26.7 C
Kediri
Monday, July 4, 2022
Array

Homestay Lereng Kelud Utamakan Kenyamanan Pengunjung

Wisata Gunung Kelud namanya sudah tersohor hingga penjuru Nusantara bahkan Mancanegara. Setiap akhir pekan, pengunjung yang datang selalu membeludak hingga area parkir atas tidak muat oleh kendaraan. Kondisi seperti sudah mulai dimanfaatkan oleh sebagian warga sekitar Gunung Kelud dengan menyediakan homestay bagi pengunjung dari luar kota yang ingin menginap.

Homestay yang disediakan oleh warga memiliki fasilitas yang tak kalah dengan hotel berbintang. Mulai dari kamar tidur yang berkelas dilengkapi dengan TV, kamar mandi dalam, untuk kebersihannya tidak diragukan lagi karena kenyamanan pengunjung menjadi prioritas utama. Kamar tidurnya memang sengaja tidak memakai AC karena udara di sekitar gunung kelud cenderung sejuk ketika siang hari dan dingin saat malam hari tiba.

Salah satu pemilik homestay Ananto mengatakan kalau kediamannya memilih sepuluh kamar. Ditujukan untuk para pengunjung yang ingin berwisata di Gunung Kelud. “Rumah saya ini sudah sejak tahun 2010 mulai disewakan. Ada sepuluh kamar dengan harga sewa per kamar Rp 200 ribu. Jika menginginkan menyewa satu rumah saya banderol dengan sewa Rp 1 juta,”.

Baca Juga :  Lereng Utara Kelud, Kawasan Penting Sejarah Jawa (25)

Luas homestay saya seluas 600 m2 dengan dilengkapi halaman parkir yang cukup luas dibelakang terdapat taman yang menambah sejuk suasana. Juga menyediakan makanan yang siap dipesan setiap saat. Ada makanan tradisional seperti nasi tiwul, nasi jagung dengan sayur lodeh yang rasanya khas tiada duanya.

Setiap ada event di Gunung Kelud seperti Kelud Volcano Road Run, Festival Kelud, Tobong Art homestay ini selalu penuh untuk para peserta dan pengunjung.

Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Kediri Ir. Adi Suwignyo, M.Si mengatakan dengan semakin ramainya wisatawan yang berkunjung ke Gunung Kelud, homestay yang dikelola oleh warga sekitar semakin laris. Tidak perlu menginap lagi di hotel yang letaknya jauh.

Baca Juga :  Umpak Batu Prasasti Membendung Parit

Dengan menginap di homestay sekitar kelud pengunjung, maka saat pagi hari bisa menikmati keindahan matahari terbit di balik gunung Kelud dan matahari terbenam di sisi barat. Yang pasti pengunjung akan dibuat senyaman mungkin, dan saya harapkan pengelola harus menjaga kebersihan homestay agar penyewa betah.

Tak hanya berharap pengembangan wisata, keberadaan homestay juga terkait dengan berkembangnya produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). “Di sini kan sentra buah nanas masyarakat bisa mengolahnya dengan membuat selai nanas, kerupuk nanas dan sebagainya,” terangnya.

 

- Advertisement -

Wisata Gunung Kelud namanya sudah tersohor hingga penjuru Nusantara bahkan Mancanegara. Setiap akhir pekan, pengunjung yang datang selalu membeludak hingga area parkir atas tidak muat oleh kendaraan. Kondisi seperti sudah mulai dimanfaatkan oleh sebagian warga sekitar Gunung Kelud dengan menyediakan homestay bagi pengunjung dari luar kota yang ingin menginap.

Homestay yang disediakan oleh warga memiliki fasilitas yang tak kalah dengan hotel berbintang. Mulai dari kamar tidur yang berkelas dilengkapi dengan TV, kamar mandi dalam, untuk kebersihannya tidak diragukan lagi karena kenyamanan pengunjung menjadi prioritas utama. Kamar tidurnya memang sengaja tidak memakai AC karena udara di sekitar gunung kelud cenderung sejuk ketika siang hari dan dingin saat malam hari tiba.

Salah satu pemilik homestay Ananto mengatakan kalau kediamannya memilih sepuluh kamar. Ditujukan untuk para pengunjung yang ingin berwisata di Gunung Kelud. “Rumah saya ini sudah sejak tahun 2010 mulai disewakan. Ada sepuluh kamar dengan harga sewa per kamar Rp 200 ribu. Jika menginginkan menyewa satu rumah saya banderol dengan sewa Rp 1 juta,”.

Baca Juga :  Bukit Kura-Kura Ongakan Terbakar, Ini Sebabnya

Luas homestay saya seluas 600 m2 dengan dilengkapi halaman parkir yang cukup luas dibelakang terdapat taman yang menambah sejuk suasana. Juga menyediakan makanan yang siap dipesan setiap saat. Ada makanan tradisional seperti nasi tiwul, nasi jagung dengan sayur lodeh yang rasanya khas tiada duanya.

Setiap ada event di Gunung Kelud seperti Kelud Volcano Road Run, Festival Kelud, Tobong Art homestay ini selalu penuh untuk para peserta dan pengunjung.

Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Kediri Ir. Adi Suwignyo, M.Si mengatakan dengan semakin ramainya wisatawan yang berkunjung ke Gunung Kelud, homestay yang dikelola oleh warga sekitar semakin laris. Tidak perlu menginap lagi di hotel yang letaknya jauh.

Baca Juga :  Kelud Aktif, Mengubur Peradaban di Sekitarnya

Dengan menginap di homestay sekitar kelud pengunjung, maka saat pagi hari bisa menikmati keindahan matahari terbit di balik gunung Kelud dan matahari terbenam di sisi barat. Yang pasti pengunjung akan dibuat senyaman mungkin, dan saya harapkan pengelola harus menjaga kebersihan homestay agar penyewa betah.

Tak hanya berharap pengembangan wisata, keberadaan homestay juga terkait dengan berkembangnya produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). “Di sini kan sentra buah nanas masyarakat bisa mengolahnya dengan membuat selai nanas, kerupuk nanas dan sebagainya,” terangnya.

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/