23.6 C
Kediri
Sunday, August 14, 2022
Array

Pemuda GKI Tampilkan Empat Penggalan Fragmen

- Advertisement -

KEDIRI KOTA- Teriakan “Salibkan…Salibkan,” bergema di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Kediri. Beberapa ‘prajurit’ menarik Yesus dan mendorongnya untuk mengikuti pengadilan yang dipimpin Pilatus. Hingga akhirnya diputuskan hukuman salib dijatuhkan untuk Yesus.

Itulah penggalan demi penggalan fragmen yang diperankan para pemuda GKI Kediri. Mereka tampil sebagai bagian rangkaian kebaktian Jumat Agung. Kemarin (30/3), seluruh umat Nasrani memang merayakan Jumat Agung. Hari peringatan penyaliban Yesus Kristus dan wafat di Bukit Golgota.

Begitu juga dengan GKI Kediri yang kemarin merayakannya dengan menampilkan sejumlah fragmen penyaliban dalam ibadah Jumat Agung. Kebaktian digelar tepat pukul 13.00.

“Waktu ini sama dengan saat Tuhan Yesus diadili dan disalibkan,” terang Sari Islanti, ketua Majelis GKI Kediri.

Baca Juga :  Ketika Umat Kristiani di Sidorejo, Pare Rayakan Ibadah Jumat Agung

GKI Kediri sendiri menggelar dua kali kebaktian pada Jumat Agung. Kali pertama pada pukul 06.00 dan pukul 13.00. Dipimpin oleh Pendeta Em Daud Adiprasetya dengan tema ‘Merengkuh Kematian Demi Keselamatan’.

- Advertisement -

Dalam khotbahnya, Daud menjelaskan, makna dari kematian Yesus terhadap kehidupan umat Nasrani. Bagaimana umat Kristiani harus meneladani dari pengorbanan Yesus tersebut.

Dijelaskan Sari, Jumat Agung ini juga digelar perjamuan kudus Jumat Agung untuk memeringati pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Untuk memberikan gambaran pengorbanan Yesus tersebut, ditampilkan potongan-potongan fragmen mulai perjamuan terakhir hingga pengadilan . “Ada empat penggalan fragmen yang ditampilkan untuk para jemaat,” tuturnya.

Dimulai dari fragmen perjamuan terakhir, di mana pada malam itu, menjadi malam perjamuan terakhir Yesus dengan para muridnya. Dilanjutkan fragmen kedua berupa adegan saat Yesus bertemu dengan murid-muridnya di Taman Getsemani.

Baca Juga :  KB dan TKIT Bina Insani Berbagi Berkah di Hari Jumat

Fragmen ketiga, berisi adegan para prajurit yang berusaha menangkap Yesus. Meski tidak melakukan yang dituduhkan, Yesus terlihat pasrah dan mengikuti para prajurit tersebut. Hingga akhirnya fragmen ditutup dengan adegan pengadilan yang dipimpin Pontius Pilatus yang memutuskan agar Yesus dihukum mati dengan disalibkan.

Sejumlah kegiatan memang digelar dalam memeringati Paskah 2018 ini. Dimulai dari kebaktian pra-paskah selama empat minggu berturut-turut. Kemudian, Kamis Putih, Jumat Agung dan nantinya ditutup dengan Paskah Subuh yang akan digelar pada Minggu besok (1/4).

- Advertisement -

KEDIRI KOTA- Teriakan “Salibkan…Salibkan,” bergema di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Kediri. Beberapa ‘prajurit’ menarik Yesus dan mendorongnya untuk mengikuti pengadilan yang dipimpin Pilatus. Hingga akhirnya diputuskan hukuman salib dijatuhkan untuk Yesus.

Itulah penggalan demi penggalan fragmen yang diperankan para pemuda GKI Kediri. Mereka tampil sebagai bagian rangkaian kebaktian Jumat Agung. Kemarin (30/3), seluruh umat Nasrani memang merayakan Jumat Agung. Hari peringatan penyaliban Yesus Kristus dan wafat di Bukit Golgota.

Begitu juga dengan GKI Kediri yang kemarin merayakannya dengan menampilkan sejumlah fragmen penyaliban dalam ibadah Jumat Agung. Kebaktian digelar tepat pukul 13.00.

“Waktu ini sama dengan saat Tuhan Yesus diadili dan disalibkan,” terang Sari Islanti, ketua Majelis GKI Kediri.

Baca Juga :  Jemaat Lakukan Ibadah Jumat Agung di Rumah

GKI Kediri sendiri menggelar dua kali kebaktian pada Jumat Agung. Kali pertama pada pukul 06.00 dan pukul 13.00. Dipimpin oleh Pendeta Em Daud Adiprasetya dengan tema ‘Merengkuh Kematian Demi Keselamatan’.

Dalam khotbahnya, Daud menjelaskan, makna dari kematian Yesus terhadap kehidupan umat Nasrani. Bagaimana umat Kristiani harus meneladani dari pengorbanan Yesus tersebut.

Dijelaskan Sari, Jumat Agung ini juga digelar perjamuan kudus Jumat Agung untuk memeringati pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Untuk memberikan gambaran pengorbanan Yesus tersebut, ditampilkan potongan-potongan fragmen mulai perjamuan terakhir hingga pengadilan . “Ada empat penggalan fragmen yang ditampilkan untuk para jemaat,” tuturnya.

Dimulai dari fragmen perjamuan terakhir, di mana pada malam itu, menjadi malam perjamuan terakhir Yesus dengan para muridnya. Dilanjutkan fragmen kedua berupa adegan saat Yesus bertemu dengan murid-muridnya di Taman Getsemani.

Baca Juga :  Tanggung Jawab Lunasi Utang setelah Dipenjara

Fragmen ketiga, berisi adegan para prajurit yang berusaha menangkap Yesus. Meski tidak melakukan yang dituduhkan, Yesus terlihat pasrah dan mengikuti para prajurit tersebut. Hingga akhirnya fragmen ditutup dengan adegan pengadilan yang dipimpin Pontius Pilatus yang memutuskan agar Yesus dihukum mati dengan disalibkan.

Sejumlah kegiatan memang digelar dalam memeringati Paskah 2018 ini. Dimulai dari kebaktian pra-paskah selama empat minggu berturut-turut. Kemudian, Kamis Putih, Jumat Agung dan nantinya ditutup dengan Paskah Subuh yang akan digelar pada Minggu besok (1/4).

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/