiga hari. Kemarin, petugas masih melakukan scanning lembar jawaban US (LJUS). “Hari terakhir pengiriman tiga setelah ujian susulan. Mudah-mudahan tidak ada kendala,” tutur Hadi. (baz)


 


NGANJUK –Selain sekolah umum, siswa penyandang disabilitas atau anak berkebutuhan khusus (ABK) juga mengikuti ujian sekolah bersama nasional (USBN). Total ada lima lembaga yang menyelenggarakannya. Mayoritas pesertanya adalah ABK penyandang tunanetra, tunarungu dan tunadaksa.


Pantauan Jawa Pos Radar Nganjuk di SD Luar Biasa (SDLB) Santhi Kosala Mastrip Nganjuk, siswa terlihat mulai mengerjakan soal mulai pukul 08.00. Seperti halnya siswa dari sekolah umum, Sama seperti siswa dari sekolah umum, mereka mulai mengerjakan ujian sekitar pukul 08.00 sampai 10.00.


Kepala SDLB Santhi Kosala Mastrip Burhannudin mengatakan, total ada enam peserta `yang mengikuti USBN di sekolahnya. Lima siswa merupakan anak didiknya. Sementara satu siswa berasal dari SDLB Krida Utama Loceret. “Ada yang menggabung,” kata Burhan.


Dengan peserta enam siswa, ujian tetap dibagi dalam tiga ruangan. Pasalnya, mereka merupakan penyandang ABK yang berbeda. Ruangan pertama dipakai untuk penyandang tunanetra. Sementara empat siswa tunarungu menempati ruangan kedua. Sedangkan siswa yang menggabung merupakan penyandang tunadaksa.


Terkait waktu pelaksanaan USBN SD menurut Burhan berbeda dengan UN SMPLB dan UN SMALB beberapa waktu lalu. Jika UN SMPLB dan SMALB baru dimulai pukul 10.30, USBN SD dimulai pagi. “Setiap ruangan juga tetap diawasi guru pengawas,” lanjut Burhan.


Khusus untuk penyandang tunanetra menurut Burhan berbeda dengan penyandang cacat lainnya. Selain pengawas, ada guru pendamping di dalam kelas. Tugasnya, membantu mengisi lembar jawaban ujian sekolah (LJUS). “Soalnya huruf braille, tapi LJUS sama dengan yang lain,” tegasnya.


Seperti yang dialami oleh Ika Nur Riski Maerina, peserta ABK tunanetra. Selama dua jam ujian, Ika didampingi gurunya yang duduk di dekatnya. Setelah memberi tahu jawaban dari soal yang dikerjakan, sang guru langsung mengisi jawabannya di LJUS.


Setelah itu, Ika kembali sibuk membaca soal mata pelajaran (mapel) ilmu pengetahuan alam (IPA), kemarin. Setelah meraba beberapa saat, Ika terlihat mengernyitkan dahinya seolah menyiratkan kesulitan. Rupanya, dia memang kesulitan membaca soal menggunakan huruf braille itu.


Melihat Ika kesulitan, guru pendamping yang ada di dekatnya langsung membantu. Ditemui usai mengerjakan soal ujian, menurutnya soal IPA kemarin tidak terlalu sulit. Hanya saja, siswi asal Kelurahan Kramat, Kecamatan Nganjuk itu kesulitan membaca beberapa soal. “Hurufnya (braille, Red) terlalu rapat. Saya sedikit kesulitan,” kata siswi berambut panjang ini.


Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Pemprov Wilayah Nganjuk Adi Prayitno mengatakan, ada lima lembaga penyelenggara USBN. Selain SDLB Santhi Kosola, ada SDLB Patianrowo, SDLB Muhammadiyah Kertosono, SDLB Sambirejo Tanjunganom, dan SDLB Krida Utama 1 Tanjunganom. “Yang lainnya menggabung,” kata Adi.


Sementara itu, Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan (Disdik) Nganjuk Hadi Sukamto mengatakan, USBN SD/MI selama tiga hari berlangsung lancar. Saat ini, disdik tengah melanjutkan scan lembar jawab ujian sekolah (LJUS). Setelah semua di-scan, file akan segera dikirim ke Surabaya sebelum Sabtu nanti (20/5). “Kami akan lembur dalam dua hari ini,” kata Hadi.

Editor : adi nugroho
#penyandang disabilitas #nganjuk #disabilitas