26.4 C
Kediri
Monday, August 15, 2022
Array

Mereka yang Berjaya di Kompetisi Futsal Radar Kediri Cup 2018 (1)

- Advertisement -

Tak ada gurat lelah. Saat diwawancarai usai merayakan kemenangannya, tim Fullday Soccer dari SMAN 1 Kediri sudah bersiap untuk bermain futsal lagi. Di tempat lain.

 

 

“Sudah selesai ini wawancaranya?,” tanya Zufar Rabbani, anchor sekaligus kapten tim Fullday Soccer di bangku sisi selatan lapangan A Udo Futsal, petang itu (Minggu, 18/3). Dia sudah berganti pakaian. Tak lagi mengenakan kostum kuning-hitam kebanggaan tim futsal Smas’t –julukan SMA negeri yang berlokasi di Jl Veteran 1 Kediri.

Saat wartawan koran ini mencoba menahannya sambil bertanya hendak ke mana, Zufar lugas menjawab, “Mau main futsal lagi. Di GOR (Jayabaya).”

- Advertisement -

Waktu menunjukkan pukul 18.30. Magrib tinggal separo waktu lagi. Jalanan di luar gedung Udo Futsal di Jl Semeru juga masih basah. Hujan deras yang mengguyur saat pertandingan final Kompetisi Futsal Radar Kediri Cup 2018 baru saja reda. Zufar dan kawan-kawannya sudah siap bergegas. Padahal, petang itu, mereka baru saja menjalani dua pertandingan sekaligus. Masing-masing 2×20 menit. Di lapangan seluas 15×25 meter.

Pertama, dalam pertandingan semifinal melawan SMK Kertanegara Kediri. Kedua, dalam pertandingan final melawan SMAN 5 Kediri. Meski disebut mini-soccer, di lapangan yang lebih sempit dan waktu yang lebih pendek dibanding sepakbola, bertanding dua kali sekaligus dalam jeda waktu yang pendek tetap saja membutuhkan tenaga ekstra.

Apalagi, sehari sebelumnya (Sabtu, 17/3), pada babak penyisihan, Zufar dkk juga melakoni dua laga sekaligus. Pertama, melawan SMAN 1 Grogol A. Kedua, melawan SMAN 2 Kediri. Keduanya berhasil dimenangkan Zufar dkk yang lantas mengantarkan mereka ke semifinal pada hari kedua (Minggu, 18/3). “Sudah biasa. Kadang sampai tiga-empat pertandingan,” sebut remaja 16 tahun itu enteng.

Baca Juga :  Sengkuni Zaman Now

Endurance. Zufar dkk sudah terbiasa berlatih keras untuk meningkatkan daya tahan itu. Jogging, sprint, semuanya. Seminggu dua kali. Tiap Rabu dan Jumat mulai pukul 15.00 hingga 17.30. Di samping berlatih skill, tentu saja. Di bawah asuhan Anggi, pelatihnya, yang juga alumnus Smas’t. 

Tim ini dipersiapkan sejak lebih dari sebulan lalu. Yakni, begitu memutuskan untuk mendaftar sebagai peserta Kompetisi Futsal Radar Kediri Cup 2018. Sebanyak sepuluh personel –sesuai kuota yang ditetapkan—dipilih sebagai pemain lewat seleksi. Tak terlalu sulit karena futsal sudah menjadi kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 1 Kediri. Klubnya juga sudah ada. Regenerasi pun berjalan. Sudah ada pemain kelas X yang menggantikan pemain kelas XII yang terkendala oleh persiapan ujian sekolah. Seperti Zufar yang duduk di kelas X-IPS-C. Ia bahkan terpilih sebagai kapten tim.

Tantangan justru muncul begitu hari H. Lapangan yang berupa rumput sintetis berbeda dengan lapangan matras yang biasa mereka pakai untuk berlatih maupun bertanding sebelumnya. “Licin,” kata Zufar diamini Bisma Fauzan, pemain kelas XI-IPS-B yang berposisi flank.

Inilah yang membuat mereka harus mengubah strategi sejak hari pertama pertandingan. Jika biasanya bermain taktis dengan bola-bola pendek, selama kompetisi ini harus berganti pola. “Kami harus mengandalkan passing,” sebut Zufar.

Ya, dengan lapangan rumput sintetis yang dirasa licin dibanding lapangan matras, Zufar dkk merasa agak kesulitan untuk mengendalikan bola. “Sering lepas,” katanya. Makanya, setelah beberapa saat, mereka langsung mengubah strategi.

