27.4 C
Kediri
Friday, August 12, 2022
Array

Curi Motor Mantan Istri, Walah….

- Advertisement -

KEDIRI KOTA- Merasa sakit hati, Adi Ferdian, 37, warga Kelurahan Kaliombo, Kecamatan Kota Kediri nekad mencuri sepeda motor mantan istrinya sendiri. Alasannya, Adi tidak dipinjami uang oleh, Tutut Heri Wuryanti, 47, sang istri.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, penangkapan ini bermula ketika Tutut melaporkan ke petugas pada Senin (8/1) jika telah kehilangan motornya.

Padahal motor tersebut sedang diparkir di teras rumahnya. “Dari laporan tersebut langsung kami selidiki pelakunya ini,” ungkap Kapolsekta Kediri Kompol Sucipto kepada awak media.

Kepada petugas, Adi mengaku jika aksinya ini dilakukan pada Senin (8/1) siang lalu. Ia yang datang kerumah sang mantan itu hendak meminjam uang sebesar Rp 5 juta. Namun, Tutut menolak permintaan tersebut.

Baca Juga :  Cari Tersangka Lain, Polisi Buru Teman Korban
- Advertisement -

Mendapatkan jawaban dari Tutut, Adi pun gelap mata. Saat kondisi sepi, otak Adi pun mulai bekerja. Ia mencari meja yang biasa digunakan mantan istrinya untuk menyimpan kunci motor sekaligus surat tanda nomor kendaraan (STNK).

Dengan mengendap-endap, lanjut Sucipto, tersangka pun berhasil mengambil kunci motor Honda Beat AG 2410 UL dan membuka pintu rumah dengan perlahan. Dan langsung membawa kabur motor tersebut.

Tak berselang lama, Tutut pun terbangun ketika mendengar suara pagar rumahnya terbuka. Saat itu pula Tutut mendapati bahwa motornya sudah dibawa kabur oleg Adi. Lantas, Tutut segera melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Kediri Kota. “Setelah kami terima laporan, kami selidiki ternyata motor sudah berada di Lumajang,” imbuh perwira polisi dengan satu melati di pundak.

Baca Juga :  Tambang Pasir Liar di Brantas: Omzet Rp 3 Miliar Hanya dari Satu Titik

Tanpa menunggu lama, petugas langsung menuju ke Kota Pisang itu untuk menangkap pelaku. Saat digerebek di rumah, ternyata tersangka hendak keluar dan menggadaikan motornya.

Tak hanya itu, Sucipto menerangkan jika pelaku memang ingin menggadaikan motor itu. Dikarenakan ia membutuhkan uang untuk kebutuhan keluarganya sehari-hari.

Akibat perbuatannya, Adi pun harus dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Adi terancam hukuman maksimal penjara tujuh tahun kurungan penjara.

 

- Advertisement -

KEDIRI KOTA- Merasa sakit hati, Adi Ferdian, 37, warga Kelurahan Kaliombo, Kecamatan Kota Kediri nekad mencuri sepeda motor mantan istrinya sendiri. Alasannya, Adi tidak dipinjami uang oleh, Tutut Heri Wuryanti, 47, sang istri.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, penangkapan ini bermula ketika Tutut melaporkan ke petugas pada Senin (8/1) jika telah kehilangan motornya.

Padahal motor tersebut sedang diparkir di teras rumahnya. “Dari laporan tersebut langsung kami selidiki pelakunya ini,” ungkap Kapolsekta Kediri Kompol Sucipto kepada awak media.

Kepada petugas, Adi mengaku jika aksinya ini dilakukan pada Senin (8/1) siang lalu. Ia yang datang kerumah sang mantan itu hendak meminjam uang sebesar Rp 5 juta. Namun, Tutut menolak permintaan tersebut.

Baca Juga :  Terjatuh dari Motor, Warga asal Pagu Tertabrak Truk Hingga Tewas

Mendapatkan jawaban dari Tutut, Adi pun gelap mata. Saat kondisi sepi, otak Adi pun mulai bekerja. Ia mencari meja yang biasa digunakan mantan istrinya untuk menyimpan kunci motor sekaligus surat tanda nomor kendaraan (STNK).

Dengan mengendap-endap, lanjut Sucipto, tersangka pun berhasil mengambil kunci motor Honda Beat AG 2410 UL dan membuka pintu rumah dengan perlahan. Dan langsung membawa kabur motor tersebut.

Tak berselang lama, Tutut pun terbangun ketika mendengar suara pagar rumahnya terbuka. Saat itu pula Tutut mendapati bahwa motornya sudah dibawa kabur oleg Adi. Lantas, Tutut segera melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Kediri Kota. “Setelah kami terima laporan, kami selidiki ternyata motor sudah berada di Lumajang,” imbuh perwira polisi dengan satu melati di pundak.

Baca Juga :  Cegah Penyalahgunaan, Puluhan Senpi Anggota Polres Kediri Diperiksa

Tanpa menunggu lama, petugas langsung menuju ke Kota Pisang itu untuk menangkap pelaku. Saat digerebek di rumah, ternyata tersangka hendak keluar dan menggadaikan motornya.

Tak hanya itu, Sucipto menerangkan jika pelaku memang ingin menggadaikan motor itu. Dikarenakan ia membutuhkan uang untuk kebutuhan keluarganya sehari-hari.

Akibat perbuatannya, Adi pun harus dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Adi terancam hukuman maksimal penjara tujuh tahun kurungan penjara.

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/