23.8 C
Kediri
Friday, August 12, 2022
Array

Terkikis Air, Jalan Nganjuk-Kediri Ambles

NGANJUK – Pengendara yang melintas di Jl Raya Kediri-Nganjuk, tepatnya di Desa Joho, Kecamatan Pace, harus berhati-hati. Sebab, salah satu sisi jalan provinsi itu ambles hingga memunculkan lubang dengan diameter 1,5 meter. Kedalamannya mencapai 20 sentimeter. 

Kepala Dusun Joho, Desa Joho, Dany Kusumo mengatakan, jalan di dusunnya ambles secara bertahap. Usai hujan lebat Sabtu (10/3), jalan sudah mulai retak. Selanjutnya, muncul lubang dengan diameter satu meter dan kedalaman 10 sentimeter.

Lubang di jalan semakin lebar dan dalam setelah tergerus air dari gorong-gorong. Akibatnya, lubang jalan semakin lebar. “Jika dibiarkan begitu saja akan membahayakan pengendara,” kata Dany tentang lubang berdiamter 1,5 meter dan kedalaman 20 sentimeter itu.

Karenanya, kemarin warga berinisiatif memasang pohon pisang di lubang jalan sebagai rambu-rambu. Dengan cara demikian, diharapkan pengendara akan lebih waspada saat melintas di sana.

Baca Juga :  Jalan Ambles, Kendaraan Roda Empat Putar 2 Km

Apalagi, jika malam ruas jalan tersebut gelap gulita karena belum dipasang lampu penerangan jalan umum. “Biar tidak terjadi kecelakaan. Soalnya di sini termasuk daerah rawan,” lanjut Dany.

Lebih jauh Dany meminta agar kerusakan jalan di dusunnya segera diperbaiki. Sebab, jika terus dibiarkan akan berdampak parah. Apalagi, wilayah Nganjuk diprediksi masih akan diguyur hujan deras hingga bulan depan. 

Untuk diketahui, jalan ambles tidak hanya ditemui di ruas jalan provinsi itu. Kejadian serupa sebelumnya juga terjadi di jalan Desa Ngangkatan, Kecamatan Rejoso. Bahkan, ruas jalan sepanjang tujuh meter itu hanya menyisakan sekitar 30 persen saja. Selebihnya ambles terkikis tanah longsor.

Menindaklanjuti hal tersebut, polisi terpaksa memasang police line atau garis polisi di tepi jalan yang ambrol. Hingga saat ini, jalan yang menghubungkan Desa Ngangkatan dan Desa Wengkal, Kecamatan Rejoso itu belum bisa dilewati kendaraan roda empat.

Baca Juga :  Hujan 7 Jam, Jalan Desa di Papar Ambles

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Soekonjono mengatakan, ketika peristiwa itu terjadi BPBD belum menerima surat keputusan (SK) siaga darurat bencana dari Plt Bupati Nganjuk Abdul Wachid Badrus. Soeko menyebut BPBD tidak bisa sembarangan mengeluarkan anggaran.

Melainkan, harus menunggu penetapan siaga darurat bencana lebih dulu. “Saat ini BPBD hanya bisa melakukan pendataan terkait dengan amblesnya jalan di Desa Ngangkatan itu,” kata Soeko.

Demikian juga dengan jalan ambles di Desa Joho, Kecamatan Pace. Menurut Soeko, perbaikan jalan bukan kewenangan Pemkab Nganjuk. Sebab, jalan tersebut merupakan jalan provinsi.  “Ambles karena pengaruh konstruksi,” katanya.

- Advertisement -

NGANJUK – Pengendara yang melintas di Jl Raya Kediri-Nganjuk, tepatnya di Desa Joho, Kecamatan Pace, harus berhati-hati. Sebab, salah satu sisi jalan provinsi itu ambles hingga memunculkan lubang dengan diameter 1,5 meter. Kedalamannya mencapai 20 sentimeter. 

Kepala Dusun Joho, Desa Joho, Dany Kusumo mengatakan, jalan di dusunnya ambles secara bertahap. Usai hujan lebat Sabtu (10/3), jalan sudah mulai retak. Selanjutnya, muncul lubang dengan diameter satu meter dan kedalaman 10 sentimeter.

Lubang di jalan semakin lebar dan dalam setelah tergerus air dari gorong-gorong. Akibatnya, lubang jalan semakin lebar. “Jika dibiarkan begitu saja akan membahayakan pengendara,” kata Dany tentang lubang berdiamter 1,5 meter dan kedalaman 20 sentimeter itu.

Karenanya, kemarin warga berinisiatif memasang pohon pisang di lubang jalan sebagai rambu-rambu. Dengan cara demikian, diharapkan pengendara akan lebih waspada saat melintas di sana.

Baca Juga :  Hujan 7 Jam, Jalan Desa di Papar Ambles

Apalagi, jika malam ruas jalan tersebut gelap gulita karena belum dipasang lampu penerangan jalan umum. “Biar tidak terjadi kecelakaan. Soalnya di sini termasuk daerah rawan,” lanjut Dany.

Lebih jauh Dany meminta agar kerusakan jalan di dusunnya segera diperbaiki. Sebab, jika terus dibiarkan akan berdampak parah. Apalagi, wilayah Nganjuk diprediksi masih akan diguyur hujan deras hingga bulan depan. 

Untuk diketahui, jalan ambles tidak hanya ditemui di ruas jalan provinsi itu. Kejadian serupa sebelumnya juga terjadi di jalan Desa Ngangkatan, Kecamatan Rejoso. Bahkan, ruas jalan sepanjang tujuh meter itu hanya menyisakan sekitar 30 persen saja. Selebihnya ambles terkikis tanah longsor.

Menindaklanjuti hal tersebut, polisi terpaksa memasang police line atau garis polisi di tepi jalan yang ambrol. Hingga saat ini, jalan yang menghubungkan Desa Ngangkatan dan Desa Wengkal, Kecamatan Rejoso itu belum bisa dilewati kendaraan roda empat.

Baca Juga :  Jalan Ambles, Kendaraan Roda Empat Putar 2 Km

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Soekonjono mengatakan, ketika peristiwa itu terjadi BPBD belum menerima surat keputusan (SK) siaga darurat bencana dari Plt Bupati Nganjuk Abdul Wachid Badrus. Soeko menyebut BPBD tidak bisa sembarangan mengeluarkan anggaran.

Melainkan, harus menunggu penetapan siaga darurat bencana lebih dulu. “Saat ini BPBD hanya bisa melakukan pendataan terkait dengan amblesnya jalan di Desa Ngangkatan itu,” kata Soeko.

Demikian juga dengan jalan ambles di Desa Joho, Kecamatan Pace. Menurut Soeko, perbaikan jalan bukan kewenangan Pemkab Nganjuk. Sebab, jalan tersebut merupakan jalan provinsi.  “Ambles karena pengaruh konstruksi,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/