25.6 C
Kediri
Friday, July 1, 2022
Array

Di Balik Upaya Pemkot Kediri Genjot Akuntabilitas Kinerja (2)

Pekerjaan rumah (PR) berat bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri. Pasalnya, kini setiap program yang dibuat oleh dinas-dinas harus berorientasi pada hasil. Termasuk harus memiliki tujuan yang jelas dan tepat sasaran.

 

“Usulannya sebenarnya banyak. Ada yang minta alat masak, tenda, dan genset. Tapi masih belum bisa terealisasi semua,” ujar Kamirin Wahyudi, 40, ketua RT 03 RW 02 Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren.

Kamirin mengatakan, saat perencanaan atau rembug Prodamas, warga banyak yang mengajukan usulan. Prodamas adalah singkatan dari Program Pemberdayaan Masyarakat yang digagas oleh Pemkot Kediri. Tujuan utamanya adalah untuk mewadahi berbagai kebutuhan masyarakat di tingkat RT, baik itu berupa infrastruktur, program sosial, atau pemberdayaan perekonomian masyarakat.

Bagi ketua RT seperti Kamirin, Prodamas bisa mewadahi kebutuhan masyarakat yang sebenarnya sifatnya kecil. Dia tidak repot lagi untuk mencarikan dana swadaya dari masyarakat. Misalnya, ada rumah salah satu warganya yang kebanjiran setiap kali musim hujan datang. Sehingga warga mengusulkan untuk dibuatkan sumur resapan. “Sekarang sudah lumayan. Airnya tidak menggenang lagi,” sambungnya.

Baca Juga :  Tradisi di Tunglur: Bancakan Seribu Encek Lele

Prodamas sebenarnya adalah salah satu contoh program yang berorientasi pada hasil. Dana yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai kebutuhan tersebut bisa diukur hasilnya. Yang paling penting adalah bahwa usulan pemanfaatan dana Prodamas benar-benar berasal dari tingkat masyarakat, bukan dari pemerintah. Meskipun, Pemkot Kediri sebenarnya sudah memberikan batasan aturannya.

Alasan ini pula yang sebenarnya mengantarkan Pemkot Kediri mendapatkan penghargaan SAKIP atau Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2017. “Indikator utama yang dinilai adalah tingkat akuntabilitas kinerja atau pertanggungjawaban atas hasil terhadap penggunaan anggaran,” kata Asisten Administrasi Umum Pemkot Kediri Maria Karangora.

Ada lima komponen utama yang dinilai oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Terkait agar Pemkot Kediri bisa mendapatkan penghargaan SAKIP dan dianggap akuntabilitasnya baik. Kelima komponen itu adalah perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, evaluasi internal, dan capaian kinerja. “Untuk perencanaan dan pengukuran kinerja kami mendapat kenaikan nilai, sedangkan sisanya masih harus ada perbaikan,” sambung Maria.

Baca Juga :  Nyalip Terlalu Kanan, Mobil Tabrak Motor

Pembenahan yang masih harus dilakukan, lanjut Maria, sebenarnya lebih pada arah teknis. Misalnya saja untuk komponen evaluasi internal, hal itu disebabkan inspektorat belum menyusun pedoman evaluasi akuntabilitas kinerja.

Karena saat ini program dituntut untuk berorientasi pada hasil, Pemkot Kediri sedang bekerja keras untuk melakukan perbaikan. Di antaranya adalah penyempurnaan peraturan perundang-undangan. “Ada hal-hal yang masih harus disempurnakan untuk tahun yang akan datang,” tandas Maria.

- Advertisement -

Pekerjaan rumah (PR) berat bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri. Pasalnya, kini setiap program yang dibuat oleh dinas-dinas harus berorientasi pada hasil. Termasuk harus memiliki tujuan yang jelas dan tepat sasaran.

 

“Usulannya sebenarnya banyak. Ada yang minta alat masak, tenda, dan genset. Tapi masih belum bisa terealisasi semua,” ujar Kamirin Wahyudi, 40, ketua RT 03 RW 02 Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren.

Kamirin mengatakan, saat perencanaan atau rembug Prodamas, warga banyak yang mengajukan usulan. Prodamas adalah singkatan dari Program Pemberdayaan Masyarakat yang digagas oleh Pemkot Kediri. Tujuan utamanya adalah untuk mewadahi berbagai kebutuhan masyarakat di tingkat RT, baik itu berupa infrastruktur, program sosial, atau pemberdayaan perekonomian masyarakat.

Bagi ketua RT seperti Kamirin, Prodamas bisa mewadahi kebutuhan masyarakat yang sebenarnya sifatnya kecil. Dia tidak repot lagi untuk mencarikan dana swadaya dari masyarakat. Misalnya, ada rumah salah satu warganya yang kebanjiran setiap kali musim hujan datang. Sehingga warga mengusulkan untuk dibuatkan sumur resapan. “Sekarang sudah lumayan. Airnya tidak menggenang lagi,” sambungnya.

Baca Juga :  Soto Podjok

Prodamas sebenarnya adalah salah satu contoh program yang berorientasi pada hasil. Dana yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai kebutuhan tersebut bisa diukur hasilnya. Yang paling penting adalah bahwa usulan pemanfaatan dana Prodamas benar-benar berasal dari tingkat masyarakat, bukan dari pemerintah. Meskipun, Pemkot Kediri sebenarnya sudah memberikan batasan aturannya.

Alasan ini pula yang sebenarnya mengantarkan Pemkot Kediri mendapatkan penghargaan SAKIP atau Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2017. “Indikator utama yang dinilai adalah tingkat akuntabilitas kinerja atau pertanggungjawaban atas hasil terhadap penggunaan anggaran,” kata Asisten Administrasi Umum Pemkot Kediri Maria Karangora.

Ada lima komponen utama yang dinilai oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Terkait agar Pemkot Kediri bisa mendapatkan penghargaan SAKIP dan dianggap akuntabilitasnya baik. Kelima komponen itu adalah perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, evaluasi internal, dan capaian kinerja. “Untuk perencanaan dan pengukuran kinerja kami mendapat kenaikan nilai, sedangkan sisanya masih harus ada perbaikan,” sambung Maria.

Baca Juga :  Pelatih Persik Kediri Javier Roca Puji Karakter Marwin Angeles

Pembenahan yang masih harus dilakukan, lanjut Maria, sebenarnya lebih pada arah teknis. Misalnya saja untuk komponen evaluasi internal, hal itu disebabkan inspektorat belum menyusun pedoman evaluasi akuntabilitas kinerja.

Karena saat ini program dituntut untuk berorientasi pada hasil, Pemkot Kediri sedang bekerja keras untuk melakukan perbaikan. Di antaranya adalah penyempurnaan peraturan perundang-undangan. “Ada hal-hal yang masih harus disempurnakan untuk tahun yang akan datang,” tandas Maria.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/