23.7 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022
Array

Hujan Deras, Tebing Ngetos Longsor Lagi

NGANJUK – Hujan deras yang mengguyur Nganjuk sejak Minggu (10/2) lalu membuat tebing Jurang Ondo di Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, longsor lagi Senin (12/2) sore lalu. Munculnya longsor susulan di tebing yang yang memakan lima korban jiwa ini, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk menetapkan status siaga bencana.  

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, longsor terjadi sekitar pukul 16.15 Senin lalu. Lokasi mahkota di tebing Jurang Ondo itu kembali longsor selebar lima meter dengan panjang sekitar 30 meter. “Sebelum longsor, Dlopo diguyur hujan deras sejak hari Minggu. Kalau Senin hanya hujan rintik,” kata Sadirin, warga setempat.

Akibat bencana tersebut, sejumlah paralon yang jadi akses mengalirkan air bersih warga dari sumber terdekat rusak. Longsor dan kerusakan sarana air bersih warga ini lantas dilaporkan ke Polsek Ngetos dan Koramil Ngetos.

Baca Juga :  Muncul Titik Api di Hutan Bagor

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Kepel, Sertu Langgeng langsung mengecek lokasi longsor, kemarin. Berdasar pengamatannya, material longsor berupa lumpur dan pepohonan memenuhi bagian bawah tebing yang sebelumnya juga dipenuhi material longsor April 2017 lalu.

Selain tebing yang longsor tersebut, menurut Langgeng di tebing masih muncul retakan-retakan tanah yang memungkinkan terjadi longsor susulan. “Bentuk retakan tidak lagi memanjang. Tapi terputus-putus setelah tertutup lumpur,” kata Langgeng yang Senin sore lalu langsung berkoordinasi dengan BPBD Nganjuk.       

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Nganjuk Soekonjono mengatakan, BPBD langsung menetapkan status siaga bencana pascamunculnya longsor susulan di Tebing Jurang Ondo, Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos itu. Soeko tidak mengingkari, longsor susulan di tebing yang pernah mengalami longsor hebat April lalu itu, akibat hujan deras sejak Minggu (11/2) lalu. 

Baca Juga :  Hentikan Tanggap Darurat, Fokus Pulihkan Dampak Bencana

Hujan deras, kata Soeko, diprediksi masih akan terjadi hingga beberapa bulan ke depan. Karenanya, potensi terjadinya longsor susulan di sana masih sangat besar.

Terutama, melihat retakan-retakan tanah di tebing yang sudah muncul sejak tahun lalu. Meski banyak retakan yang tertutup tanah, Soeko mengingatkan bahwa potensi longsor tetap besar. Apalagi, saat ini ada tanah yang masih menggantung.

Untuk mencegah timbulnya korban jiwa, Soeko meminta masyarakat sekitar tidak beraktivitas di dekat lokasi longsor. Rencananya, hari ini Soeko akan meninjau lokasi longsor. Termasuk mengecek kondisi pipa paralon instalasi air bersih warga yang rusak. “Sementara waktu, pipanya tidak perlu diperbaiki karena terlalu beresiko,” pinta Soeko.

               

                 

 

 

- Advertisement -

NGANJUK – Hujan deras yang mengguyur Nganjuk sejak Minggu (10/2) lalu membuat tebing Jurang Ondo di Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, longsor lagi Senin (12/2) sore lalu. Munculnya longsor susulan di tebing yang yang memakan lima korban jiwa ini, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk menetapkan status siaga bencana.  

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, longsor terjadi sekitar pukul 16.15 Senin lalu. Lokasi mahkota di tebing Jurang Ondo itu kembali longsor selebar lima meter dengan panjang sekitar 30 meter. “Sebelum longsor, Dlopo diguyur hujan deras sejak hari Minggu. Kalau Senin hanya hujan rintik,” kata Sadirin, warga setempat.

Akibat bencana tersebut, sejumlah paralon yang jadi akses mengalirkan air bersih warga dari sumber terdekat rusak. Longsor dan kerusakan sarana air bersih warga ini lantas dilaporkan ke Polsek Ngetos dan Koramil Ngetos.

Baca Juga :  Indun Munawaroh, Satu-satunya Plt Kalaksa BPBD Perempuan Se-Jatim

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Kepel, Sertu Langgeng langsung mengecek lokasi longsor, kemarin. Berdasar pengamatannya, material longsor berupa lumpur dan pepohonan memenuhi bagian bawah tebing yang sebelumnya juga dipenuhi material longsor April 2017 lalu.

Selain tebing yang longsor tersebut, menurut Langgeng di tebing masih muncul retakan-retakan tanah yang memungkinkan terjadi longsor susulan. “Bentuk retakan tidak lagi memanjang. Tapi terputus-putus setelah tertutup lumpur,” kata Langgeng yang Senin sore lalu langsung berkoordinasi dengan BPBD Nganjuk.       

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Nganjuk Soekonjono mengatakan, BPBD langsung menetapkan status siaga bencana pascamunculnya longsor susulan di Tebing Jurang Ondo, Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos itu. Soeko tidak mengingkari, longsor susulan di tebing yang pernah mengalami longsor hebat April lalu itu, akibat hujan deras sejak Minggu (11/2) lalu. 

Baca Juga :  Pantau Penanganan Banjir, Mas Novi Ajak Hijaukan Lahan Gundul

Hujan deras, kata Soeko, diprediksi masih akan terjadi hingga beberapa bulan ke depan. Karenanya, potensi terjadinya longsor susulan di sana masih sangat besar.

Terutama, melihat retakan-retakan tanah di tebing yang sudah muncul sejak tahun lalu. Meski banyak retakan yang tertutup tanah, Soeko mengingatkan bahwa potensi longsor tetap besar. Apalagi, saat ini ada tanah yang masih menggantung.

Untuk mencegah timbulnya korban jiwa, Soeko meminta masyarakat sekitar tidak beraktivitas di dekat lokasi longsor. Rencananya, hari ini Soeko akan meninjau lokasi longsor. Termasuk mengecek kondisi pipa paralon instalasi air bersih warga yang rusak. “Sementara waktu, pipanya tidak perlu diperbaiki karena terlalu beresiko,” pinta Soeko.

               

                 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/