26 C
Kediri
Tuesday, August 9, 2022
Array

Kebingungan, Siapkan Batik Tepat H-1 Kompetisi

Pemilihan Jaka dan Gadis Batik 2018 dalam School Contest XI memunculkan dua nama juara. Mereka adalah Ravy Nur Aziz dari SMAN 5 Kediri sebagai Jaka Batik 2018 dan sebagai Gadis Batik 2018.

 

RAMADANI WAHYU N.

 

Waktu sudah menujukkan di atas pukul 23.00. Namun, kemeriahan malam puncak Final Party School Contest XI di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) masih begitu terasa. Banyak peserta dan para juara yang berebut berfoto di panggung utama.

Tak terkecuali bagi dua orang juara pemilihan Jaka dan Gadis Batik 2018 di ajang School Contest XI. Dalam malam puncak yang diselenggarakan pada Sabtu (10/3) lalu, tampil sebagai penyandang gelar Jaka Batik 2018 adalah Ravy Nur Aziz dari SMAN 5 Kediri dan peraih gelar Gadis Batik 2018 adalah Indah Inayati dari MAN 1 Kota Kediri.

Raut bahagia masih tergambar jelas pada wajah Ravy. Namun, kepada Jawa Pos Radar Kediri, siswa kelas XI tersebut mengaku sebenarnya kebingungan. “Saya bingung, Mbak. Kok bisa menang ya?” katanya kepada koran ini usai pengumuman pemenang malam itu.

Kebingungan itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, Ravy sejak awal tidak menyangka akan menang. Ini karena teman-temannya sesama peserta juga memiliki kualitas yang cukup bagus. Kendati demikian, Ravy mengaku bersyukur berhasil menyandang gelar sebagai Jaka Batik 2018.

Mengikuti kompetisi tersebut sebenarnya juga bukan kemauan murni Ravy. Saat ada pemilihan, pihak skolah menunjuknya untuk ikut kompetisi tersebut. “Mungkin karena saya di sekolah juga menjadi duta lingkungan,” papar anak bungsu dari tiga bersaudara ini.

Baca Juga :  Gerebek Dua Pasang Kekasih Di Dalam Kos, Mengaku Mahasiswa

Terlebih, sebenarnya dunia modeling atau berlenggak-lenggok di atas catwalk bukanlah dunianya. Hanya, dia memang sudah sangat aktif berorganisasi di sekolah. Tahun lalu, dia menjabat sebagai wakil ketua OSIS. Sedangkan tahun ini sia menjabat sebagai sekretaris bidang 2 dalam OSIS SMAN 5 Kediri.

Atas dasar itulah, kemungkinan pihak sekolah akhirnya menunjukkan sebagai salah satu perwakilan di ajang Pemilihan Jaka dan Gadis Batik 2018. Pengalamannya berorganisasi juga menjadikannya seorang pemberani dalam berdiplomasi atau berbicara di depan umum. “Sempat gugup memang, tapi saya langsung menjawab apa yang ada dalam pikiran saya,” katanya saat mengenang sesi tanya jawab bersama dewan juri.

Selain karena tidak terbiasa berada di panggung untuk berlenggak-lenggok, Ravy juga mengaku bahwa sebenarnya persiapan baju yang dia kenakan juga sangat mepet. “Saya menyewa batik ini H-1 sebelum lomba,” katanya.

Meskipun begitu, batik yang ia sewa di sebuah agensi di Kota Kediri ini memiliki makna yang mendalam. Tema batik saya ini Garudo Muko Suruhan dengan warna merah. “Memiliki simbol keperkasaan karena diwakili oleh garudo yang merupakan garuda,” jelasnya.

Pengalaman serupa juga dialami oleh Indah Inayati, siswa kelas XI MAN 1 Kota Kediri yang keluar sebagai Gadis Batik 2018. Dia juga hanya memiliki sehari sebelum malam final untuk menyiapkan gaun yang dia kenakan itu. “Saya suruh desainer membuat batik gaun ini hanya sehari saja, tapi alhamdulillah saya menang,” tutur gadis yang biasa mengikuti ajang modeling ini.

