27 C
Kediri
Friday, August 12, 2022
Array

Prediksi Persediaan Beras Masih Minus

  KEDIRI KABUPATEN – Sejumlah persawahan padi diprediksi mulai panen selama Januari ini. Hanya saja, karena lahan yang panen tidak terlalu luas dan tidak seimbang dengan konsumsi, stok beras diyakini masih minus.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Widodo Imam Santoso. Menurutnya, berdasarkan pola tanam yang terjadi setiap tahun, memang Januari panen belum terlalu luas.

Sementara kebutuhan konsumsi tetap atau tidak berubah. Efeknya persediaan dipastikan minus. “Setiap tahun (pola) tidak ada perubahan. Januari selalu minus,” terangnya.

Widodo lalu membeberkan data pola panen selama 2017. Pada Januari, jumlah produksi sebesar 8.502 ton gabah kering giling (GKG). Dari angka tersebut kersediaan beras sebesar 4.708 ton. Sementara untuk konsumsi beras sebesar 9.809 ton. Sehingga terjadi minus 5.101 ton.

Pada dua tahun lalu, jumlah beras juga tidak berbeda. Produksi sebesar 7.875 ton GKG, sehingga produksi bersih sebesar 6.900 ton beras. Sementara konsumsi beras sebesar 11.826 ton. Dari angka tersebut terjadi minus stok beras sebesar 7.466 ton.

Baca Juga :  Menteri Pertanian Andi Amran Bagi-Bagi Ayam dan Bibit

Kondisi yang sama diperkirakan akan terjadi pada 2018 ini. Pemantauan dari dispertabun, memang masih sedikit daerah yang panen. “Estimasinya paling banyak di daerah Kandangan dan papar,” terangnya.

Selain itu, daerah lainnya yang diperkirakan panen Januari ini adalah Plosoklaten, Pare, Kepung, Kras, Ngancar, Gampengrejo, Ngasem, Kayenkidul, Kunjang, Plemahan, dan Pagu. Hanya saja sebelas daerah itu tidak terlalu tinggi.

Seperti panen di Desa Semanding, Kecamatan Pare. Salah satunya lahan milik Tumaji seluas 125 ru yang menghasilkan panen 1,2 ton. Hanya saja, hasilnya sudah dibeli oleh tengkulak seharga Rp 5 ribu per kilogram. Itu harga gabah kering panen.

Namun, Widodo menyatakan, kondisi minus ini tidak akan berlangsung lama. Sebab, bulan depan atau Februari, sudah banyak sawah yang panen. Bahkan, stok diperkirakan surplus. Selanjutnya akan mencapai puncaknya pada Maret mendatang.

Baca Juga :  Serangan Tikus Meluas di Empat Kecamatan

Sementara itu, untuk mencukupi kebutuhan stok beras, Bulog Subdivre V  Kediri menegaskan siap menyerap gabah atau beras petani. Karena itu, Bulog telah membentuk empat unit satuan kerja pengadaan dan menetapkan mitra kerja pengadaan.

“Saat ini sesuai ketentuan, harga bulog untuk GKG (gabah kering giling) sebesar Rp 5.200,” jelas Cicik Fauziah, kasi pengadaan dan gasar Bulog Subdivre V Kediri. Sementara untuk beras medium dengan harga Rp 8 ribu dan beras premium Rp 9 ribu.

 

Data Produksi Beras Selama Januari 

                                                2017           2016           2015 

Produksi (ton GKG)                8.502          7.875          7.372

Losis                                        1.053          975             913

Produksi Bersih (ton)              7.449          6.900          6.459

Ketersediaan Beras (ton)                   4.708          4.361          4.082

Konsumsi Beras (ton)             9.809          11.826        11.769

Minus Stok Beras (ton)           (5.101)        (7.466)        (7.687)

 

- Advertisement -

  KEDIRI KABUPATEN – Sejumlah persawahan padi diprediksi mulai panen selama Januari ini. Hanya saja, karena lahan yang panen tidak terlalu luas dan tidak seimbang dengan konsumsi, stok beras diyakini masih minus.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Widodo Imam Santoso. Menurutnya, berdasarkan pola tanam yang terjadi setiap tahun, memang Januari panen belum terlalu luas.

Sementara kebutuhan konsumsi tetap atau tidak berubah. Efeknya persediaan dipastikan minus. “Setiap tahun (pola) tidak ada perubahan. Januari selalu minus,” terangnya.

Widodo lalu membeberkan data pola panen selama 2017. Pada Januari, jumlah produksi sebesar 8.502 ton gabah kering giling (GKG). Dari angka tersebut kersediaan beras sebesar 4.708 ton. Sementara untuk konsumsi beras sebesar 9.809 ton. Sehingga terjadi minus 5.101 ton.

Pada dua tahun lalu, jumlah beras juga tidak berbeda. Produksi sebesar 7.875 ton GKG, sehingga produksi bersih sebesar 6.900 ton beras. Sementara konsumsi beras sebesar 11.826 ton. Dari angka tersebut terjadi minus stok beras sebesar 7.466 ton.

Baca Juga :  Simalakama Petani Nganjuk yang Tak Berseri Meski Panen Padi

Kondisi yang sama diperkirakan akan terjadi pada 2018 ini. Pemantauan dari dispertabun, memang masih sedikit daerah yang panen. “Estimasinya paling banyak di daerah Kandangan dan papar,” terangnya.

Selain itu, daerah lainnya yang diperkirakan panen Januari ini adalah Plosoklaten, Pare, Kepung, Kras, Ngancar, Gampengrejo, Ngasem, Kayenkidul, Kunjang, Plemahan, dan Pagu. Hanya saja sebelas daerah itu tidak terlalu tinggi.

Seperti panen di Desa Semanding, Kecamatan Pare. Salah satunya lahan milik Tumaji seluas 125 ru yang menghasilkan panen 1,2 ton. Hanya saja, hasilnya sudah dibeli oleh tengkulak seharga Rp 5 ribu per kilogram. Itu harga gabah kering panen.

Namun, Widodo menyatakan, kondisi minus ini tidak akan berlangsung lama. Sebab, bulan depan atau Februari, sudah banyak sawah yang panen. Bahkan, stok diperkirakan surplus. Selanjutnya akan mencapai puncaknya pada Maret mendatang.

Baca Juga :  Menteri Pertanian Andi Amran Bagi-Bagi Ayam dan Bibit

Sementara itu, untuk mencukupi kebutuhan stok beras, Bulog Subdivre V  Kediri menegaskan siap menyerap gabah atau beras petani. Karena itu, Bulog telah membentuk empat unit satuan kerja pengadaan dan menetapkan mitra kerja pengadaan.

“Saat ini sesuai ketentuan, harga bulog untuk GKG (gabah kering giling) sebesar Rp 5.200,” jelas Cicik Fauziah, kasi pengadaan dan gasar Bulog Subdivre V Kediri. Sementara untuk beras medium dengan harga Rp 8 ribu dan beras premium Rp 9 ribu.

 

Data Produksi Beras Selama Januari 

                                                2017           2016           2015 

Produksi (ton GKG)                8.502          7.875          7.372

Losis                                        1.053          975             913

Produksi Bersih (ton)              7.449          6.900          6.459

Ketersediaan Beras (ton)                   4.708          4.361          4.082

Konsumsi Beras (ton)             9.809          11.826        11.769

Minus Stok Beras (ton)           (5.101)        (7.466)        (7.687)

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/