Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Harga Cabai Anjlok, Ini Penyebabnya

adi nugroho • Rabu, 21 Maret 2018 | 21:46 WIB
harga-cabai-anjlok-ini-penyebabnya
harga-cabai-anjlok-ini-penyebabnya


KEDIRI KABUPATEN - Petani cabai mengeluh. Harga cabai rawit anjlok tajam. Kini harga di pasaran berkisar Rp 34 ribu. Harga tersebut merupakan harga terendah dalam sepekan terakhir. Padahal, seminggu sebelumnya masih berada di kisaran Rp 48 ribu per kilogramnya.


Anjloknya harga salah satu komoditas pertanian itu dibenarkan oleh Suyono. Menurut Ketua Paguyuban Petani Cabai Kabupaten Kediri itu, mereka sempat kaget dengan kenyataan tersebut.


“Seminggu yang lalu masih Rp 48 ribu Mbak. Lha kok sekarang tiba-tiba Rp 34.000,” aku Suyono.


Situasi seperti ini membuat petani cabai mengeluh. Sebab, kondisi saat ini bukan waktunya panen raya. Justru, saat ini musim petik cabai mulai berkurang. Minggu ini adalah sisa panenan bulan lalu.


Menurutnya, wajar bila harga anjlok ketika musim panen. Atau istilahnya panen raya menyebabkan harga cabai anjlok. Sebab, jumlah cabainya melimpah. Demikian pula sebaliknya. Bila pasokan cabai sedikit maka bisa menyebabkan harga cabai melonjak.


Nah, kondisi saat ini tergolong tak wajar. Sebab, menurut Suyono, harusnya harga cabai sudah anjlok sekitar satu bulan yang lalu. Yakni ketika musim panen raya tiba. Tapi, justru ketika hanya ada sisa panenan, harga cabai malah melorot.


Lalu, apa sebab harga bisa seperti itu? Menurut Suyono, ada beberapa kemungkinan. Pertama karena mungkin pasokan cabai dari kota lain melimpah. Waktu panen di tempat lain bisa jadi berbeda dengan yang di Kediri. Akibatnya, pasaran jadi banjir stok.


“Tak semua cabai dari Pare. Biasanya juga ambil dari wilayah lain,” terangnya.


Penyebab lain adalah faktor tengkulak. Campur tangan tengkulak di pasaran membuat harga bisa anjlok. Mereka bisa mempermainkan harga cabai.


Dia mencontohkan, ketika panen raya pasokan cabai disimpan terlebih dulu. Sehingga harga cabai masih tetap mahal. Demikian pula sebaliknya.


Suyono berharap ke depannya harga cabai masih bisa terjaga. Agar menguntungkan petani cabai. “Harapannya ya masih mahal Mbak, kalau anjlok seperti inikan ya ndak untung,” pungkasnya.


Di beberapa tempat yang jadi sentra cabai, saat ini memang masih berlangsung aktivitas pemetikan. Namun, jumlahnya tak terlalu besar. Menurut para pemetik, mereka memanen sisa-sisa bulan lalu.


“Ini sudah sisa-sisa panen cabai Mbak. Kalau bulan lalu malah banyak yang dipanen,” ujar Suriyem, pemetik cabai di wilayah Gurah.


 

Editor : adi nugroho
#petani #harga cabai