23.1 C
Kediri
Monday, August 15, 2022
Array

Tujuh ASN Pemkot Bolos

- Advertisement -

KEDIRI – Masih ada saja aparatur sipil negara (ASN) yang tak disiplin. Walaupun sudah mendapat cuti bersama Lebaran relatif panjang, pada hari pertama kemarin ada yang bolos. Mereka tak masuk kerja tanpa keterangan.

Setidaknya, ada tujuh ASN di Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri yang seperti itu. Mereka ketahuan tak masuk kerja di hari pertama setelah pihak inspektorat melakukan inspeksi mendadak (sidak) sepanjang hari pertama masuk kerja kemarin. Pihak inspektorat pun menegaskan telah melaporkan adanya ASN yang bolos tersebut kepada Sekkota Budwi Sunu Hernaning Sulistyo.

“Sudah kami laporkan. Nanti kepala satker yang bersangkutan akan memberikan peringatan kepada pegawainya yang membolos itu,” kata Maki Ali, kepala Inspektorat.

Inspektorat kemarin menurunkan tiga tim yang berisi 30 personil. Mereka tak hanya mengecek kehadiran saja. Tapi, juga melihat apakah ASN yang sudah fingerprint benar-benar masuk kerja. Tidak langsung pulang lagi.

Baca Juga :  Perjuangan Mujiati untuk Bebas dari Kanker Kelenjar Bening

Sidak kemarin menyasar ke 31 satker yang membawahi 1.671 ASN. Hasilnya 1.440 di antaranya hadir tepat waktu. Sedangkan 191 ASN datang terlambat. Sedangkan yang tak masuk mencapai 40 orang.

- Advertisement -

Menurut Maki, dari yang tak masuk, 33 orang ada keterangan. Mulai cuti hamil hingga sakit. Sisanya tak ada keterangan sama sekali.

Sekkota Budwi Sunu mengatakan, sejak penerapan fingerprint, pada 2016, kedisiplinan ASN mengalami peningkatan. Karena bila tak masuk kerja akan terpantau.

Selain itu, uang kinerja akan berdasar pada penuh atau tidaknya absensi mereka. Jika tidak datang otomatis uang kinerja tidaklah bisa diterima. “Terus kami lakukan pemantauan setelah ini. Tidak hanya saat pertama masuk kerja setelah libur Lebaran ini,” tegasnya.

Sementara itu, di Kabupaten Kediri, Inspektorat setempat juga melakukan sidak di hari pertama kemarin. Namun, di Pemkab Kediri, tak ditemukan ASN yang bolos. Mereka yang tak masuk di hari pertama sudah melampirkan izin.

Baca Juga :  Berkas Caleg: Kota Lengkap, Kabupaten Baru Tiga

“Sakit sebanyak dua orang, cuti melahirkan satu orang, dinas ke luar kota tiga orang, turun piket dua orang, serta satu orang lagi persiapan pensiun,” terangPlt Kepala Inspektorat Wirawan.

Sidak berlangsung mulai pukul 08.30 WIB dan berakhir pukul 11.30 WIB. Usai halalbihalal dan apel pagi di Pemkab, tim bergegas membagi wilayahnya masing-masing. Menurut Wirawan ada 14 titik yang menjadi sasaran sidak.

“Yang kecamatan ada lima, sisanya dinas,” ungkapnya.

Wirawan juga menekankan bahwa di bulan-bulan seperti Juni ini agar ASN lebih rajin, yakni dengan tidak membolos. Pasalnya Bulan Juni segera berakhir, jika dikurangi jatah libur maka waktu efektif kerja sangat sedikit. Ditambah lagi Bulan Juni ini puncak-puncaknya kegiatan kerja.

“Mulai harus ngebut, karena waktu tinggal sedikit tanggal 27 nanti libur lagi pilkada,” terangnya.

- Advertisement -

KEDIRI – Masih ada saja aparatur sipil negara (ASN) yang tak disiplin. Walaupun sudah mendapat cuti bersama Lebaran relatif panjang, pada hari pertama kemarin ada yang bolos. Mereka tak masuk kerja tanpa keterangan.

Setidaknya, ada tujuh ASN di Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri yang seperti itu. Mereka ketahuan tak masuk kerja di hari pertama setelah pihak inspektorat melakukan inspeksi mendadak (sidak) sepanjang hari pertama masuk kerja kemarin. Pihak inspektorat pun menegaskan telah melaporkan adanya ASN yang bolos tersebut kepada Sekkota Budwi Sunu Hernaning Sulistyo.

“Sudah kami laporkan. Nanti kepala satker yang bersangkutan akan memberikan peringatan kepada pegawainya yang membolos itu,” kata Maki Ali, kepala Inspektorat.

Inspektorat kemarin menurunkan tiga tim yang berisi 30 personil. Mereka tak hanya mengecek kehadiran saja. Tapi, juga melihat apakah ASN yang sudah fingerprint benar-benar masuk kerja. Tidak langsung pulang lagi.

Baca Juga :  Banyak Cerita saat Stay at Home

Sidak kemarin menyasar ke 31 satker yang membawahi 1.671 ASN. Hasilnya 1.440 di antaranya hadir tepat waktu. Sedangkan 191 ASN datang terlambat. Sedangkan yang tak masuk mencapai 40 orang.

Menurut Maki, dari yang tak masuk, 33 orang ada keterangan. Mulai cuti hamil hingga sakit. Sisanya tak ada keterangan sama sekali.

Sekkota Budwi Sunu mengatakan, sejak penerapan fingerprint, pada 2016, kedisiplinan ASN mengalami peningkatan. Karena bila tak masuk kerja akan terpantau.

Selain itu, uang kinerja akan berdasar pada penuh atau tidaknya absensi mereka. Jika tidak datang otomatis uang kinerja tidaklah bisa diterima. “Terus kami lakukan pemantauan setelah ini. Tidak hanya saat pertama masuk kerja setelah libur Lebaran ini,” tegasnya.

Sementara itu, di Kabupaten Kediri, Inspektorat setempat juga melakukan sidak di hari pertama kemarin. Namun, di Pemkab Kediri, tak ditemukan ASN yang bolos. Mereka yang tak masuk di hari pertama sudah melampirkan izin.

Baca Juga :  Berkas Caleg: Kota Lengkap, Kabupaten Baru Tiga

“Sakit sebanyak dua orang, cuti melahirkan satu orang, dinas ke luar kota tiga orang, turun piket dua orang, serta satu orang lagi persiapan pensiun,” terangPlt Kepala Inspektorat Wirawan.

Sidak berlangsung mulai pukul 08.30 WIB dan berakhir pukul 11.30 WIB. Usai halalbihalal dan apel pagi di Pemkab, tim bergegas membagi wilayahnya masing-masing. Menurut Wirawan ada 14 titik yang menjadi sasaran sidak.

“Yang kecamatan ada lima, sisanya dinas,” ungkapnya.

Wirawan juga menekankan bahwa di bulan-bulan seperti Juni ini agar ASN lebih rajin, yakni dengan tidak membolos. Pasalnya Bulan Juni segera berakhir, jika dikurangi jatah libur maka waktu efektif kerja sangat sedikit. Ditambah lagi Bulan Juni ini puncak-puncaknya kegiatan kerja.

“Mulai harus ngebut, karena waktu tinggal sedikit tanggal 27 nanti libur lagi pilkada,” terangnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/