23.4 C
Kediri
Wednesday, August 17, 2022
Array

Susuri 85 Km Keliling Kelud

- Advertisement -

KEDIRI KABUPATEN- Puncak peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-1214 Kabupaten Kediri, kemarin, dirayakan dengan cara tersendiri oleh para rider. Yakni, dengan menyusuri jalur trail di lereng Gunung Kelud. 

Mengambil start dan finish di Lapangan Desa Tawang, Kecamatan Wates, ada ribuan rider yang tertantang untuk menaklukkan medan-medan ekstrem di kawasan gunung berapi tersebut. “Dari kami (panitia, Red), tadi mencatat ada sekitar dua ribu rider yang mendaftar,” ujar Raden Ashari, panitia Kelud Adventure Trail kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Mereka berangkat sekitar pukul 08.00. Total jarak yang ditempuh 85 kilometer. Namun, Raden menegaskan, event ini bukan kompetisi. Para rider bebas menikmati jalur trail yang disediakan panitia.

Mereka boleh menggeber kendaraannya dengan cepat. Akan tetapi, bisa juga santai-santai sembari menikmati jalur lereng Kelud. “Santai sambil ngopi-ngopi di warung dulu juga bisa. Kita fun-fun dalam trail ini,” tegas ketua harian Komunitas Trail Kediri (KTK) ini.

Baca Juga :  Debu, Kelud, dan Anak Gajah

Kata Raden, terdapat delapan titik rute tersulit dalam Kelud Trail Adventure. Selain medan tanjakan dan turunan, yang terberat adalah tanjakan berlumpur di daerah Ngancar. Tidak semua rider bisa melewatinya. Hanya sekitar 70 persen rider yang berhasil menaklukkan.

- Advertisement -

Di antara para rider itu, Ketua Umum KTK Slamet Budiono ikut ambil bagian. Mengendarai kuda besi, ia turut menaklukkan medan-medan sulit. “Animo masyarakat terhadap trail cukup tinggi. Animo ini yang seharusnya kita kelola dengan baik,” ujarnya.

Slamet menilai, alam di Kabupaten Kediri sangat istimewa untuk olahraga offroad jika dikelola dengan benar. Terlebih banyak spot yang cocok dan diminati para rider, seperti jalur lereng Gunung Kelud.

Bahkan, lanjut dia, Kabupaten Kediri bisa menjadi barometer trail di Indonesia dengan jalur-jalurnya yang menantang namun indah. “Hal inilah yang menarik bagi setiap rider,” lanjut lelaki yang juga wakil direktur PT Gudang Garam (GG) Tbk itu.

Baca Juga :  Semarak Larung Sesaji di Lereng Kelud

Sebagai olahraga, tutur Slamet, trail bisa menjadi wahana untuk menyalurkan hobi. Juga, mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya. Mereka yang suka kebut-kebutan, bisa mengekspresikannya di jalur yang benar dan terorganisasi.

Selain itu, solidaritas di antara mereka bisa terjalin. Demikian pula solidaritas terhadap sesama karena mereka selalu mengiri kegiatannya dengan aksi-aksi sosial. Termasuk, memupuk kepedulian terhadap alam dan lingkungan. “Inilah perlunya organisasi,” tandas Mbah Mett, panggilan akrabnya di komunitas trail.

Ia menambahkan, kegiatan yang disponsori oleh PT Gudang Garam Tbk itu memang dimaksudkan untuk ikut merayakan hari jadi Kabupaten Kediri. “Semoga ke depan Kediri bisa lebih bagus dengan semangat baru,” tambahnya.

 

- Advertisement -

KEDIRI KABUPATEN- Puncak peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-1214 Kabupaten Kediri, kemarin, dirayakan dengan cara tersendiri oleh para rider. Yakni, dengan menyusuri jalur trail di lereng Gunung Kelud. 

Mengambil start dan finish di Lapangan Desa Tawang, Kecamatan Wates, ada ribuan rider yang tertantang untuk menaklukkan medan-medan ekstrem di kawasan gunung berapi tersebut. “Dari kami (panitia, Red), tadi mencatat ada sekitar dua ribu rider yang mendaftar,” ujar Raden Ashari, panitia Kelud Adventure Trail kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Mereka berangkat sekitar pukul 08.00. Total jarak yang ditempuh 85 kilometer. Namun, Raden menegaskan, event ini bukan kompetisi. Para rider bebas menikmati jalur trail yang disediakan panitia.

Mereka boleh menggeber kendaraannya dengan cepat. Akan tetapi, bisa juga santai-santai sembari menikmati jalur lereng Kelud. “Santai sambil ngopi-ngopi di warung dulu juga bisa. Kita fun-fun dalam trail ini,” tegas ketua harian Komunitas Trail Kediri (KTK) ini.

Baca Juga :  Catatan Ekspedisi Wilis I, Mengupas Sejarah Kuno si Gunung Cantik (3)

Kata Raden, terdapat delapan titik rute tersulit dalam Kelud Trail Adventure. Selain medan tanjakan dan turunan, yang terberat adalah tanjakan berlumpur di daerah Ngancar. Tidak semua rider bisa melewatinya. Hanya sekitar 70 persen rider yang berhasil menaklukkan.

Di antara para rider itu, Ketua Umum KTK Slamet Budiono ikut ambil bagian. Mengendarai kuda besi, ia turut menaklukkan medan-medan sulit. “Animo masyarakat terhadap trail cukup tinggi. Animo ini yang seharusnya kita kelola dengan baik,” ujarnya.

Slamet menilai, alam di Kabupaten Kediri sangat istimewa untuk olahraga offroad jika dikelola dengan benar. Terlebih banyak spot yang cocok dan diminati para rider, seperti jalur lereng Gunung Kelud.

Bahkan, lanjut dia, Kabupaten Kediri bisa menjadi barometer trail di Indonesia dengan jalur-jalurnya yang menantang namun indah. “Hal inilah yang menarik bagi setiap rider,” lanjut lelaki yang juga wakil direktur PT Gudang Garam (GG) Tbk itu.

Baca Juga :  Debu, Kelud, dan Anak Gajah

Sebagai olahraga, tutur Slamet, trail bisa menjadi wahana untuk menyalurkan hobi. Juga, mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya. Mereka yang suka kebut-kebutan, bisa mengekspresikannya di jalur yang benar dan terorganisasi.

Selain itu, solidaritas di antara mereka bisa terjalin. Demikian pula solidaritas terhadap sesama karena mereka selalu mengiri kegiatannya dengan aksi-aksi sosial. Termasuk, memupuk kepedulian terhadap alam dan lingkungan. “Inilah perlunya organisasi,” tandas Mbah Mett, panggilan akrabnya di komunitas trail.

Ia menambahkan, kegiatan yang disponsori oleh PT Gudang Garam Tbk itu memang dimaksudkan untuk ikut merayakan hari jadi Kabupaten Kediri. “Semoga ke depan Kediri bisa lebih bagus dengan semangat baru,” tambahnya.

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/