30.5 C
Kediri
Tuesday, August 9, 2022

Kebesaran Jiwa sang Kesatria Agung

“Pu Aditya dipercaya menduduki jabatan Rakryan Tumenggung Wilwatikta yang menjaga, mengawal, dan melindungi keselamatan maharaja”

 

Mada ingat bagaimana Pu Aditya yang sepupu maharaja dengan kedudukan tinggi sebagai Rakryan Tumenggung tidak pernah merasa mulia dan agung dari orang lain, bahkan terhadap dirinya yang berkedudukan sebagai Juru Bhojakarya.

Masih teringat oleh Mada, bagaimana saat ia menghadap Sang Partthaya Wilwatikta Sang Arya Tadah Pu Krewes untuk menimba pengetahuan suci tentang kebijaksanaan hidup, tiba-tiba Pu Aditya hadir untuk tujuan yang sama, mereguk kesegaran air suci kebijaksanaan.

Saat Mada menyembah akan undur diri, Pu Aditya tegas mencegahnya sambil berkata, ”Kau tetap saja di sini bersama aku meneguk kesegaran air suci kebijaksanaan dari ramanda Arya Tadah. Engkau adalah saudaraku yang duduk sejajar di bawah ramanda guru agung Sang Arya Tadah.”

Baca Juga :  -- Tumpangis --

          Kebesaran jiwa kesatria agung seperti Pu Aditya sangat sulit dicari bandingannya. Itu sebab, ia dipercaya menduduki jabatan Rakryan Tumenggung Wilwatikta yang menjaga, mengawal dan melindungi keselamatan maharaja.

Namun akibat hasutan Dyah Halayudha, Sri Baginda Maharaja Jajanegara tidak sepenuhnya mempercayai Pu Aditya di mana menurut Dyah Halayudha kekuatan yang dimiliki Pu Aditya, sangat mungkin digunakan untuk merampas tahta dari maharaja.

Kebesaran jiwa ksatria agung seperti Pu Aditya sangat sulit dicari bandingannya. Itu sebab, ia dipercaya menduduki jabatan Rakryan Tumenggung Wilwatikta yang menjaga, mengawal dan melindungi keselamatan maharaja.

Namun akibat hasutan Dyah Halayudha, Sri Baginda Maharaja Jajanegara tidak sepenuhnya mempercayai Pu Aditya di mana menurut Dyah Halayudha kekuatan yang dimiliki Pu Aditya, sangat mungkin digunakan untuk merampas tahta dari maharaja.

Baca Juga :  - Umplungan -

Kesaktian dan kedigdayaan Pu Aditya sebagai penganut ajaran bhairawa-tantra yang dipelajari dari Sang Pandhita Agung Dang Acarya Bhumisura Sang Chakreswara Mapanji Anawung Shangka, dijadikan sangkaan lebih kuat terhadap berbahayanya Pu Aditya bagi tahta Wilwatikta.

Dan atas sangkaan itu, Sri Maharaja Jayanegara dua-tiga kali mengutus Pu Aditya ke Suwarnabhumi untuk mengetahui sejauh mana negeri asal ibunda mereka berdua itu masih memegang kesetiaan kepada Wilwatikta sebagai kelanjutan Singhasari. Tanpa kecurigaan apa pun, Pu Aditya menjalankan tugas dengan baik. (bersambung)  

 

 

- Advertisement -

“Pu Aditya dipercaya menduduki jabatan Rakryan Tumenggung Wilwatikta yang menjaga, mengawal, dan melindungi keselamatan maharaja”

 

Mada ingat bagaimana Pu Aditya yang sepupu maharaja dengan kedudukan tinggi sebagai Rakryan Tumenggung tidak pernah merasa mulia dan agung dari orang lain, bahkan terhadap dirinya yang berkedudukan sebagai Juru Bhojakarya.

Masih teringat oleh Mada, bagaimana saat ia menghadap Sang Partthaya Wilwatikta Sang Arya Tadah Pu Krewes untuk menimba pengetahuan suci tentang kebijaksanaan hidup, tiba-tiba Pu Aditya hadir untuk tujuan yang sama, mereguk kesegaran air suci kebijaksanaan.

Saat Mada menyembah akan undur diri, Pu Aditya tegas mencegahnya sambil berkata, ”Kau tetap saja di sini bersama aku meneguk kesegaran air suci kebijaksanaan dari ramanda Arya Tadah. Engkau adalah saudaraku yang duduk sejajar di bawah ramanda guru agung Sang Arya Tadah.”

Baca Juga :  -- Tumpangis --

          Kebesaran jiwa kesatria agung seperti Pu Aditya sangat sulit dicari bandingannya. Itu sebab, ia dipercaya menduduki jabatan Rakryan Tumenggung Wilwatikta yang menjaga, mengawal dan melindungi keselamatan maharaja.

Namun akibat hasutan Dyah Halayudha, Sri Baginda Maharaja Jajanegara tidak sepenuhnya mempercayai Pu Aditya di mana menurut Dyah Halayudha kekuatan yang dimiliki Pu Aditya, sangat mungkin digunakan untuk merampas tahta dari maharaja.

Kebesaran jiwa ksatria agung seperti Pu Aditya sangat sulit dicari bandingannya. Itu sebab, ia dipercaya menduduki jabatan Rakryan Tumenggung Wilwatikta yang menjaga, mengawal dan melindungi keselamatan maharaja.

Namun akibat hasutan Dyah Halayudha, Sri Baginda Maharaja Jajanegara tidak sepenuhnya mempercayai Pu Aditya di mana menurut Dyah Halayudha kekuatan yang dimiliki Pu Aditya, sangat mungkin digunakan untuk merampas tahta dari maharaja.

Baca Juga :  Musik Tradisional Lesung Desa Joho Kabupaten Kediri

Kesaktian dan kedigdayaan Pu Aditya sebagai penganut ajaran bhairawa-tantra yang dipelajari dari Sang Pandhita Agung Dang Acarya Bhumisura Sang Chakreswara Mapanji Anawung Shangka, dijadikan sangkaan lebih kuat terhadap berbahayanya Pu Aditya bagi tahta Wilwatikta.

Dan atas sangkaan itu, Sri Maharaja Jayanegara dua-tiga kali mengutus Pu Aditya ke Suwarnabhumi untuk mengetahui sejauh mana negeri asal ibunda mereka berdua itu masih memegang kesetiaan kepada Wilwatikta sebagai kelanjutan Singhasari. Tanpa kecurigaan apa pun, Pu Aditya menjalankan tugas dengan baik. (bersambung)  

 

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/