26 C
Kediri
Tuesday, August 9, 2022
Array

Ramadan Istimewa Bersama Rameyza (11)

Masjidil Haram dikejutkan dengan ulah seorang pria yang melompat dari lantai paling atas. Namun, aktivitas swafoto jamaah juga tak surut di tempat itu.

 

Awalnya, beberapa sumber mengidentifikasi pria yang bunuh diri itu berasal dari Pakistan. Dasarnya adalah pakaian yang dia kenakan. Yaitu pakaian tradisional salwar kameez.

Belakangan, muncul kabar bahwa pria yang meninggal tersebut adalah jamaah berkewarganegaraan Prancis. Namnya Azzouz Boutabba. Kelahiran 8 Juni 1992.

Ini yang memilukan. Karena tepat saat pria tersebut terjun bebas, itu bersamaan dengan tanggal lahirnya.

Boutabba terjun dari lantai mataf Masjidil Haram. Tingginya  sekitar 20 meter. Dari video yang beredar, dia terlihat melewati pagar pengaman terlebih dulu sebelum akhirnya terjun bebas ke bawah.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 21.25 waktu setempat. Selepas salat Isya. Untungnya, saat pria tersebut terjun ke bawah, tidak ada jamaah yang tertimpa. Boutabba lebih dulu meneriakkan takbir sebelum terjun. Hal itu yang membuat jamaah di lantai bawah mendengar. Kemudian sempat menghindar dari lokasi jatuhnya.

Insiden tersebut sontak mengagetkan para jamaah di lantai bawah yang sedang tawaf. Begitu juga dengan jamaah lain yang menyaksikannya saat terjun. Polisi langsung bergerak cepat dengan melokalisasi tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya jenazah pria itu dibawa ke rumah sakit untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :  Membangun Imunitas Tangkal Virus Korona 

Pengamatan Jawa Pos Radar Kediri di lokasi, meski sempat membuat heboh para jamaah, insiden tersebut tidak membuat polisi lebih mengetatkan pengamanan. Lokasi lantai atas tempat pria tersebut bunuh diri juga dibiarkan dipakai jamaah untuk tawaf. Para jamaah tetap bebas melihat aktivitas tawah dari lantai atas atau sekedar selfie. “Ini bukan sebuah kejadian yang luar biasa. Makanya biasa saja pengamanannya,” kata ustad Mubarok Aninul Yaqin, mahasiswa yang menempuh studi di Saudi Arabia ini.

Polisi dan pihak keamanan masjid justru lebih ketat ketika menertibkan para jamaah waktu salat hendak dimulai. Pasalnya jumlah jamaah yang membeludak membuat petugas keamanan harus ekstra dalam mengatur jamaah. Sebagaimana diketahui, jumlah jamaah jamaah yang datang ke Masjidil Haram lebih besar dibandingkan saat musim haji. Setiap akan salat petugas berteriak-teriak agar tidak berjubel. Terutama di pintu-pintu masuk.

Baca Juga :  Tampil Fresh dengan Make-up Soft 

Banyak pihak yang menduga pria tersebut bunuh diri. Apalagi beberapa sumber menyebut pria tersebut mengidap gangguan kejiwaan. Walaupun juga ada yang menduga dia memiliki paham ekstrim. Yang memilih mengakhiri hidup di depan Kakbah.

Situs berita Life in Saudi Arabia.net, sebagaimana dikutip situs berita online, Azzouz Boutabba masuk Arab Saudi pada 3 Juni 2018. Tujuannya untuk umrah. Sementara, seharusnya dia baru masuk pada 15 Juni. Artinya, Boutobba datang 12 hari lebih cepat.

Batoubba juga telah memesan hotel di Makkah dan Madinah selama lima hari. Di paspornya disebutkan Boutabba masuk ke Arab Saudi melalui Bandar Udara internasional Pangeran Mohammed bin Abdul Aziz di Madinah. Dia menggunakan visa umrah yang berlaku selama 30 hari.

Data lain juga menyebutkan, selama di Madinah, Boutabba menginap sehari pada 15 Juni 2018 di Manazil al-Darra. Sedangkan di Mekah, dia rencananya tinggal di Hotel Anan al Aziziah selama empat hari pada 16 Juni-19 Juni 2018.