Strategi memainkan bola-bola panjang itulah yang dipakai hingga pertandingan final, Minggu petang (18/3). Ditambah kecepatan berlari, ketangguhan dalam body contact, serta skill dalam mengolah bola, Zufar dkk berhasil membungkam lawan-lawannya.

Baca Juga :  Menko Airlangga Hartarto Ungkap Strategi Indonesia dalam Forum G20

Di babak penyisihan grup B, hari pertama, mereka menekuk tim SMAN 1 Grogol A dengan skor 3-2 lewat adu tendangan penalti dan tim SMAN 2 Kediri dengan skor 2-1. Sedangkan di babak semifinal, hari kedua, Zufar dkk menaklukkan tim SMK Kertanegara dengan skor 2-1. Ini sekaligus mengantarkan Fullday Soccer sebagai juara grup B dan berhak melaju ke babak final melawan juara grup A, SMAN 5 Kediri.

Di babak final SMA yang menjadi pemungkas kompetisi ini, pertandingan berjalan seru dan menarik. Bahkan agak panas. Lima kartu kuning sampai dikeluarkan oleh wasit. Masing-masing tiga untuk tim SMAN 5 dan dua untuk tim SMAN 1.

Keduanya sama-sama tampil ngotot dan cepat. Skor bahkan sempat imbang 2-2 sebelum akhirnya berubah menjadi 3-2 untuk kemenangan Fullday Soccer. Zufar ikut mencetak satu gol dalam pertandingan itu. Sedangkan dua lainnya dilesakkan oleh Bayu. Ini sekaligus menjadi kemenangan kedua bagi mereka atas tim SMAN 5 Kediri. “Sebelumnya bertemu di Nganjuk,” ungkap Zufar.

Sorak sorai pun langsung membahana di tengah lapangan A. Bahkan, hingga berpindah ke lapangan B yang menjadi lokasi penyerahan hadiah, mereka tak henti-henti meluapkan kegembiraan. Selain trofi, Zufar dkk berhak mendapatkan sertifikat dan uang pembinaan.

Hujan deras sudah reda ketika ‘pesta kemenangan’ itu usai. Tapi, tetes air masih sesekali jatuh dari talang atau daun dan ranting pepohonan. Zufar dkk sudah berganti pakaian. Bersiap untuk turun lapangan lagi. Di tempat lain. “Kami biasa makan sebiji pisang Ambon dan minum segelas susu menjelang pertandingan. Terkadang juga STMJ setelah bertanding malam,” ungkapnya tentang rahasia lain di balik daya tahan mereka.

- Advertisement -

Tak ada gurat lelah. Saat diwawancarai usai merayakan kemenangannya, tim Fullday Soccer dari SMAN 1 Kediri sudah bersiap untuk bermain futsal lagi. Di tempat lain.

 

 

“Sudah selesai ini wawancaranya?,” tanya Zufar Rabbani, anchor sekaligus kapten tim Fullday Soccer di bangku sisi selatan lapangan A Udo Futsal, petang itu (Minggu, 18/3). Dia sudah berganti pakaian. Tak lagi mengenakan kostum kuning-hitam kebanggaan tim futsal Smas’t –julukan SMA negeri yang berlokasi di Jl Veteran 1 Kediri.

Saat wartawan koran ini mencoba menahannya sambil bertanya hendak ke mana, Zufar lugas menjawab, “Mau main futsal lagi. Di GOR (Jayabaya).”

Waktu menunjukkan pukul 18.30. Magrib tinggal separo waktu lagi. Jalanan di luar gedung Udo Futsal di Jl Semeru juga masih basah. Hujan deras yang mengguyur saat pertandingan final Kompetisi Futsal Radar Kediri Cup 2018 baru saja reda. Zufar dan kawan-kawannya sudah siap bergegas. Padahal, petang itu, mereka baru saja menjalani dua pertandingan sekaligus. Masing-masing 2×20 menit. Di lapangan seluas 15×25 meter.

Pertama, dalam pertandingan semifinal melawan SMK Kertanegara Kediri. Kedua, dalam pertandingan final melawan SMAN 5 Kediri. Meski disebut mini-soccer, di lapangan yang lebih sempit dan waktu yang lebih pendek dibanding sepakbola, bertanding dua kali sekaligus dalam jeda waktu yang pendek tetap saja membutuhkan tenaga ekstra.

Apalagi, sehari sebelumnya (Sabtu, 17/3), pada babak penyisihan, Zufar dkk juga melakoni dua laga sekaligus. Pertama, melawan SMAN 1 Grogol A. Kedua, melawan SMAN 2 Kediri. Keduanya berhasil dimenangkan Zufar dkk yang lantas mengantarkan mereka ke semifinal pada hari kedua (Minggu, 18/3). “Sudah biasa. Kadang sampai tiga-empat pertandingan,” sebut remaja 16 tahun itu enteng.