Berbeda dengan Ravy yang tak berpengalaman di dunia modeling, Indah mengaku sejak MTs dulu sudah tertarik dalam dunia modeling. Dia pernah ikut lomba antarkelas dan menang. “Akhirnya keterusan hingga sekarang, Mbak,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tuding Ada Jual Beli Jabatan dalam Pengisian Perangkat Desa di Kediri

Ketika masuk MAN pun gadis ini selalu aktif mengikuti berbagai kegiatan di dunia modeling. Ia mengikuti Fashion Kom yang diadakan oleh STAIN Kediri dan menang menjadi juara 2 sebanyak dua kali. Selain itu, juga pernah menyabet juara 1 dalam Syariah Fair tahun ini. “Inginnya ke acara kecil dulu trus nanti ikut acara Panji Galuh, Mbak,” terangnya.

Serangkaian pengalaman tersebut tak ayal semakin memantapkan Indah untuk matang menjadi seorang model. Bahkan gadis bungsu dari dua bersaudara ini rela ikut agensi beberapa waktu yang lalu. “Tapi sempat berhenti karena tidak ada waktu,” jelasnya.

Ditanya mengenai tema batik yang digunakan, Indah mengatakan ia memakai batik slobog yang merupakan simbol dari keteguhan, ketelitian, dan kecerdasan.

Rencananya, keduanya akan menggunakan hadiah yang diperoleh malam itu untuk berjalan-jalan. “Saya biasa travelling ke luar kota juga,” kata Ravy. Sementara Indah akan menabung uang tersebut. “Ya untuk keperluan nanti ke depan,” pungkasnya.

Dalam ajang pemilihan Jaka dan Gadis Batik 2018 terseut, dewan juri tidak hanya menilai dari batik yang diperagakan. Melainkan juga menilai apakah para peserta mampu menjawab pertanyaan dari dewan juri secara tepat. Baik Ravy maupun Indah, keduanya ternyata memiliki paket yang komplet. Tak hanya memukau saat tampil di panggung, namun keduanya juga mampu memberikan jawaban yang dapat meyakinkan dewan juri.

 

 

- Advertisement -

Pemilihan Jaka dan Gadis Batik 2018 dalam School Contest XI memunculkan dua nama juara. Mereka adalah Ravy Nur Aziz dari SMAN 5 Kediri sebagai Jaka Batik 2018 dan sebagai Gadis Batik 2018.

 

RAMADANI WAHYU N.

 

Waktu sudah menujukkan di atas pukul 23.00. Namun, kemeriahan malam puncak Final Party School Contest XI di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) masih begitu terasa. Banyak peserta dan para juara yang berebut berfoto di panggung utama.

Tak terkecuali bagi dua orang juara pemilihan Jaka dan Gadis Batik 2018 di ajang School Contest XI. Dalam malam puncak yang diselenggarakan pada Sabtu (10/3) lalu, tampil sebagai penyandang gelar Jaka Batik 2018 adalah Ravy Nur Aziz dari SMAN 5 Kediri dan peraih gelar Gadis Batik 2018 adalah Indah Inayati dari MAN 1 Kota Kediri.

Raut bahagia masih tergambar jelas pada wajah Ravy. Namun, kepada Jawa Pos Radar Kediri, siswa kelas XI tersebut mengaku sebenarnya kebingungan. “Saya bingung, Mbak. Kok bisa menang ya?” katanya kepada koran ini usai pengumuman pemenang malam itu.

Kebingungan itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, Ravy sejak awal tidak menyangka akan menang. Ini karena teman-temannya sesama peserta juga memiliki kualitas yang cukup bagus. Kendati demikian, Ravy mengaku bersyukur berhasil menyandang gelar sebagai Jaka Batik 2018.

Mengikuti kompetisi tersebut sebenarnya juga bukan kemauan murni Ravy. Saat ada pemilihan, pihak skolah menunjuknya untuk ikut kompetisi tersebut. “Mungkin karena saya di sekolah juga menjadi duta lingkungan,” papar anak bungsu dari tiga bersaudara ini.