- Advertisement -

Masjidil Haram dikejutkan dengan ulah seorang pria yang melompat dari lantai paling atas. Namun, aktivitas swafoto jamaah juga tak surut di tempat itu.

 

Awalnya, beberapa sumber mengidentifikasi pria yang bunuh diri itu berasal dari Pakistan. Dasarnya adalah pakaian yang dia kenakan. Yaitu pakaian tradisional salwar kameez.

Belakangan, muncul kabar bahwa pria yang meninggal tersebut adalah jamaah berkewarganegaraan Prancis. Namnya Azzouz Boutabba. Kelahiran 8 Juni 1992.

Ini yang memilukan. Karena tepat saat pria tersebut terjun bebas, itu bersamaan dengan tanggal lahirnya.

Boutabba terjun dari lantai mataf Masjidil Haram. Tingginya  sekitar 20 meter. Dari video yang beredar, dia terlihat melewati pagar pengaman terlebih dulu sebelum akhirnya terjun bebas ke bawah.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 21.25 waktu setempat. Selepas salat Isya. Untungnya, saat pria tersebut terjun ke bawah, tidak ada jamaah yang tertimpa. Boutabba lebih dulu meneriakkan takbir sebelum terjun. Hal itu yang membuat jamaah di lantai bawah mendengar. Kemudian sempat menghindar dari lokasi jatuhnya.

Insiden tersebut sontak mengagetkan para jamaah di lantai bawah yang sedang tawaf. Begitu juga dengan jamaah lain yang menyaksikannya saat terjun. Polisi langsung bergerak cepat dengan melokalisasi tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya jenazah pria itu dibawa ke rumah sakit untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :  Membangun Imunitas Tangkal Virus Korona 

Pengamatan Jawa Pos Radar Kediri di lokasi, meski sempat membuat heboh para jamaah, insiden tersebut tidak membuat polisi lebih mengetatkan pengamanan. Lokasi lantai atas tempat pria tersebut bunuh diri juga dibiarkan dipakai jamaah untuk tawaf. Para jamaah tetap bebas melihat aktivitas tawah dari lantai atas atau sekedar selfie. “Ini bukan sebuah kejadian yang luar biasa. Makanya biasa saja pengamanannya,” kata ustad Mubarok Aninul Yaqin, mahasiswa yang menempuh studi di Saudi Arabia ini.

Polisi dan pihak keamanan masjid justru lebih ketat ketika menertibkan para jamaah waktu salat hendak dimulai. Pasalnya jumlah jamaah yang membeludak membuat petugas keamanan harus ekstra dalam mengatur jamaah. Sebagaimana diketahui, jumlah jamaah jamaah yang datang ke Masjidil Haram lebih besar dibandingkan saat musim haji. Setiap akan salat petugas berteriak-teriak agar tidak berjubel. Terutama di pintu-pintu masuk.

Baca Juga :  Wah, Tiket KA hingga H+5 Lebaran

Banyak pihak yang menduga pria tersebut bunuh diri. Apalagi beberapa sumber menyebut pria tersebut mengidap gangguan kejiwaan. Walaupun juga ada yang menduga dia memiliki paham ekstrim. Yang memilih mengakhiri hidup di depan Kakbah.

Situs berita Life in Saudi Arabia.net, sebagaimana dikutip situs berita online, Azzouz Boutabba masuk Arab Saudi pada 3 Juni 2018. Tujuannya untuk umrah. Sementara, seharusnya dia baru masuk pada 15 Juni. Artinya, Boutobba datang 12 hari lebih cepat.

Batoubba juga telah memesan hotel di Makkah dan Madinah selama lima hari. Di paspornya disebutkan Boutabba masuk ke Arab Saudi melalui Bandar Udara internasional Pangeran Mohammed bin Abdul Aziz di Madinah. Dia menggunakan visa umrah yang berlaku selama 30 hari.

Data lain juga menyebutkan, selama di Madinah, Boutabba menginap sehari pada 15 Juni 2018 di Manazil al-Darra. Sedangkan di Mekah, dia rencananya tinggal di Hotel Anan al Aziziah selama empat hari pada 16 Juni-19 Juni 2018.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/