23.8 C
Kediri
Thursday, August 11, 2022
Array

Novi Bacabup Terkaya

NGANJUK – Seluruh bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) sudah menerima bukti serah terima laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) dari KPK. Dari daftar tersebut, Novi Rahman Hidayat tercatat memiliki kekayaan paling banyak.

Data yang dihimpun dari dalam daftar kekayaan calon kepala daerah yang beredar, Novi Rahman Hidayat dilaporkan memiliki kekayaan mencapai Rp 94,148 miliar. Sementara urutan kedua ditempati Bimantoro Wiyono dengan kekayaan sebesar Rp 5,378 miliar.

Berikutnya, ada Marhaen Djumadi dengan kekayaan sebesar Rp 4,869 miliar. Di bawahnya, Siti Nurhayati dengan total harta sebesar Rp 3,957 miliar. Urutan terakhir ditempati Desy Natalia Widya dengan kekayaan Rp 1,467 miliar. Sementara nama Ainul Yakin belum tercatat dalam daftar tersebut.

Saat dikonfirmasi tentang kekayaannya yang dilaporkan ke KPK lewat LHKPN, Novi membenarkannya. Hanya saja, Novi enggan merinci nilai setiap item kekayaan yang dilaporkan. “Saya sudah laporkan. Clear. Bisa dilihat di-web-nya KPK,” kata Novi.

Dengan laporan tersebut, pria asal Pace ini mengaku telah menerima bukti serah terima LHKPN dari KPK. Selanjutnya bukti tersebut akan diserahkan ke KPU Kabupaten Nganjuk sebagai syarat kelengkapan administrasi pencalonan kepala daerah.

Baca Juga :  JP Radar Kediri Sosialisasi Program Prakerin di SMKN 1 Nganjuk

Hal senada disampaikan Desy Natalia Widya. Perempuan asal Desa Banjaranyar, Kecamatan Tanjunganom itu mengaku sudah melaporkan harta kekayaan ke KPK. “Sudah saya serahkan ke KPU bukti serah terimanya,” terangnya.

Sementara Siti Nurhayati (Hanung) juga mengakui hal yang sama. Bahkan, mantan Bupati Nganjuk periode 2003-2008 itu menerima bukti serah terima lebih awal dibanding kandidat yang lama. “Sudah selesai sejak awal bulan (Januari),” katanya.

Terpisah, Ketua Divisi Teknis KPU Kabupaten Nganjuk Pujiono mengatakan, lima orang sudah menyerahkan bukti serah terima LHKPN. Mereka adalah Hanung, Bimantoro Wiyono, Marhaen Djumadi, Desy Natalia Widya dan Ainul Yakin. Berarti, tinggal Novi Rahman Hidayat yang belum menyerahkannya. “Mungkin tinggal proses penyerahan saja,” ungkap Pujiono.

Lebih jauh Pujiono mengatakan, mayoritas bukti serah terima baru diberikan kemarin. Yakni, milik Marhaen Djumadi, Desy Natalia Widya dan Ainul Yakin. Sementara Hanung dan Bima sudah menyerahkannya pada 14 Januari lalu.”Deadline penyerahan bukti serah terima LHKPN pada tanggal 20 Januari,” kata pria asal Lumajang ini.        

Baca Juga :  Senin Pembunuh Bobby Akan Disidang

Pujiono melanjutkan, bukti serah terima LHKPN diproses dengan waktu yang berbeda. Misalnya, Hanung dan Bima yang telah mendapatkan serah terima pada 5 Januari lalu. Sedangkan Novi dan Marhaen pada 11 Januari. Adapun Desy dan Yakin masing-masing pada 10 Januari dan 13 Januari.

Untuk diketahui, kemarin pasangan bacabup dan bacawabup beserta partai pengusung diundang ke KPUD Nganjuk untuk menerima penelitian berkas bacabup-bacawabup. Hasilnya, mereka memberikan beberapa catatan agar kandidat melengkapi berkas sampai 20 Januari.

Ketua KPU Kabupaten Nganjuk Agus Rahman Hakim mengatakan, secara umum berkas setiap kandidat sudah lengkap. Hanya saja, mereka perlu menyempurnakannya. Salah satunya adalah daftar tim pemenangan calon. “Karena ada beberapa nama yang diganti. Kami beri kesempatan untuk memperbaikinya,” kata Agus.

Selain itu, catatan lain adalah terkait dengan legalisir ijazah SMA milik Desy Natalia Widya. Mantan praktisi perbankan itu tercatat bersekolah di Denpasar, Bali. Sementara, ijazah Desy dilegalisir di cabang dinas pendidikan (cabdisdik) pemprov wilayah Kabupaten Nganjuk.”Kami sarankan untuk meminta legalisir di Denpasar. Yang bersangkutan menyanggupi,” lanjut Agus sembari menyebut waktu perbaikan hingga 20 Januari nanti.