Baca Juga :  Kakek 70 Tahun Cabuli 6 Anak?

Terlebih, sebenarnya dunia modeling atau berlenggak-lenggok di atas catwalk bukanlah dunianya. Hanya, dia memang sudah sangat aktif berorganisasi di sekolah. Tahun lalu, dia menjabat sebagai wakil ketua OSIS. Sedangkan tahun ini sia menjabat sebagai sekretaris bidang 2 dalam OSIS SMAN 5 Kediri.

Atas dasar itulah, kemungkinan pihak sekolah akhirnya menunjukkan sebagai salah satu perwakilan di ajang Pemilihan Jaka dan Gadis Batik 2018. Pengalamannya berorganisasi juga menjadikannya seorang pemberani dalam berdiplomasi atau berbicara di depan umum. “Sempat gugup memang, tapi saya langsung menjawab apa yang ada dalam pikiran saya,” katanya saat mengenang sesi tanya jawab bersama dewan juri.

Selain karena tidak terbiasa berada di panggung untuk berlenggak-lenggok, Ravy juga mengaku bahwa sebenarnya persiapan baju yang dia kenakan juga sangat mepet. “Saya menyewa batik ini H-1 sebelum lomba,” katanya.

Meskipun begitu, batik yang ia sewa di sebuah agensi di Kota Kediri ini memiliki makna yang mendalam. Tema batik saya ini Garudo Muko Suruhan dengan warna merah. “Memiliki simbol keperkasaan karena diwakili oleh garudo yang merupakan garuda,” jelasnya.

Pengalaman serupa juga dialami oleh Indah Inayati, siswa kelas XI MAN 1 Kota Kediri yang keluar sebagai Gadis Batik 2018. Dia juga hanya memiliki sehari sebelum malam final untuk menyiapkan gaun yang dia kenakan itu. “Saya suruh desainer membuat batik gaun ini hanya sehari saja, tapi alhamdulillah saya menang,” tutur gadis yang biasa mengikuti ajang modeling ini.

Berbeda dengan Ravy yang tak berpengalaman di dunia modeling, Indah mengaku sejak MTs dulu sudah tertarik dalam dunia modeling. Dia pernah ikut lomba antarkelas dan menang. “Akhirnya keterusan hingga sekarang, Mbak,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pohon Tumbang di Plemahan, Pasangan Kekasih Hampir Celaka

Ketika masuk MAN pun gadis ini selalu aktif mengikuti berbagai kegiatan di dunia modeling. Ia mengikuti Fashion Kom yang diadakan oleh STAIN Kediri dan menang menjadi juara 2 sebanyak dua kali. Selain itu, juga pernah menyabet juara 1 dalam Syariah Fair tahun ini. “Inginnya ke acara kecil dulu trus nanti ikut acara Panji Galuh, Mbak,” terangnya.

Serangkaian pengalaman tersebut tak ayal semakin memantapkan Indah untuk matang menjadi seorang model. Bahkan gadis bungsu dari dua bersaudara ini rela ikut agensi beberapa waktu yang lalu. “Tapi sempat berhenti karena tidak ada waktu,” jelasnya.

Ditanya mengenai tema batik yang digunakan, Indah mengatakan ia memakai batik slobog yang merupakan simbol dari keteguhan, ketelitian, dan kecerdasan.

Rencananya, keduanya akan menggunakan hadiah yang diperoleh malam itu untuk berjalan-jalan. “Saya biasa travelling ke luar kota juga,” kata Ravy. Sementara Indah akan menabung uang tersebut. “Ya untuk keperluan nanti ke depan,” pungkasnya.

Dalam ajang pemilihan Jaka dan Gadis Batik 2018 terseut, dewan juri tidak hanya menilai dari batik yang diperagakan. Melainkan juga menilai apakah para peserta mampu menjawab pertanyaan dari dewan juri secara tepat. Baik Ravy maupun Indah, keduanya ternyata memiliki paket yang komplet. Tak hanya memukau saat tampil di panggung, namun keduanya juga mampu memberikan jawaban yang dapat meyakinkan dewan juri.

 

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/