Berisiko tinggi, aksi balap liar masih marak. Padahal adu cepat motor tanpa safety itu baru merenggut nyawa dua remaja di SLG, Sabtu silam (7/4).
Tanpa sirkuit resmi, aksi balapan motor digeber di jalanan umum. Di sejumlah titik, biasanya pembalap liar memilih lintasan jalan yang panjang dan lurus. Jawa Pos Radar Kediri sempat mengikuti balap ilegal itu di wilayah perbatasan Kota dan Kabupaten Kediri.
Bahkan lintasan balapnya sampai memasuki kawasan Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk. “Kalau diukur, lintasan balapnya sampai 1,2 kilometeran,” ujar salah satu joki balap motor liar dari Kabupaten Kediri yang ditemui koran ini.
Dia mengungkapkan, lintasan ‘sirkuit’ balap itu sudah diatur. Ada panitia yang bekerja sama dengan pihak ‘keamanan lingkungan (KA)’. Panitia ini dari perwakilan masing-masing kubu ‘joki’ atau pembalap. Sedangkan KA adalah orang yang tinggal di sekitar lintasan balap tersebut.
KA ini dihubungi panitia sebelum balapan. “Mereka bertugas menutup jalan sementara saat ada dua tim sedang adu balap,” beber RJ, joki balap liar lain, kepada media ini. Biasanya penutupan jalan ini sekitar 5 menit.
Panjang lintasannya pun beragam. Mulai 200 meter, 400 meter, sampai lebih dari 1 kilometer. Panjangnya lintasan ini bergantung pada besarnya taruhan. Selain itu, taruhan juga ditentukan besarnya kapasitas mesin kendaraan. Bila satuan kapasitas mesin atau CC (centimeter cubic)-nya besar dan lintasan panjang, taruhan pasti tinggi.
Begitu pula sebaliknya. RJ mengungkapkan, bursa taruhan balap itu berkisar Rp 2 juta hingga Rp 5 juta. Besarnya taruhan ditawarkan sang penantang. Tantangan itu biasanya disampaikan melalui medsos Facebook dan Whatsapp di grup mereka. Bahkan ada grup di jejaring sosial yang mengunggah saat balapan liar berlangsung di jalanan. “Ya ada yang siaran langsung saat balapan itu,” urainya.
Namun tim pemenang tidak mendapat hasil taruhan utuh. Pasalnya, uang taruhan ini masih dipotong untuk biaya keamanan atau ongkos KA. “Yang jelas kita beri uang keamanan. Entah uangnya siapa yang mengelola, kami tidak tahu,” kata DL, anggota tim balap yang menjadi mekanik.
Selain itu, masih ada potongan lain. Di antaranya untuk joki. Lalu, untuk pemilik sepeda motor dan mekanik. Total potongannya bahkan bisa sampai 30 persen dari nilai uang taruhan.
Hal ini berbeda kalau taruhan itu bukan partai utama. Itu balapan pembukaan yang jarak lintasannya pendek. Bursa taruhannya di kisaran Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu. Pembalapnya bukan joki utama. Namun, beberapa kru dalam tim. “Kalau taruhan ini tidak ada potongan,” katanya.
Lantas bagaimana dengan risiko kecelakaan? RJ mengaku, selama balapan cenderung tak memperhatikan keselamatan dirinya. Bahkan, dia tidak mengenakan helm dan jaket. Lebih bahaya lagi lantaran motor yang dikendarainya tidak standard safety dari pabrikan. “Kalau sudah berkendara ya rasanya biasa saja. Tidak pakai helm. Ya, memang begitu kalau balapan,” ujar joki berusia 20 tahunan ini.
Para pemilik motor balap itu pun rela mendanai modifikasi kendaraannya. Bila ingin menaikkan nilai taruhan, mereka akan menambah besar kapasitas cc mesin motornya. ”Ya butuh biaya tak murah. Kalau reparasi (perbaikan) ya lihat kerusakan dan taruhannya, jika taruhannya besar ya dicarikan onderdil yang bagus,” ungkap Abdul, 24, mekanik balap liar.
Meski piawai memodifikasi mesin motor, Abdul yang tamatan madrasah tsanawiyah tidak membuka bengkel. “Saya kan cuma mengatur sepedanya (motor balap) anak-anak saja Mas,” terangnya sambil sibuk membongkar mesin.
Walaupun beberapa pembalap pernah celaka, balapan liar ini seolah tetap eksis. Salah satunya karena tim yang kalah akan balas dendam. Sedangkan yang menang namanya semakin populer. Mereka bakal mendapat banyak tantangan dari tim lain.
Adu Cepat di Sirkuit Jalanan
- Ada tim yang terdiri atas joki, pemilik motor, dan mekanik
- Sistem balapan diatur oleh panitia dan keamanan lingkungan
- Tantangan balapan disampaikan melalui jejaring media sosial (WA atau FB)
- Bursa taruhan Rp 2 juta - Rp 5 juta (lintasan panjang, lebih 1 km)
Rp 300 ribu – Rp 500 ribu (lintasan 200-500 meter)
- Sistem taruhan dilakukan antartim maupun personel pribadi kru. Ada pula di antara penonton yang bertaruh
- Pemenang balapan tidak menerima penuh hasil taruhan
- Uang hasil taruhan masih dipotong untuk biaya keamanan lingkungan, biaya bengkel, dan pemilik kendaraan
Editor : adi nugroho