Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kenang Memori, Ingin Jadi Bioskop Lagi

adi nugroho • Rabu, 7 Maret 2018 | 02:13 WIB
kenang-memori-ingin-jadi-bioskop-lagi
kenang-memori-ingin-jadi-bioskop-lagi



KEDIRI KOTA – Rencana renovasi gedung bekas Bioskop Jaya memunculkan memori bagi warga Kota Kediri. Khususnya generasi 90-an. Mereka berharap agar gedung yang bertahun-tahun mangkrak ini kembali jadi gedung bioskop. Seperti halnya fungsi gedung itu waktu dulu.


“Kalau kembali jadi gedung bioskop justru senang. Karena Bioskop Jaya dulu sangat legendaris,” kata Mintarsih, 44, warga Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kota.


Mintarsih mengatakan, saat berfungsi, Bioskop Jaya sangat terkenal. Bioskop itu identik dengan anak muda. Yang diputar adalah film-film hits era itu. Menurutnya, sekitar 1987 hingga 1993, Bioskop Jaya populer dengan sebutan bioskopnya anak muda. Khususnya saat dia SMP hingga SMA. “Karena film-film yang diputar di Bioskop Jaya kalau bukan film tema anak muda ya film barat Mas,” terang perempuan yang biasa dipanggil Asih ini.


Asih mengenang, Bioskop Jaya berbeda dengan Bioskop Kencana yang kini jadi Ramayana Department Store. Kencana lebih banyak memutar film India dengan bintang Sri Devi dan Sanjay Dutt. Berbeda pula dengan Bioskop Garuda yang ada di timur kelenteng. Saat itu Garuda banyak memutar film epik seperti Saur Sepuh atau Brahma Kumbara.


“Favorit saya saat nonton di Bioskop Jaya seperti Lupus, Catatan Si Boy, sampai Adikku Kekasihku. Karena film-film itu yang dulu hitsnya anak muda. Mungkin kalau sekarang Dilan-lah,” terang ibu dua anak ini.


Asih masih ingat karena sekolahnya dekat dengan bioskop. Yaitu di SMP Katolik Putri (SMP Santa Maria). Dia kerap nonton bersama sahabatnya. Terutama di Sabtu dan Minggu. Di hari itu ada program student show. Jam pertunjukan khusus pelajar pada pukul 10.00. Sepulang sekolah, saat dijemput sang ayah, Asih mampir dulu membeli tiket. Karena dulu sering kehabisan. “Terlebih kalau filmnya seperti Catatan Si Boy. Tiketnya gampang habis,” ujar pemilik warung Bambu Batu di Banjaran ini.


Waktu itu Asih mengaku nge-fans dengan bintang Catatan Si Boy, Onky Alexander. Sampai-sampai dia berkirim surat kepada sang bintang. “Ternyata dibalas dan diberi foto bertanda tangannya pula. Teman-teman sekolah saya sampai iri,” kenang alumnus SMAN 5 Kota Kediri ini.


Darmanto punya kenangan lain dengan kejayaan Bioskop Jaya. Penarik becak asal Bandarkidul ini sudah menjadikan Bioskop Jaya sebagai tempat mangkal. Dan, dia punya banyak pelanggan dari para penonton film.


Menurutnya, pada era 90-an, tempat mangkalnya adalah di sekitar Bioskop Jaya. Mayoritas penontonnya adalah anak muda yang pacaran. “Apalagi saat malam minggu, saya selalu dapat pelanggan muda-mudi pacaran nonton film di situ,” terangnya.


Karena segmennya anak muda, Bioskop Jaya ini tergolong paling ramai dibanding dua bioskop lainnya saat itu. Padahal harga tiketnya paling mahal. Saat itu karcis masuknya seharga Rp 1.000. Sementara Kencana Rp 500 dan Garuda Rp 750.


Menurut Darman, fasilitas Bioskop Jaya memang berbeda. Selain kursinya empuk, juga ber-AC. “Kalau di Garuda dan Kencana masih kipas angin dan kursinya masih kursi jalin rotan,” ungkap Darmanto.


Pihak Pemkot Kediri, ketika dikonfirmasi soal peruntukan eks-gedung Bioskop Jaya itu, mengaku masih belum memutuskan. Sebab, mereka baru akan melakukan koordinasi dengan bagian-bagian terkait. Menurut Kabag Humas Apip Permana, Pemkot belum bisa memastikan untuk apa nantinya gedung tersebut. Termasuk apakah nanti kembali jadi gedung bioskop seperti zaman dulu. Atau jadi area perkantoran.


Menurut Apip, pihaknya akan segera merapatkan melalui Rapat Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dalam rapat itulah akan dirumuskan hal itu. “Segera akan kami rumuskan penggunaan bangunan bioskop itu,” tegas Apip.

Editor : adi nugroho
#kediri #kota kediri