- Advertisement -

NGANJUK – Seluruh bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) sudah menerima bukti serah terima laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) dari KPK. Dari daftar tersebut, Novi Rahman Hidayat tercatat memiliki kekayaan paling banyak.

Data yang dihimpun dari dalam daftar kekayaan calon kepala daerah yang beredar, Novi Rahman Hidayat dilaporkan memiliki kekayaan mencapai Rp 94,148 miliar. Sementara urutan kedua ditempati Bimantoro Wiyono dengan kekayaan sebesar Rp 5,378 miliar.

Berikutnya, ada Marhaen Djumadi dengan kekayaan sebesar Rp 4,869 miliar. Di bawahnya, Siti Nurhayati dengan total harta sebesar Rp 3,957 miliar. Urutan terakhir ditempati Desy Natalia Widya dengan kekayaan Rp 1,467 miliar. Sementara nama Ainul Yakin belum tercatat dalam daftar tersebut.

Saat dikonfirmasi tentang kekayaannya yang dilaporkan ke KPK lewat LHKPN, Novi membenarkannya. Hanya saja, Novi enggan merinci nilai setiap item kekayaan yang dilaporkan. “Saya sudah laporkan. Clear. Bisa dilihat di-web-nya KPK,” kata Novi.

Dengan laporan tersebut, pria asal Pace ini mengaku telah menerima bukti serah terima LHKPN dari KPK. Selanjutnya bukti tersebut akan diserahkan ke KPU Kabupaten Nganjuk sebagai syarat kelengkapan administrasi pencalonan kepala daerah.

Baca Juga :  Tolong Teman, Siswa SMP Tewas Tenggelam di Waduk Dung Gendo Wilangan

Hal senada disampaikan Desy Natalia Widya. Perempuan asal Desa Banjaranyar, Kecamatan Tanjunganom itu mengaku sudah melaporkan harta kekayaan ke KPK. “Sudah saya serahkan ke KPU bukti serah terimanya,” terangnya.

Sementara Siti Nurhayati (Hanung) juga mengakui hal yang sama. Bahkan, mantan Bupati Nganjuk periode 2003-2008 itu menerima bukti serah terima lebih awal dibanding kandidat yang lama. “Sudah selesai sejak awal bulan (Januari),” katanya.

Terpisah, Ketua Divisi Teknis KPU Kabupaten Nganjuk Pujiono mengatakan, lima orang sudah menyerahkan bukti serah terima LHKPN. Mereka adalah Hanung, Bimantoro Wiyono, Marhaen Djumadi, Desy Natalia Widya dan Ainul Yakin. Berarti, tinggal Novi Rahman Hidayat yang belum menyerahkannya. “Mungkin tinggal proses penyerahan saja,” ungkap Pujiono.

Lebih jauh Pujiono mengatakan, mayoritas bukti serah terima baru diberikan kemarin. Yakni, milik Marhaen Djumadi, Desy Natalia Widya dan Ainul Yakin. Sementara Hanung dan Bima sudah menyerahkannya pada 14 Januari lalu.”Deadline penyerahan bukti serah terima LHKPN pada tanggal 20 Januari,” kata pria asal Lumajang ini.        

Baca Juga :  Dipecat PNS, Boscu Masuk Bui

Pujiono melanjutkan, bukti serah terima LHKPN diproses dengan waktu yang berbeda. Misalnya, Hanung dan Bima yang telah mendapatkan serah terima pada 5 Januari lalu. Sedangkan Novi dan Marhaen pada 11 Januari. Adapun Desy dan Yakin masing-masing pada 10 Januari dan 13 Januari.

Untuk diketahui, kemarin pasangan bacabup dan bacawabup beserta partai pengusung diundang ke KPUD Nganjuk untuk menerima penelitian berkas bacabup-bacawabup. Hasilnya, mereka memberikan beberapa catatan agar kandidat melengkapi berkas sampai 20 Januari.

Ketua KPU Kabupaten Nganjuk Agus Rahman Hakim mengatakan, secara umum berkas setiap kandidat sudah lengkap. Hanya saja, mereka perlu menyempurnakannya. Salah satunya adalah daftar tim pemenangan calon. “Karena ada beberapa nama yang diganti. Kami beri kesempatan untuk memperbaikinya,” kata Agus.

Selain itu, catatan lain adalah terkait dengan legalisir ijazah SMA milik Desy Natalia Widya. Mantan praktisi perbankan itu tercatat bersekolah di Denpasar, Bali. Sementara, ijazah Desy dilegalisir di cabang dinas pendidikan (cabdisdik) pemprov wilayah Kabupaten Nganjuk.”Kami sarankan untuk meminta legalisir di Denpasar. Yang bersangkutan menyanggupi,” lanjut Agus sembari menyebut waktu perbaikan hingga 20 Januari nanti.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/