24.4 C
Kediri
Tuesday, June 28, 2022
Array

Perbaikan Gedung OPD Tunggu Hasil Hearing

NGANJUK – Perbaikan atap gedung perkantoran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kelurahan Werungotok belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Pasalnya, PT Sidoarjo Sucses Sentosa selaku rekanan masih menunggu hasil hearing di dewan.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Nganjuk Fauzi Irwana mengatakan, hearing soal ambruknya atap gedung kantor OPD baru digelar pada 26 Februari nanti. Karena itu, waktunya masih sekitar dua minggu lagi. “Jadwalnya sempat diundur. Sebelumnya tanggal 15 (Februari),” kata Fauzi kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Selama hearing belum dilakukan, Fauzi mengungkapkan, rekanan tidak diperbolehkan mengerjakan perbaikan atap gedung. Mereka harus menunggu hasil rapat dengar pendapat di legislatif. “Saat ini masih di-police line. Belum ada perbaikan,” ungkap politisi Partai  Demokrat ini.

Baca Juga :  Dana Bencana untuk Perbaiki Aula Ganungkidul, Nganjuk

Dalam hearing nanti, kata Fauzi, pihaknya akan mengundang sejumlah stakeholder. Selain rekanan, dewan juga menghadirkan pengawas proyek dan konsultan perencana. Sementara dari pemkab yang wajib hadir adalah dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR).

Berbagai pihak sengaja diundang karena dewan ingin mengetahui sumber persoalan ambruknya atap. Apakah itu berasal dari perencanaan atau pelaksana proyeknya.

Berdasar evaluasi dewan sementara ini, menurut Fauzi koordinasi antara pengawas dan pelaksana proyek kurang baik. Pengawas, kata Fauzi, seharusnya mengevaluasi ketebalan galvalum yang dipasang untuk menyanggga genting. “Kami lihat pengawasannya kurang maksimal,” sesalnya.

Di lapangan, komisi III menyimpulkan galvalum terlalu tipis. Setelah diukur, ketebalannya hanya sekitar 0,6 sentimeter. Ketebalan itu tidak sesuai dengan beban genting yang terlalu berat. “Seharusnya bisa lebih tebal galvalumnya,” tandas Fauzi.

Baca Juga :  Gedung TK Ambruk, Enam Guru Terluka

Ke depan, saat perbaikan atap gedung, Fauzi meminta pengawasan proyek harus lebih diperketat. Mereka harus bisa memerkirakan ukuran galvalum dengan genting yang akan dipasang agar tidak ambrol lagi.

Untuk diketahui, setelah atap ambruk pada 23 Januari lalu, pemkab meminta pelaksana proyek melakukan perbaikan. Setelah dikalkulasi, anggaran perbaikan sekitar Rp 400 juta. Setelah ada perbaikan, pemkab akan melanjutkan pembangunan proyek senilai Rp 5,568 miliar itu.

Saat ini, progesnya sekitar 80 persen. Sehingga kekurangannya untuk menuntask gedung tersebut sekitar 20 persen. Itu meliputi lantai, kamar mandi, pengecatan, air mancur di dalam gedung, pagar dan listrik. Untuk menyelesaikannya, pemkab sudah menganggarkan dana Rp 2 miliar.

 

                 

 

 

- Advertisement -

NGANJUK – Perbaikan atap gedung perkantoran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kelurahan Werungotok belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Pasalnya, PT Sidoarjo Sucses Sentosa selaku rekanan masih menunggu hasil hearing di dewan.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Nganjuk Fauzi Irwana mengatakan, hearing soal ambruknya atap gedung kantor OPD baru digelar pada 26 Februari nanti. Karena itu, waktunya masih sekitar dua minggu lagi. “Jadwalnya sempat diundur. Sebelumnya tanggal 15 (Februari),” kata Fauzi kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Selama hearing belum dilakukan, Fauzi mengungkapkan, rekanan tidak diperbolehkan mengerjakan perbaikan atap gedung. Mereka harus menunggu hasil rapat dengar pendapat di legislatif. “Saat ini masih di-police line. Belum ada perbaikan,” ungkap politisi Partai  Demokrat ini.

Baca Juga :  Dana Bencana untuk Perbaiki Aula Ganungkidul, Nganjuk

Dalam hearing nanti, kata Fauzi, pihaknya akan mengundang sejumlah stakeholder. Selain rekanan, dewan juga menghadirkan pengawas proyek dan konsultan perencana. Sementara dari pemkab yang wajib hadir adalah dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR).

Berbagai pihak sengaja diundang karena dewan ingin mengetahui sumber persoalan ambruknya atap. Apakah itu berasal dari perencanaan atau pelaksana proyeknya.

Berdasar evaluasi dewan sementara ini, menurut Fauzi koordinasi antara pengawas dan pelaksana proyek kurang baik. Pengawas, kata Fauzi, seharusnya mengevaluasi ketebalan galvalum yang dipasang untuk menyanggga genting. “Kami lihat pengawasannya kurang maksimal,” sesalnya.

Di lapangan, komisi III menyimpulkan galvalum terlalu tipis. Setelah diukur, ketebalannya hanya sekitar 0,6 sentimeter. Ketebalan itu tidak sesuai dengan beban genting yang terlalu berat. “Seharusnya bisa lebih tebal galvalumnya,” tandas Fauzi.

Baca Juga :  Penjara Berhantu pun Jadi Pusat Bisnis Mewah

Ke depan, saat perbaikan atap gedung, Fauzi meminta pengawasan proyek harus lebih diperketat. Mereka harus bisa memerkirakan ukuran galvalum dengan genting yang akan dipasang agar tidak ambrol lagi.

Untuk diketahui, setelah atap ambruk pada 23 Januari lalu, pemkab meminta pelaksana proyek melakukan perbaikan. Setelah dikalkulasi, anggaran perbaikan sekitar Rp 400 juta. Setelah ada perbaikan, pemkab akan melanjutkan pembangunan proyek senilai Rp 5,568 miliar itu.

Saat ini, progesnya sekitar 80 persen. Sehingga kekurangannya untuk menuntask gedung tersebut sekitar 20 persen. Itu meliputi lantai, kamar mandi, pengecatan, air mancur di dalam gedung, pagar dan listrik. Untuk menyelesaikannya, pemkab sudah menganggarkan dana Rp 2 miliar.

 

                 

 

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/