23.6 C
Kediri
Sunday, August 14, 2022
Array

Tahun Penuh Tantangan

- Advertisement -

KEDIRI – Sebagai usaha mencapai universal health coverage, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kediri terus mengembangkan sayap dengan menggandeng semua stakeholder dan pemerintah daerah. Target cakupan semesta merupakan arah kebijakan dan strategi nasional dalam rencana pembangunan jangka menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2019.

Persentase penduduk yang menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) ditargetkan mencapai 95% pada tahun 2019. “Tahun 2018 adalah tantangan bagi kami karena harus mencakup seluruh penduduk,” ujar Gatot Subroto, Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kediri pada Jawa Pos Radar Kediri.

Untuk mencapai UHC, BPJS Kesehatan KC Kediri fokus menggandeng organisasi masyarakat, kelompok-kelompok, serta pemerintah daerah untuk memetakan masyarakat yang belum terdaftar. “Setelah memiliki data berbentuk peta masyarakat yang belum terdaftar, kita koordinasi kembali dengan Pemerintah Daerah untuk menyikapi penduduk yang belum terdaftar tersebut” terangnya.

Baca Juga :  Program Ini Ringankan Tugas Tim Jumantik

Hingga saat ini, penduduk di wilayah kerja BPJS Kesehatan KC Kediri yang telah terdaftar mencapai  53 persen, sehingga kurang 47 persen lagi agar dapat disebut UHC. “Target yang harus dicapai kini bukan angka lagi, melainkan seluruh penduduk. Untuk mencapainya diperlukan kontribusi dari seluruh stakeholder. Komitmen mewujudkan masyarakat yang sejahtera merupakan hal utama untuk mencapai UHC,” sahutnya.

- Advertisement -

Selain UHC, BPJS Kesehatan juga fokus pada peningkatan kepuasan peserta dan menjaga kesinambungan program melalui optimalisasi kolektabilitas iuran. Hingga tahun kelimanya, masyarakat luas sudah menikmati manfaatnya.

Data semester satu tahun 2017 menunjukkan angka kunjungan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga 1 juta kali, kunjungan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (RS) mencapai 480 ribu, 64 ribu di antaranya rawat inap.

Baca Juga :  Sosialisasi Genre di SMAN 1 Wates

Artinya, total pemanfaatan JKN-KIS di wilayah kerja BPJS Kesehatan KC Kediri mencapai 1,48 juta kali sejak Januari hingga Juni tahun 2017. Bahkan data nasional hingga Bulan Juni 2017 menyatakan bahwa terdapat penanggungan penyakit katastropik hingga 9.8 juta kasus. “Program ini mencegah terjadinya kemiskinan baru. Program ini harus berkesinambungan agar masyarakat dapat tetap memanfaatkan. Mayoritas penunggak adalah peserta mandiri. Maka dari itu peserta mandiri harusnya disiplin membayar. Masyarakat harus saling mengingatkan sekarang ,” tutup Gatot.

- Advertisement -

KEDIRI – Sebagai usaha mencapai universal health coverage, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kediri terus mengembangkan sayap dengan menggandeng semua stakeholder dan pemerintah daerah. Target cakupan semesta merupakan arah kebijakan dan strategi nasional dalam rencana pembangunan jangka menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2019.

Persentase penduduk yang menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) ditargetkan mencapai 95% pada tahun 2019. “Tahun 2018 adalah tantangan bagi kami karena harus mencakup seluruh penduduk,” ujar Gatot Subroto, Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kediri pada Jawa Pos Radar Kediri.

Untuk mencapai UHC, BPJS Kesehatan KC Kediri fokus menggandeng organisasi masyarakat, kelompok-kelompok, serta pemerintah daerah untuk memetakan masyarakat yang belum terdaftar. “Setelah memiliki data berbentuk peta masyarakat yang belum terdaftar, kita koordinasi kembali dengan Pemerintah Daerah untuk menyikapi penduduk yang belum terdaftar tersebut” terangnya.

Baca Juga :  Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kota Angin

Hingga saat ini, penduduk di wilayah kerja BPJS Kesehatan KC Kediri yang telah terdaftar mencapai  53 persen, sehingga kurang 47 persen lagi agar dapat disebut UHC. “Target yang harus dicapai kini bukan angka lagi, melainkan seluruh penduduk. Untuk mencapainya diperlukan kontribusi dari seluruh stakeholder. Komitmen mewujudkan masyarakat yang sejahtera merupakan hal utama untuk mencapai UHC,” sahutnya.

Selain UHC, BPJS Kesehatan juga fokus pada peningkatan kepuasan peserta dan menjaga kesinambungan program melalui optimalisasi kolektabilitas iuran. Hingga tahun kelimanya, masyarakat luas sudah menikmati manfaatnya.

Data semester satu tahun 2017 menunjukkan angka kunjungan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga 1 juta kali, kunjungan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (RS) mencapai 480 ribu, 64 ribu di antaranya rawat inap.

Baca Juga :  Edukasi Warga Konversi Sampah Organik Jadi Pupuk Kompos

Artinya, total pemanfaatan JKN-KIS di wilayah kerja BPJS Kesehatan KC Kediri mencapai 1,48 juta kali sejak Januari hingga Juni tahun 2017. Bahkan data nasional hingga Bulan Juni 2017 menyatakan bahwa terdapat penanggungan penyakit katastropik hingga 9.8 juta kasus. “Program ini mencegah terjadinya kemiskinan baru. Program ini harus berkesinambungan agar masyarakat dapat tetap memanfaatkan. Mayoritas penunggak adalah peserta mandiri. Maka dari itu peserta mandiri harusnya disiplin membayar. Masyarakat harus saling mengingatkan sekarang ,” tutup Gatot.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/