Baca Juga :  Sepak Bola dan Plat Nomor

Endurance. Zufar dkk sudah terbiasa berlatih keras untuk meningkatkan daya tahan itu. Jogging, sprint, semuanya. Seminggu dua kali. Tiap Rabu dan Jumat mulai pukul 15.00 hingga 17.30. Di samping berlatih skill, tentu saja. Di bawah asuhan Anggi, pelatihnya, yang juga alumnus Smas’t. 

Tim ini dipersiapkan sejak lebih dari sebulan lalu. Yakni, begitu memutuskan untuk mendaftar sebagai peserta Kompetisi Futsal Radar Kediri Cup 2018. Sebanyak sepuluh personel –sesuai kuota yang ditetapkan—dipilih sebagai pemain lewat seleksi. Tak terlalu sulit karena futsal sudah menjadi kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 1 Kediri. Klubnya juga sudah ada. Regenerasi pun berjalan. Sudah ada pemain kelas X yang menggantikan pemain kelas XII yang terkendala oleh persiapan ujian sekolah. Seperti Zufar yang duduk di kelas X-IPS-C. Ia bahkan terpilih sebagai kapten tim.

Tantangan justru muncul begitu hari H. Lapangan yang berupa rumput sintetis berbeda dengan lapangan matras yang biasa mereka pakai untuk berlatih maupun bertanding sebelumnya. “Licin,” kata Zufar diamini Bisma Fauzan, pemain kelas XI-IPS-B yang berposisi flank.

Inilah yang membuat mereka harus mengubah strategi sejak hari pertama pertandingan. Jika biasanya bermain taktis dengan bola-bola pendek, selama kompetisi ini harus berganti pola. “Kami harus mengandalkan passing,” sebut Zufar.

Ya, dengan lapangan rumput sintetis yang dirasa licin dibanding lapangan matras, Zufar dkk merasa agak kesulitan untuk mengendalikan bola. “Sering lepas,” katanya. Makanya, setelah beberapa saat, mereka langsung mengubah strategi.

Strategi memainkan bola-bola panjang itulah yang dipakai hingga pertandingan final, Minggu petang (18/3). Ditambah kecepatan berlari, ketangguhan dalam body contact, serta skill dalam mengolah bola, Zufar dkk berhasil membungkam lawan-lawannya.

Baca Juga :  Pelatih Persik Gethuk Ingin yang Simple

Di babak penyisihan grup B, hari pertama, mereka menekuk tim SMAN 1 Grogol A dengan skor 3-2 lewat adu tendangan penalti dan tim SMAN 2 Kediri dengan skor 2-1. Sedangkan di babak semifinal, hari kedua, Zufar dkk menaklukkan tim SMK Kertanegara dengan skor 2-1. Ini sekaligus mengantarkan Fullday Soccer sebagai juara grup B dan berhak melaju ke babak final melawan juara grup A, SMAN 5 Kediri.

Di babak final SMA yang menjadi pemungkas kompetisi ini, pertandingan berjalan seru dan menarik. Bahkan agak panas. Lima kartu kuning sampai dikeluarkan oleh wasit. Masing-masing tiga untuk tim SMAN 5 dan dua untuk tim SMAN 1.

Keduanya sama-sama tampil ngotot dan cepat. Skor bahkan sempat imbang 2-2 sebelum akhirnya berubah menjadi 3-2 untuk kemenangan Fullday Soccer. Zufar ikut mencetak satu gol dalam pertandingan itu. Sedangkan dua lainnya dilesakkan oleh Bayu. Ini sekaligus menjadi kemenangan kedua bagi mereka atas tim SMAN 5 Kediri. “Sebelumnya bertemu di Nganjuk,” ungkap Zufar.

Sorak sorai pun langsung membahana di tengah lapangan A. Bahkan, hingga berpindah ke lapangan B yang menjadi lokasi penyerahan hadiah, mereka tak henti-henti meluapkan kegembiraan. Selain trofi, Zufar dkk berhak mendapatkan sertifikat dan uang pembinaan.

Hujan deras sudah reda ketika ‘pesta kemenangan’ itu usai. Tapi, tetes air masih sesekali jatuh dari talang atau daun dan ranting pepohonan. Zufar dkk sudah berganti pakaian. Bersiap untuk turun lapangan lagi. Di tempat lain. “Kami biasa makan sebiji pisang Ambon dan minum segelas susu menjelang pertandingan. Terkadang juga STMJ setelah bertanding malam,” ungkapnya tentang rahasia lain di balik daya tahan mereka.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/