22.4 C
Kediri
Saturday, August 20, 2022

Dituduh Menjadi Pengkhianat Raja

- Advertisement -

“Selembar kain putih berlepot darah yang mengering bertulisan  “Pesan Bagi Para Pengkhianat” melambai-lambai  di bawah penggalan kepala dipermainkan angin”

 

Sejak peristiwa penumpasan Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi beserta pengikut-pengikutnya yang diikuti kejadian-kejadian mengerikan berupa pembasmian keluarga dari mereka yang didakwa ikut memberontak, keadaan di kutaraja memang berubah menegangkan.

Kelompok-kelompok pendukung maharaja, sangat mencolok memamerkan kesetiaan mereka dengan cara-cara yang tidak masuk akal. Pertama-tama,dua pekan setelah pengejaran dan pembasmian keluarga pejabat-pejabat yang tersangkut pemberontakan Arya Nambi di Lamajang, di alun-alun Paujaran, tidak jauh dari pohon Turumbukan (beringin) yang tumbuh di dekat jalan ke arah pasar, seseorang menancapkan sebatang tombak bergagang kayu tegak lurus dengan bagian atas tertancap penggalan kepala seorang laki-laki dengan rambut disanggul selayaknya bangsawan tinggi kerajaan.

Baca Juga :  Gelar Shop for Free, BRImo Traktir 900 Nasabah Loyal se-Indonesia

Selembar kain putih berlepot darah yang mengering bertulisan  “Pesan Bagi Para Pengkhianat” melambai-lambai  di bawah penggalan kepala dipermainkan angin.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Tidak butuh waktu lama, orang mengetahui bahwa pemilik kepala yang tertancap di tombak itu adalah Rakryan Kulapati i Wilwatikta Pu Renteb saudara muda dari Rakryan Demung i Wilwatikta Pu Renteng pejabat Panca Tandha lama yang digantikan Pu Samaya.

- Advertisement -

Orang tidak tahu alasan Pu Renteb sampai dituduh menjadi pengkhianat padahal tidak ada sedikit pun tanda bahwa Pu Renteb adalah pejabat yang mengkhianati maharaja.

Sewaktu menerima laporan tentang nasib malang Rakryan Kulapati i Wilwatikta Pu Renteb yang dituduh sebagai pengkhianat oleh kelompok setiawan maharaja, Maharaja Jayanagara justru menangkap tengara tentang alasan utama dibunuhnya Pu Renteb, yaitu berkenaan dengan kedudukannya sebagai pejabat Kulapati yang tugas utamanya mengawasi kasta.

Baca Juga :  Beri Anugerah Mantra Kemuliaan

Ketika Maharaja Jayanagara memerintahkan Ra Yuyu untuk memeriksa ruangan kerja Ra Renteb, diketahui belasan gulung catatan tentang kekancingan telah hilang dari tempatnya.

 Sejak peristiwa pemancangan kepala Rakryan Kulapati  i Wilwatikta Pu Renteb, Paduka Yang Mulia Maharaja tidak suka terhadap orang-orang ekstrim yang mengaku setiawan pembela maharaja.

Namun Paduka Yang Mulia Maharaja tidak memiliki cukup kekuatan untuk mencegah golongan itu menggunakan dalih kesetiaan untuk menyingkirkan lawan-lawannya. Sri Paduka Maharaja hanya berdiam diri sambil mengingat-ingat semua peristiwa mengerikan yang mengatas-namakan maharaja dan kesetiaan kepada maharaja. (bersambung)

- Advertisement -

“Selembar kain putih berlepot darah yang mengering bertulisan  “Pesan Bagi Para Pengkhianat” melambai-lambai  di bawah penggalan kepala dipermainkan angin”

 

Sejak peristiwa penumpasan Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi beserta pengikut-pengikutnya yang diikuti kejadian-kejadian mengerikan berupa pembasmian keluarga dari mereka yang didakwa ikut memberontak, keadaan di kutaraja memang berubah menegangkan.

Kelompok-kelompok pendukung maharaja, sangat mencolok memamerkan kesetiaan mereka dengan cara-cara yang tidak masuk akal. Pertama-tama,dua pekan setelah pengejaran dan pembasmian keluarga pejabat-pejabat yang tersangkut pemberontakan Arya Nambi di Lamajang, di alun-alun Paujaran, tidak jauh dari pohon Turumbukan (beringin) yang tumbuh di dekat jalan ke arah pasar, seseorang menancapkan sebatang tombak bergagang kayu tegak lurus dengan bagian atas tertancap penggalan kepala seorang laki-laki dengan rambut disanggul selayaknya bangsawan tinggi kerajaan.

Baca Juga :  Kunjungi Donggala, Mendag Pastikan Fokusnya Bukan Hanya Pulau Jawa

Selembar kain putih berlepot darah yang mengering bertulisan  “Pesan Bagi Para Pengkhianat” melambai-lambai  di bawah penggalan kepala dipermainkan angin.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Tidak butuh waktu lama, orang mengetahui bahwa pemilik kepala yang tertancap di tombak itu adalah Rakryan Kulapati i Wilwatikta Pu Renteb saudara muda dari Rakryan Demung i Wilwatikta Pu Renteng pejabat Panca Tandha lama yang digantikan Pu Samaya.

Orang tidak tahu alasan Pu Renteb sampai dituduh menjadi pengkhianat padahal tidak ada sedikit pun tanda bahwa Pu Renteb adalah pejabat yang mengkhianati maharaja.

Sewaktu menerima laporan tentang nasib malang Rakryan Kulapati i Wilwatikta Pu Renteb yang dituduh sebagai pengkhianat oleh kelompok setiawan maharaja, Maharaja Jayanagara justru menangkap tengara tentang alasan utama dibunuhnya Pu Renteb, yaitu berkenaan dengan kedudukannya sebagai pejabat Kulapati yang tugas utamanya mengawasi kasta.

Baca Juga :  Dijebak si Lidah Beracun Mahapati

Ketika Maharaja Jayanagara memerintahkan Ra Yuyu untuk memeriksa ruangan kerja Ra Renteb, diketahui belasan gulung catatan tentang kekancingan telah hilang dari tempatnya.

 Sejak peristiwa pemancangan kepala Rakryan Kulapati  i Wilwatikta Pu Renteb, Paduka Yang Mulia Maharaja tidak suka terhadap orang-orang ekstrim yang mengaku setiawan pembela maharaja.

Namun Paduka Yang Mulia Maharaja tidak memiliki cukup kekuatan untuk mencegah golongan itu menggunakan dalih kesetiaan untuk menyingkirkan lawan-lawannya. Sri Paduka Maharaja hanya berdiam diri sambil mengingat-ingat semua peristiwa mengerikan yang mengatas-namakan maharaja dan kesetiaan kepada maharaja. (bersambung)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/