27.1 C
Kediri
Thursday, August 11, 2022

Membiarkan Musuh untuk Mundur

“Ya, Wirondaya yang berusia anak bawang tidak saja diberi kepercayaan untuk menyampaikan surat yang berisi penyerangan diri Nararaya Sanggramawijaya”

 

Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi terdiam beberapa jenak. Dalam waktu sesingkat itu, rangkaian peristiwa yang membawanya ke istana sebagai mahapatih mangkubhumi berkelebatan memasuki benaknya, sejak ia mengabdikan diri kepada Sri Prabhu Kertanegara hingga naik tahtanya Sri Kertarajasa Jayawarddhana yang diikuti perselisihannya dengan Aria Adikara Ranggalawe.

Ia ingat sekali bagaimana sejatinya amarah dan rasa tidak sukanya kepada Aria Adikara Ranggalawe lebih disebabkan oleh kenyataan bahwa putera Arya Wiraraja itu dalam usia yang sangat muda sudah menjadi pahlawan yang dipercaya dan disayangi maharaja.

Ya, Wirondaya yang berusia anak bawang itu tidak saja diberi kepercayaan untuk menyampaikan surat dari Arya Adikara Wiraraja kepada Sri Prabhu Jayakatwang yang berisi penyerangan diri Nararaya Sanggramawijaya.

Baca Juga :  Tagar Lompat Lebih Tinggi BNI Jadi Trending

Melainkan dipercaya pula untuk membuka hutan Tarik dan membangun pemukiman di sana bahkan oleh maharaja dianugerahi nama baru Ranggalawe, Lawe sang pengawal maharaja.

Itu semua, sungguh sangat berlebihan bagi pejabat senior yang sudah mengabdi semenjak Sri Prabu Kertanegara dengan segala susah-payah dan kegetirannya.

 Adalah Kebo Anabrang, kawan seperjuangan yang mengabdi sejak Sri Prabhu Kertanegara, yang pertama-tama memberitahunya bahwa Wirondaya putera Arya Wiraraja dalam pertempuran melawan balatentara Tartar tidak menunjukkan kesungguhan sebagai pahlawan sejati.

Menurut Kebo Anabrang, dalam pertempuran di tiga medan laga, Bala Madura yang dipimpin Wirondaya terlihat seperti kawanan binatang buas yang dengan ganas memporak-porandakan pasukan musuh hingga kocar-kacir.

Baca Juga :  Enggan Teruskan Pengabdian ke Raja

Anehnya, seperti sengaja, pasukan Wirondaya tidak menghabisi pasukan Tartar yang sudah berantakan, sebaliknya membiarkan musuh tersebut untuk mundur hingga ke pelabuhan. Entah berapa ribu pasukan Tartar yang seharusnya binasa itu berhasil lolos dari maut karena kekurang-sungguhan pasukan Bala Madura yang dipimpin Wirondaya.

Tidak hanya Kebo Anabrang. Rakryan Demung Panji Wiranagari, perwira yang dikirim Sri Prabhu Kertanegara dalam penaklukan Pamalayu, melaporkan juga perihal kekurang-sungguhan Wirondaya dalam bertempur melawan pasukan Tartar. Bahkan Arya Dipangkara, putera Pu Hyang Dipangkaradasa, penasehat perang Pamalayu, memberitahunya tentang kekurang-sungguhan Wirondaya dalam bertempur. (bersambung)

 

 

- Advertisement -

“Ya, Wirondaya yang berusia anak bawang tidak saja diberi kepercayaan untuk menyampaikan surat yang berisi penyerangan diri Nararaya Sanggramawijaya”

 

Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi terdiam beberapa jenak. Dalam waktu sesingkat itu, rangkaian peristiwa yang membawanya ke istana sebagai mahapatih mangkubhumi berkelebatan memasuki benaknya, sejak ia mengabdikan diri kepada Sri Prabhu Kertanegara hingga naik tahtanya Sri Kertarajasa Jayawarddhana yang diikuti perselisihannya dengan Aria Adikara Ranggalawe.

Ia ingat sekali bagaimana sejatinya amarah dan rasa tidak sukanya kepada Aria Adikara Ranggalawe lebih disebabkan oleh kenyataan bahwa putera Arya Wiraraja itu dalam usia yang sangat muda sudah menjadi pahlawan yang dipercaya dan disayangi maharaja.

Ya, Wirondaya yang berusia anak bawang itu tidak saja diberi kepercayaan untuk menyampaikan surat dari Arya Adikara Wiraraja kepada Sri Prabhu Jayakatwang yang berisi penyerangan diri Nararaya Sanggramawijaya.

Baca Juga :  Jempol Itu Milikmu

Melainkan dipercaya pula untuk membuka hutan Tarik dan membangun pemukiman di sana bahkan oleh maharaja dianugerahi nama baru Ranggalawe, Lawe sang pengawal maharaja.

Itu semua, sungguh sangat berlebihan bagi pejabat senior yang sudah mengabdi semenjak Sri Prabu Kertanegara dengan segala susah-payah dan kegetirannya.

 Adalah Kebo Anabrang, kawan seperjuangan yang mengabdi sejak Sri Prabhu Kertanegara, yang pertama-tama memberitahunya bahwa Wirondaya putera Arya Wiraraja dalam pertempuran melawan balatentara Tartar tidak menunjukkan kesungguhan sebagai pahlawan sejati.

Menurut Kebo Anabrang, dalam pertempuran di tiga medan laga, Bala Madura yang dipimpin Wirondaya terlihat seperti kawanan binatang buas yang dengan ganas memporak-porandakan pasukan musuh hingga kocar-kacir.

Baca Juga :  Membiarkan Musuh untuk Mundur

Anehnya, seperti sengaja, pasukan Wirondaya tidak menghabisi pasukan Tartar yang sudah berantakan, sebaliknya membiarkan musuh tersebut untuk mundur hingga ke pelabuhan. Entah berapa ribu pasukan Tartar yang seharusnya binasa itu berhasil lolos dari maut karena kekurang-sungguhan pasukan Bala Madura yang dipimpin Wirondaya.

Tidak hanya Kebo Anabrang. Rakryan Demung Panji Wiranagari, perwira yang dikirim Sri Prabhu Kertanegara dalam penaklukan Pamalayu, melaporkan juga perihal kekurang-sungguhan Wirondaya dalam bertempur melawan pasukan Tartar. Bahkan Arya Dipangkara, putera Pu Hyang Dipangkaradasa, penasehat perang Pamalayu, memberitahunya tentang kekurang-sungguhan Wirondaya dalam bertempur. (bersambung)

 

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/